Cushion Dan Foundation Bisakah Dipakai Bersama Dalam Makeup??

Selasa, 20 Januari 2026 | 09:47:51 WIB
Cushion Dan Foundation Bisakah Dipakai Bersama Dalam Makeup??

JAKARTA - Di tengah tren makeup yang semakin praktis dan beragam, banyak orang kini memiliki lebih dari satu produk complexion di meja riasnya. 

Cushion dan foundation menjadi dua item yang paling sering ditemukan karena sama-sama berfungsi meratakan warna kulit dan menyempurnakan tampilan wajah. Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering dibicarakan di kalangan pecinta makeup: apakah kedua produk ini bisa digunakan secara bersamaan?

Kebingungan tersebut wajar muncul, mengingat cushion dan foundation memiliki karakter yang berbeda meski fungsinya serupa. Cushion dikenal praktis, cepat diaplikasikan, dan memberi hasil segar. 

Sementara foundation sering diandalkan untuk tampilan yang lebih tahan lama dengan daya tutup lebih tinggi. Menggabungkan keduanya terdengar menjanjikan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan hasil makeup yang terlalu tebal.

Lantas, apakah penggunaan cushion dan foundation secara bersamaan merupakan langkah tepat, atau justru sebaiknya dihindari? Berikut penjelasan lengkapnya.

Karakter Dasar Cushion dan Foundation

Meski sering disamakan, cushion dan foundation memiliki perbedaan mendasar dari segi tekstur, formula, dan hasil akhir. Cushion pada dasarnya adalah foundation cair yang dikemas dalam bentuk compact dengan spons berpori. Teksturnya umumnya lebih ringan, kaya pelembap, dan memberikan hasil akhir dewy atau natural.

Karena sifatnya yang ringan, cushion banyak dipilih untuk penggunaan sehari-hari, terutama bagi mereka yang menginginkan tampilan segar tanpa terlihat terlalu “berat”. Proses aplikasinya pun cepat dan praktis, cukup ditepuk menggunakan puff bawaan.

Foundation, di sisi lain, hadir dalam berbagai bentuk seperti cair, krim, hingga stik. Konsistensinya cenderung lebih padat dengan pilihan coverage yang lebih luas, mulai dari sheer hingga full coverage. Produk ini sering dipilih untuk acara formal atau kondisi yang membutuhkan riasan awet seharian.

Perbedaan inilah yang kemudian memicu pertanyaan apakah kedua produk ini bisa saling melengkapi dalam satu rangkaian makeup.

Bolehkah Cushion dan Foundation Dipakai Bersamaan

Secara teknis, penggunaan cushion dan foundation secara bersamaan tidak dilarang. Teknik layering atau pelapisan dalam makeup memang sering dilakukan untuk mendapatkan hasil kulit yang lebih mulus. Namun, menggabungkan dua produk complexion utama memerlukan kehati-hatian ekstra.

Risiko terbesar dari pemakaian cushion dan foundation bersamaan adalah tampilan makeup yang terlalu tebal atau cakey. Jika kedua produk diaplikasikan secara penuh di seluruh wajah, lapisan makeup bisa terlihat berat dan kurang menyatu dengan kulit.

Selain itu, penggunaan puff cushion di atas foundation yang sudah set berpotensi merusak lapisan makeup. Tekanan dari puff dapat menggeser foundation, membuat hasilnya tidak rata, bahkan memicu makeup pecah di beberapa area wajah.

Dermatolog asal New York, Rebecca Haas, juga menyarankan agar penggabungan keduanya tidak dilakukan sembarangan. Menurutnya, cushion sejatinya sudah termasuk foundation dalam kemasan yang lebih praktis.

“Biasanya tidak disarankan menggunakan cushion setelah foundation. Cushion foundation sendiri sudah termasuk foundation. Jika memakai cushion compact, kamu bisa melewatkan foundation cair atau krim dan langsung mengaplikasikan cushion untuk hasil yang segar dan dewy,” ungkap Rebecca seperti dikutip dari Quora.

Teknik Aman Mengombinasikan Cushion dan Foundation

Meski demikian, bagi sebagian orang, kombinasi cushion dan foundation tetap bisa dilakukan jika tujuannya jelas dan tekniknya tepat. Kuncinya adalah penggunaan yang tipis, selektif, dan disesuaikan dengan kondisi kulit.

Salah satu pendekatan yang bisa dicoba adalah menjadikan cushion sebagai base ringan. Cushion diaplikasikan tipis untuk meratakan warna kulit sekaligus memberikan hidrasi. Setelah itu, foundation digunakan hanya pada area tertentu yang membutuhkan coverage ekstra, seperti bekas jerawat, noda hitam, atau kemerahan.

Pemilihan produk juga sangat penting. Pemilik kulit kering sebaiknya memilih cushion dengan kandungan pelembap tinggi agar kulit tetap nyaman. Sementara itu, kulit berminyak perlu memperhatikan formula yang oil-free atau matte untuk mencegah kilap berlebih.

Untuk aplikasi, penggunaan beauty blender atau spons makeup sangat dianjurkan. Alat ini membantu produk menyatu dengan kulit tanpa meninggalkan garis atau tekstur kasar. Setiap lapisan sebaiknya diaplikasikan secara bertahap agar hasil akhirnya tetap natural.

Peran Setting Powder dalam Hasil Akhir Makeup

Setelah seluruh rangkaian complexion selesai, penggunaan setting powder menjadi tahap penting. Bedak tabur tipis membantu mengunci makeup, mengontrol kilap, dan memperpanjang ketahanan riasan.

Rebecca juga menyarankan penggunaan bedak tabur secukupnya setelah memakai foundation dan cushion. Namun, penggunaannya tidak perlu berlebihan agar tampilan kulit tidak terlihat kering atau terlalu matte.

Setting powder berfungsi sebagai penyeimbang, terutama jika sebelumnya digunakan produk dengan hasil akhir dewy. Dengan aplikasi yang tepat, makeup dapat terlihat lebih rapi dan tahan lama tanpa menghilangkan kesan segar pada kulit.

Pada akhirnya, penggunaan cushion dan foundation secara bersamaan bukanlah hal yang mutlak salah. Keduanya bisa dikombinasikan dengan teknik yang tepat dan sesuai kebutuhan. Namun, untuk pemakaian harian, memilih salah satu produk yang paling sesuai dengan kondisi kulit sering kali sudah cukup untuk menghasilkan tampilan makeup yang optimal.

Terkini