Bukalapak Bangun Mesin Cuan Baru Lewat Bisnis Gaming

Selasa, 20 Januari 2026 | 08:56:43 WIB
Bukalapak Bangun Mesin Cuan Baru Lewat Bisnis Gaming

JAKARTA - Perubahan lanskap ekonomi digital memaksa perusahaan teknologi untuk terus menyesuaikan strategi agar tetap relevan dan berkelanjutan. PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) menjadi salah satu emiten yang memilih jalur adaptasi tersebut dengan mengalihkan fokus bisnisnya.

 Langkah perseroan mengembangkan lini gaming kini mulai menunjukkan hasil, meski tantangan dan risiko tetap membayangi perjalanan BUKA sepanjang 2026.

Hingga akhir September 2025, Bukalapak berhasil mencatatkan laba bersih yang didorong oleh perolehan laba nilai investasi sebesar Rp2,32 triliun. 

Capaian ini menjadi sorotan, mengingat pada periode sebelumnya perseroan masih membukukan kerugian. Di sisi lain, pendapatan BUKA juga menunjukkan tren positif dengan meningkat menjadi Rp4,72 triliun dari Rp3,39 triliun. 

Secara tahunan atau year on year (YoY), pendapatan tersebut tumbuh 39,03%, mencerminkan efektivitas strategi yang dijalankan perusahaan.

Kinerja Keuangan Didorong Lini Gaming

Peningkatan pendapatan Bukalapak tidak terlepas dari kontribusi signifikan bisnis gaming. Dari total pendapatan Rp4,72 triliun, segmen gaming menyumbang Rp3,85 triliun. 

Selain itu, pendapatan juga berasal dari segmen online to offline sebesar Rp605,9 miliar, ritel senilai Rp226,7 miliar, serta pendapatan investasi sebesar Rp42,7 miliar.

Direktur Bukalapak Victor Putra Lesmana menjelaskan bahwa kinerja perseroan pada kuartal III/2025 mencerminkan kemampuan BUKA dalam menjaga stabilitas dan ketahanan bisnis di tengah dinamika pasar digital yang terus berubah. 

“Kami terus menjalankan strategi dengan disiplin, memperkuat fondasi ekosistem, dan berupaya memberikan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Victor dalam keterangan resminya.

Empat segmen bisnis utama Bukalapak secara keseluruhan memberikan kontribusi positif dengan kinerja yang relatif terkendali. Segmen Gaming tetap menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan mencapai Rp1,4 triliun pada kuartal III/2025. Angka tersebut tumbuh stabil sebesar 2% secara kuartalan dibandingkan dengan kuartal II/2025, menandakan konsistensi kinerja di tengah persaingan industri gim yang ketat.

Kontribusi Segmen Dan Efisiensi Operasional

Selain gaming, segmen Investment juga mencatatkan kinerja yang solid dengan pendapatan sebesar Rp18 miliar. Angka ini meningkat 30% secara kuartalan, sekaligus mempertahankan margin kontribusi di atas 30%. Capaian tersebut menunjukkan bahwa strategi investasi BUKA masih mampu memberikan nilai tambah bagi kinerja keuangan perseroan.

Sementara itu, pendapatan dari segmen Mitra Bukalapak mengalami penurunan seiring dengan strategi perusahaan yang lebih selektif dalam menyasar pasar yang menguntungkan. 

Kendati demikian, langkah ini justru berdampak pada peningkatan margin kontribusi segmen tersebut sebesar 44% secara kuartalan. Adapun segmen Retail mencatatkan margin kontribusi mencapai 23,6% pada kuartal III/2025.

Ke depan, Victor menegaskan bahwa Bukalapak akan terus mengembangkan seluruh lini bisnis dan memperdalam penetrasi pasar melalui inovasi produk serta peningkatan pengalaman pengguna. 

Menurutnya, dengan dukungan posisi kas dan fleksibilitas finansial yang kuat, BUKA memiliki landasan kokoh untuk mengeksekusi strategi pertumbuhan serta menghadirkan solusi digital yang semakin relevan bagi ekosistem bisnis di Indonesia.

Pandangan Analis Dan Prospek Pertumbuhan

Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis Setyo Wibowo menilai strategi Bukalapak melakukan pivot ke sektor gaming mencerminkan upaya perseroan mencari sumber pertumbuhan baru di luar e-commerce inti yang pertumbuhannya relatif terbatas. Langkah ini memanfaatkan besarnya basis pengguna digital serta peluang monetisasi melalui konten dan layanan digital.

“Namun, sektor gaming memiliki tingkat persaingan tinggi dan membutuhkan investasi serta eksekusi yang kuat agar dapat berkontribusi signifikan terhadap pendapatan dan profitabilitas,” kata Azis.

Ia menambahkan bahwa investor perlu mencermati kemampuan BUKA dalam mengendalikan biaya, kejelasan monetisasi dari lini gaming, serta dampaknya terhadap kinerja grup secara keseluruhan.

Sementara itu, Analis Maybank Sekuritas Etta Rusdiana Putra memperkirakan momentum pertumbuhan BUKA akan berlanjut, terutama didorong oleh bisnis gaming. Maybank Sekuritas memproyeksikan segmen ini akan menyumbang Rp5,4 triliun pada tahun penuh 2026 atau sekitar 80% dari total pendapatan, dengan pertumbuhan 7% secara tahunan.

Dengan keluarnya BUKA dari marketplace yang sangat kompetitif, Maybank Sekuritas menilai perseroan berhasil menghindari kebutuhan belanja pemasaran yang mahal. 

“Kami memandang bisnis inti BUKA kini berfokus pada distribusi gaming dan layanan O2O, yang dilengkapi dengan ekspansi selektif ke operasi ritel dan investasi,” tulis Etta.

Meski demikian, Etta mencermati terbatasnya peluang pertumbuhan dalam ekosistem teknologi yang membatasi potensi BUKA memperoleh valuasi premium. 

“Secara positif, kami memperkirakan BUKA akan tetap konservatif dalam mengelola dan menggunakan cadangan kasnya yang besar,” tuturnya. 

Untuk rekomendasi saham, Kiwoom Sekuritas memberikan rekomendasi wait and see dengan menunggu sinyal breakout di area Rp160 per saham, sementara Maybank Sekuritas merekomendasikan hold dengan target price Rp170 per saham.

Terkini