3 Facial Wash Salicylic Acid Andalan Dermatolog Untuk Atasi Jerawat

Selasa, 20 Januari 2026 | 09:47:53 WIB
3 Facial Wash Salicylic Acid Andalan Dermatolog Untuk Atasi Jerawat

JAKARTA - Masalah jerawat sering kali berulang meski rutinitas perawatan kulit sudah dilakukan secara konsisten. Salah satu penyebab utamanya adalah pori-pori yang tersumbat oleh minyak berlebih dan sel kulit mati. Karena itulah, tahap pembersihan wajah menjadi fondasi penting dalam perawatan kulit berjerawat.

Di antara berbagai bahan aktif yang digunakan dalam produk pembersih wajah, salicylic acid kerap menjadi andalan para dermatolog. Kandungan ini dikenal mampu bekerja langsung hingga ke dalam pori-pori, membantu membersihkan sumbatan, serta mengurangi risiko jerawat muncul kembali. Tak heran jika facial wash dengan salicylic acid sering direkomendasikan untuk kulit berminyak dan acne-prone.

Salicylic acid merupakan beta hydroxy acid (BHA) yang berasal dari kulit pohon willow. Bahan ini bersifat larut minyak, sehingga efektif menembus pori yang dipenuhi sebum. Selain membersihkan, salicylic acid juga berperan sebagai eksfoliator kimia yang lembut.

“Salicylic acid membantu membersihkan pori dari kotoran, mengurangi produksi sebum penyebab jerawat di tingkat folikel, sekaligus meluruhkan sel kulit mati,” jelas dr. Annie Chiu, MD, dermatolog bersertifikat.

Peran Salicylic Acid dalam Mengatasi Jerawat

Keunggulan utama salicylic acid terletak pada kemampuannya bekerja dari dalam pori. Tidak hanya membersihkan permukaan kulit, bahan ini membantu mencegah terbentuknya komedo yang menjadi cikal bakal jerawat. Selain itu, sifat antiinflamasinya juga membantu meredakan kemerahan dan peradangan pada jerawat ringan.

Dengan penggunaan yang tepat, facial wash berbahan salicylic acid dapat membantu menjaga kulit tetap bersih tanpa membuatnya terasa terlalu kering. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada cara pemilihan dan pemakaian produk yang sesuai dengan kondisi kulit masing-masing.

Panduan Memilih Facial Wash Salicylic Acid

Memilih pembersih wajah dengan salicylic acid tidak bisa dilakukan secara asal. Dermatolog menekankan pentingnya menyesuaikan produk dengan jenis dan kebutuhan kulit.

Menurut dr. Chiu, pemilihan cleanser perlu mempertimbangkan jenis kulit, usia, serta masalah utama yang ingin diatasi. Konsentrasi salicylic acid juga menjadi faktor penting, karena kadar yang lebih tinggi berpotensi menyebabkan kulit kering atau iritasi.

“Pembersih salicylic acid tersedia dalam dua bentuk, yaitu berbusa yang cocok untuk kulit berminyak, serta formula non-sabun yang lebih ramah untuk kulit kering,” ujar dr. Cheryl Burgess, MD.

Cara pemakaian juga tak kalah penting. Banyak orang langsung membilas wajah setelah mencuci muka, padahal bahan aktif membutuhkan waktu untuk bekerja.

“Biarkan cleanser menempel di kulit selama satu hingga dua menit agar bahan aktif dapat bekerja lebih optimal,” jelas dr. Burgess.

Bagi pemula, penggunaan sebaiknya dilakukan secara bertahap. Efek seperti perih, kering, atau mengelupas dapat muncul di awal pemakaian.

“Gunakan sebagai panduan reaksi kulit Anda sendiri,” kata dr. Loren Krueger, MD. Ia menyarankan pemakaian awal sekali sehari atau selang sehari, lalu ditingkatkan secara perlahan.

“Jika efek tersebut berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan ke dokter,” tambah dr. Lucy Chen, MD.

Rekomendasi Facial Wash Salicylic Acid Pilihan Dermatolog

Berikut tiga facial wash dengan kandungan salicylic acid yang kerap direkomendasikan dermatolog dan dikenal efektif untuk kulit berjerawat:

1. Caudalie Vinopure Pore Purifying Gel Cleanser

Facial wash ini menjadi pilihan menarik bagi pencinta clean beauty. Formulanya lembut dan relatif aman untuk kulit sensitif.

“Salicylic acid di dalamnya membantu mengontrol minyak, sementara polifenol anggur dan essential oil berperan menenangkan peradangan,” jelas dr. Chiu.
Produk ini juga mengandung minyak biji anggur yang membantu menjaga skin barrier, sehingga kulit tetap bersih tanpa terasa ketarik.

2. CeraVe Renewing SA Cleanser

Cleanser ini dikenal sangat lembut dan sering direkomendasikan dermatolog untuk kulit berjerawat namun sensitif. Selain salicylic acid, formulanya diperkaya hyaluronic acid dan niacinamide.

“Pembersih ini mengangkat minyak dan sel kulit mati sekaligus menjaga kesehatan skin barrier berkat kandungan ceramide,” ujar dr. Chiu.
Kombinasi tersebut membantu membersihkan kulit tanpa mengganggu kelembapan alaminya.

3. La Roche-Posay Effaclar Medicated Gel Cleanser

Produk ini mengombinasikan salicylic acid dengan lipo-hydroxy acid, sehingga efektif membersihkan pori tanpa scrub kasar.

“Formulanya efektif membersihkan kotoran, komedo, dan jerawat tanpa memicu iritasi,” jelas dr. Chen.

Cleanser ini cocok untuk kulit berminyak, sensitif, hingga acne-prone yang membutuhkan pembersih kuat namun tetap lembut.

Kunci Hasil Optimal dalam Perawatan Jerawat

Meski facial wash dengan salicylic acid sangat membantu, hasil optimal tetap membutuhkan konsistensi dan kesabaran. Pembersih wajah hanyalah langkah awal dari rangkaian perawatan kulit. Penggunaan pelembap yang tepat serta perlindungan kulit dari sinar matahari juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit.

Jika jerawat tidak menunjukkan perbaikan atau justru memburuk, konsultasi dengan dermatolog sangat disarankan agar penanganan bisa disesuaikan dengan kondisi kulit secara menyeluruh.

Terkini