Tren Parfum 2026 Penuh Emosi Dan Cerita Personal Modern Elegan

Kamis, 22 Januari 2026 | 10:47:09 WIB
Tren Parfum 2026 Penuh Emosi Dan Cerita Personal Modern Elegan

JAKARTA - Perkembangan dunia parfum tidak lagi hanya berbicara soal wangi semata. Memasuki tahun 2026, parfum semakin dipahami sebagai medium ekspresi diri yang sarat emosi, kenangan, dan pengalaman personal.

 Wewangian kini hadir dengan pendekatan yang lebih intim, lembut, dan penuh cerita, mengikuti perubahan cara konsumen memaknai aroma dalam keseharian mereka.

Jika pada tahun sebelumnya tren didominasi aroma vanila, citrus, dan gourmand yang manis serta hangat, di tahun 2026 nuansa tersebut berevolusi menjadi lebih halus dan elegan. Parfum tidak lagi sekadar ingin “tercium”, melainkan ingin “dirasakan”. Tren terbaru memperlihatkan bagaimana aroma menjadi jembatan antara indra penciuman dengan perasaan, memori, hingga imajinasi penggunanya.

Pendekatan ini sejalan dengan pandangan para pelaku industri parfum. “Pada tahun 2026, wewangian akan menjadi emosional, pribadi, dan intuitif,” ujar Diana Pratasiewicz, direktur senior Ouai, dikutip dari Glamour. Pernyataan ini mencerminkan perubahan besar dalam industri parfum, di mana kedalaman makna menjadi nilai utama di balik setiap semprotan aroma.

Berbagai tren parfum pun muncul dan diprediksi akan mendominasi sepanjang tahun 2026. Mulai dari aroma yang menyatu dengan kulit, wangi manis yang lebih lembut, hingga parfum yang terinspirasi dari destinasi dan konsep seni, semuanya menghadirkan pengalaman olfaktori yang lebih personal dan bermakna.

Skin Scents Yang Personal Dan Lembut

Aroma kulit atau skin scents menjadi salah satu tren parfum yang semakin diminati di tahun 2026. Wewangian ini menawarkan karakter yang lembut, halus, dan tidak mencolok, sehingga memberikan kesan tenang sekaligus intim. Skin scent dirancang untuk menyatu dengan aroma alami kulit, menciptakan wangi yang terasa sangat personal bagi setiap penggunanya.

“Konsumen tertarik pada wewangian yang terasa pribadi, bersahaja, dan menghibur secara emosional,” kata Ben Krigler, pencipta parfum Krigler, dikutip dari Glamour. Karakter skin scent memang tidak mengandalkan proyeksi aroma yang kuat, melainkan daya tarik dalam jarak dekat yang meninggalkan kesan mendalam.

Aroma ini juga dianggap mencerminkan kemewahan yang tenang. Alih-alih menarik perhatian secara berlebihan, skin scent justru memikat lewat kesederhanaan dan kehangatannya. 

“Tren ini sejalan dengan gerakan yang lebih luas menuju kemewahan dan wewangian yang tenang, yang menyatu dengan kulit alih-alih memproyeksikan aroma secara berlebihan,” tambah Ben Krigler.

Neo Gourmands Yang Lebih Elegan

Tren gourmand kembali hadir di tahun 2026 dengan pendekatan yang lebih dewasa dan berkelas. Jika sebelumnya aroma gourmand dikenal dengan wangi manis yang kuat dan menggugah selera, kini tampil dalam versi yang lebih lembut, hangat, dan seimbang. Nuansa manis tetap ada, namun dipadukan dengan sentuhan yang lebih halus dan emosional.

“Gourmands telah berevolusi melampaui profil yang terlalu manis menjadi interpretasi yang lebih bernuansa dan elegan,” ujar Ben Krigler. Bahan-bahan seperti vanila, kakao, karamel, dan amber dikombinasikan dengan unsur kayu atau musk untuk menciptakan aroma yang terasa lebih modern dan tidak berlebihan.

Perpaduan ini menjadikan neo-gourmands cocok digunakan dalam berbagai suasana, baik siang maupun malam. Wangi manisnya tidak lagi terasa berat, melainkan hangat dan membungkus, memberikan kenyamanan sekaligus kesan mewah bagi penggunanya.

Destination Scents Yang Penuh Cerita

Parfum yang terinspirasi dari destinasi menjadi tren lain yang mencuri perhatian di tahun 2026. Wewangian ini membawa konsep perjalanan dan pelarian emosional melalui aroma, seolah mengajak penggunanya menjelajahi kota, negara, atau tempat tertentu hanya lewat indra penciuman.

Aroma destinasi diminati karena kemampuannya membangkitkan emosi, kenangan, dan pengalaman personal. “Aroma yang terinspirasi dari destinasi memanfaatkan emosi, ingatan, dan pelarian, mengubah wewangian menjadi pengalaman, bukan sekadar aksesori,” ujar Diana Pratasiewicz.

Melalui tren ini, parfum tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap penampilan, tetapi juga sebagai sarana untuk bernostalgia atau membayangkan perjalanan impian. Setiap semprotan aroma menjadi cerita yang membawa penggunanya ke suasana dan tempat tertentu.

Konsep Dan Floral Dengan Sentuhan Modern

Selain aroma destinasi, parfum konseptual juga semakin mendapat tempat di tahun 2026. Para perfumer kini mengambil inspirasi dari kisah, ide, dan budaya sebagai dasar penciptaan wewangian. “Aroma sebagai cerita budaya dan emosional yang terinspirasi oleh sastra, bioskop, musik, seni, dan subkultur,” kata Cherry Cheng, pendiri parfum Jouissance.

Aroma konseptual berusaha menangkap esensi dari sebuah ide atau narasi, lalu menerjemahkannya ke dalam wangi yang mampu membangkitkan emosi dan ingatan tertentu. Pendekatan ini membuat parfum terasa lebih bermakna dan personal bagi penggunanya.

Sementara itu, aroma floral tetap mempertahankan posisinya sebagai favorit, terutama bagi pencinta wangi yang anggun dan feminin. Di tahun 2026, floral hadir dengan sentuhan yang lebih modern, bersih, dan segar. “Bunga klasik sedang disusun ulang dengan struktur modern, profil yang lebih bersih, dan kontras yang tidak terduga,” ujar Krigler.

Perpaduan bunga dengan unsur modern ini menghadirkan sensasi baru tanpa meninggalkan karakter romantis yang menjadi ciri khas aroma floral. Parfum pun menjadi medium untuk terhubung lebih dalam dengan diri sendiri melalui wangi yang lembut, elegan, dan penuh makna.

Terkini