BUMN Energi Perkuat Keselamatan Pekerja Demi Menuju Target Zero Fatality

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:03:28 WIB
BUMN Energi Perkuat Keselamatan Pekerja Demi Menuju Target Zero Fatality

JAKARTA - Memasuki Bulan K3 Nasional, BUMN sektor energi menekankan keselamatan kerja di atas target produksi. 

Target Zero Fatality menjadi kewajiban utama, bukan sekadar slogan. Fokus ini menegaskan prioritas perlindungan jiwa pekerja dalam seluruh operasional energi.

Perusahaan di sektor energi menghadapi risiko tinggi yang memerlukan pengawasan ketat. Penerapan standar K3 kini berbasis pencegahan risiko. Langkah ini memperkuat ekosistem keselamatan nasional yang berorientasi pada pengurangan kecelakaan kerja.

Komitmen ini juga mencakup pengaturan jam kerja, kualitas istirahat, dan fasilitas pendukung. Pekerja di lokasi terpencil mendapat perhatian khusus agar tetap sehat dan aman. Sinergi antara manajemen dan pekerja menjadi fondasi keberhasilan program keselamatan.

Standar Jam Kerja dan Regulasi Terkini

Regulasi terbaru menuntut BUMN energi lebih proaktif dalam pengaturan jam kerja. Operasional di blok migas harus mengikuti standar 8 jam per hari atau maksimal 40 jam per minggu. Pola fleksibel seperti 14 hari kerja dan 14 hari libur tetap berlandaskan aturan keselamatan.

Perusahaan wajib menyediakan fasilitas pendukung agar kualitas istirahat pekerja terjaga. Hal ini penting khususnya di area terpencil yang rawan risiko tinggi. Upaya ini memastikan pekerja siap menghadapi tantangan fisik dan mental di lapangan.

Selain itu, pengawasan jam kerja menjadi indikator kepatuhan terhadap Keputusan Menteri Ketenagakerjaan. Perusahaan diharapkan menjaga keseimbangan beban kerja antarpegawai. Standar ini menjadi tolok ukur profesionalisme manajemen energi.

Beban Kerja dan Keseimbangan Tenaga Kerja

Selain jam kerja, distribusi beban kerja menjadi perhatian utama. Pekerja alih daya (outsourcing) sering menanggung beban lebih berat dibanding karyawan tetap. Kondisi ini terjadi untuk menutupi kekurangan tenaga di area operasional penting.

Ketimpangan beban kerja berpotensi menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan. Perusahaan perlu memantau distribusi tugas agar setiap pekerja memperoleh perlindungan yang sama. Keadilan kerja menjadi bagian dari strategi K3 yang berkelanjutan.

Manajemen juga didorong untuk mengevaluasi rutinitas kerja karyawan. Setiap pekerja harus mendapat hak cuti dan waktu istirahat yang cukup. Penegakan aturan ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap standar ESG.

Budaya Kerja dan Hak Karyawan

Fenomena "cuti membawa laptop" masih terjadi di beberapa perusahaan energi. Budaya ini menandakan lemahnya pengawasan manajemen terhadap hak karyawan. Roy menekankan bahwa praktik semacam ini menurunkan kualitas lingkungan kerja dan aspek sosial perusahaan.

Perusahaan yang mengabaikan hak cuti pekerja menunjukkan kelemahan dalam tata kelola ESG. Lingkungan kerja yang sehat mendorong kinerja lebih optimal dan mengurangi risiko kecelakaan. Penegakan hak cuti menjadi bagian penting dari strategi keselamatan dan kesejahteraan karyawan.

Evaluasi budaya kerja harus melibatkan semua level manajemen. Karyawan yang merasa dihargai lebih disiplin dan patuh terhadap prosedur keselamatan. Upaya ini membantu BUMN energi mendekati target Zero Fatality.

Sinergi Manajemen dan Pekerja untuk K3 Optimal

Keselamatan pekerja tidak bisa dicapai tanpa sinergi manajemen dan pekerja. Komunikasi efektif dan koordinasi operasional menjadi kunci utama. Setiap keputusan terkait operasional harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan pekerja.

Perusahaan diharapkan melaksanakan program pelatihan rutin terkait K3. Peningkatan pemahaman pekerja terhadap risiko dapat mengurangi kecelakaan kerja. Sinergi ini juga memastikan setiap pekerja mendapat perlindungan maksimal dalam kondisi kerja ekstrem.

Dengan penerapan regulasi, pengawasan jam kerja, keseimbangan beban kerja, dan budaya kerja yang sehat, BUMN energi dapat mencapai target Zero Fatality. Langkah ini sekaligus memperkuat reputasi perusahaan dalam aspek keselamatan, sosial, dan tata kelola. Keberhasilan program ini menjadi contoh bagi seluruh sektor industri nasional.

Terkini