JAKARTA - Banyak pelaku usaha mikro dan kecil memulai awal tahun dengan rencana memperkuat modal usaha. Salah satu opsi pembiayaan yang kembali menjadi perhatian adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia.
Pada Januari 2026, BRI kembali menyalurkan KUR dengan skema bunga tetap dan plafon pinjaman yang cukup fleksibel, sehingga dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan kapasitas produksi.
Program KUR tetap menjadi tulang punggung pembiayaan sektor produktif karena dirancang dengan bunga rendah serta proses pengajuan yang relatif mudah. Pemerintah sendiri telah menetapkan anggaran KUR sebesar Rp300 triliun dengan suku bunga tetap 6% per tahun.
Skema ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dan perbankan dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan di tengah dinamika ekonomi yang masih berfluktuasi.
Dukungan Pemerintah Dan Peran Strategis BRI
Pemerintah menegaskan bahwa KUR merupakan instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan usaha produktif, terutama di sektor pertanian, perdagangan, dan ekspor. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah melakukan penyesuaian pengaturan KUR agar lebih adaptif terhadap kondisi ekonomi terkini.
“Untuk sektor produksi [seperti] sektor pertanian, sektor perdagangan, untuk ekspor itu tidak dibatasi. Jadi itu bisa terus ditarik kembali,” ujar Airlangga.
Berdasarkan data Kementerian UMKM, realisasi penyaluran KUR hingga 5 Desember 2025 telah mencapai Rp253 triliun dengan jumlah penerima mencapai 4,3 juta debitur. Menariknya, lebih dari separuh penerima KUR merupakan perempuan dengan persentase 51,35%. Hal ini menunjukkan peran penting pembiayaan KUR dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga dan pelaku usaha perempuan.
Sebagai bank dengan penyaluran KUR terbesar, BRI mencatatkan realisasi penyaluran sebesar Rp130,2 triliun kepada 2,84 juta debitur hingga September 2025. Angka tersebut setara 74,40% dari total alokasi KUR BRI tahun 2025 sebesar Rp175 triliun.
Fokus Penyaluran KUR Pada Sektor Produktif
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan bahwa penyaluran KUR BRI didominasi oleh sektor produksi. Sektor ini mencakup pertanian, perikanan, perdagangan, industri pengolahan, serta berbagai jasa produktif lainnya.
“Sektor pertanian menjadi kontributor utama dengan pembiayaan mencapai Rp58,37 triliun atau setara 44,83% dari keseluruhan KUR yang telah disalurkan BRI,” kata Hery.
Menurut Hery, KUR bukan hanya instrumen pembiayaan, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap penguatan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah. Melalui penyaluran KUR, BRI mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas sehingga kontribusinya terhadap perekonomian nasional semakin besar dan berkelanjutan.
BRI sendiri menyediakan dua jenis KUR, yakni KUR Mikro dan KUR Kecil. Perbedaan utama keduanya terletak pada batas plafon pinjaman. KUR Mikro ditujukan bagi debitur dengan kebutuhan pembiayaan hingga Rp50 juta, sedangkan KUR Kecil menawarkan plafon lebih besar hingga Rp500 juta.
Tabel Angsuran KUR BRI Januari 2026
Sebagai bahan pertimbangan calon debitur, tabel angsuran KUR BRI Januari 2026 dapat dijadikan acuan untuk menghitung kemampuan membayar cicilan per bulan. Berikut simulasi angsuran KUR BRI hingga plafon Rp100 juta dengan bunga 6% per tahun.
Plafon Rp1 juta: angsuran mulai Rp19.801 hingga Rp86.527 tergantung tenor
Plafon Rp5 juta: angsuran mulai Rp99.006 hingga Rp432.634
Plafon Rp10 juta: angsuran mulai Rp198.012 hingga Rp865.267
Plafon Rp25 juta: angsuran mulai Rp495.030 hingga Rp2.163.169
Plafon Rp50 juta: angsuran mulai Rp990.060 hingga Rp4.326.337
Plafon Rp75 juta: angsuran mulai Rp1.485.090 hingga Rp6.489.506
Plafon Rp100 juta: angsuran mulai Rp1.980.120 hingga Rp8.652.675
Besaran angsuran disesuaikan dengan tenor pinjaman yang tersedia, mulai dari 12 bulan hingga 60 bulan. Dengan simulasi ini, calon debitur dapat menyesuaikan rencana pembiayaan sesuai kemampuan usaha.
Syarat Dan Cara Pengajuan KUR BRI
Untuk mengajukan KUR BRI, calon debitur perlu memenuhi sejumlah persyaratan administratif dan usaha. Pada KUR Mikro, calon debitur merupakan individu yang memiliki usaha produktif dan layak serta telah berjalan minimal enam bulan. Debitur tidak sedang menerima kredit produktif lain dari perbankan, kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau kartu kredit.
Sementara itu, KUR Kecil ditujukan bagi pelaku usaha dengan kebutuhan pembiayaan lebih besar. Selain memiliki usaha aktif minimal enam bulan, debitur juga diwajibkan memiliki izin usaha seperti IUMK atau dokumen lain yang dipersamakan.
Pengajuan KUR BRI dapat dilakukan secara daring maupun luring. Melalui jalur online, calon debitur dapat mengakses laman resmi KUR BRI, mengisi data diri dan usaha, mengunggah dokumen, serta menghitung simulasi angsuran. Setelah pengajuan selesai, petugas bank akan melakukan survei untuk proses verifikasi. Alternatif lainnya, pengajuan juga bisa dilakukan langsung di kantor cabang BRI terdekat dengan membawa dokumen yang diperlukan.
Dengan kemudahan skema, bunga rendah, serta dukungan pemerintah dan perbankan, KUR BRI Januari 2026 tetap menjadi salah satu solusi pembiayaan yang layak dipertimbangkan oleh pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.