Pemerintah Fokus Dorong Industri Tekstil Tingkatkan Inovasi dan Daya Saing Nasional

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:03:27 WIB
Pemerintah Fokus Dorong Industri Tekstil Tingkatkan Inovasi dan Daya Saing Nasional

JAKARTA - Pemerintah menilai sektor tekstil masih memerlukan perhatian khusus. 

Pemberian insentif menjadi salah satu opsi yang tengah dikaji. Langkah ini bertujuan menjaga keberlanjutan industri padat karya di tengah persaingan global.

Menteri Sekretaris Negara menyatakan, insentif akan diberikan bila terbukti diperlukan. Pemerintah menimbang kebutuhan strategis bagi penguatan sektor tekstil. Fokusnya adalah meningkatkan daya saing sekaligus menjaga penyerapan tenaga kerja.

Industri lain seperti sepatu juga masuk perhatian pemerintah. Sektor padat karya ini menjadi prioritas dalam perumusan kebijakan. Perhatian ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara merata.

Modernisasi Teknologi Menjadi Prioritas

Pemerintah telah menyiapkan anggaran besar untuk modernisasi teknologi di industri tekstil. Investasi ini ditujukan agar sektor padat karya tetap kompetitif. Modernisasi juga memungkinkan peningkatan produktivitas dan efisiensi industri.

Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Presiden untuk menjaga keberlangsungan industri labor intensive. Pemerintah menekankan pentingnya penguatan teknologi agar investasi tetap berjalan. Langkah ini diharapkan mendorong stabilitas dan pertumbuhan industri dalam negeri.

Sektor tekstil kini menyerap sekitar lima juta tenaga kerja. Jumlah ini diproyeksikan meningkat seiring penerapan teknologi baru. Dengan demikian, peluang penyerapan tenaga kerja bisa mencapai tujuh juta orang.

Rencana Pembentukan BUMN Tekstil

Pemerintah juga menyoroti pembentukan BUMN baru di sektor tekstil. Tujuannya adalah mengembalikan kejayaan industri seperti PT Sri Rejeki Isman Tbk. BUMN ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi berbasis padat karya.

Investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai enam miliar dolar AS. Dana tersebut digunakan untuk memperkuat kapasitas produksi dan teknologi perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mendukung industri tekstil berdaya saing tinggi.

Menteri Sekretaris Negara menegaskan, Sritex menjadi cerminan keberhasilan pemerintah dalam mendorong sektor ini. Keberadaan perusahaan ini juga menegaskan komitmen negara terhadap pengembangan ekonomi. Pemerintah memastikan kegiatan produksi tetap berjalan lancar untuk menjaga lapangan kerja.

Dampak Ekonomi Sritex Bagi Pekerja

PT Sritex mempekerjakan sekitar sepuluh ribu karyawan. Aktivitas ekonomi yang dihasilkan cukup besar untuk mendukung masyarakat. Produk Sritex tidak hanya untuk pasar domestik tetapi juga ekspor ke mancanegara.

Perusahaan menjadi tulang punggung industri garmen nasional. Keberlangsungan operasionalnya berdampak langsung pada stabilitas pekerjaan. Pemerintah menekankan pentingnya melindungi sektor strategis ini dari gangguan ekonomi.

Pemeliharaan kegiatan industri juga menjadi kunci penguatan ekonomi lokal. Dengan tetap beroperasi, perusahaan mampu menjaga rantai pasok dan produktivitas. Hal ini memberi efek positif bagi pertumbuhan ekonomi regional.

Kasus Penyitaan Aset Sritex

Sebelumnya, Kejaksaan Agung melakukan penyitaan aset Sritex terkait kasus dugaan pencucian uang. Aset yang disita meliputi tanah dan bangunan dengan luas total lebih dari 20 ribu meter persegi. Proses penyitaan berjalan aman dengan dukungan aparat setempat.

Penyitaan mencakup beberapa bidang tanah strategis di kawasan perkotaan dan wisata. Hal ini termasuk vila dan tanah kosong di sejumlah kecamatan. Meski demikian, kegiatan ekonomi perusahaan tetap dijaga agar tidak terganggu.

Pemerintah dan pihak terkait menekankan koordinasi untuk kelancaran penyitaan. Langkah ini dilakukan sambil memastikan operasi industri tetap berjalan normal. Kejadian ini menjadi perhatian agar industri strategis tetap terlindungi.

Terkini