10 Cara Memulai Bisnis Hijab Online dengan Brand Sendiri

Selasa, 25 Februari 2025 | 13:39:55 WIB
cara memulai bisnis hijab online

Cara memulai bisnis hijab online bisa menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi kamu yang tertarik untuk memulai usaha di bidang fashion muslim.

Untuk memulai bisnis ini, kamu tidak perlu modal besar; bahkan dengan kurang dari Rp500.000, kamu sudah bisa memulainya. 

Selain itu, pasar hijab di Indonesia terus berkembang, dengan prediksi Indonesia akan menjadi pusat fashion muslim dunia pada tahun 2024.

Jika kamu ingin tahu lebih lanjut tentang cara memulai bisnis hijab online, berikut adalah beberapa langkah yang perlu kamu pertimbangkan.

Cara Memulai Bisnis Hijab Online dengan Brand Sendiri

Jika kamu tertarik untuk membangun bisnis hijab online dengan brand sendiri, ada beberapa langkah yang perlu dipahami. 

Cara memulai bisnis hijab online dengan brand sendiri bukan hanya soal menjual produk, tapi juga tentang menciptakan identitas yang kuat di pasar. Berikut ini panduannya.

1. Beli Hijab Polosan

Langkah pertama dalam memulai bisnis hijab online dengan brand sendiri adalah membeli hijab polosan atau tanpa merek. Kamu bisa menemukannya di berbagai marketplace seperti Shopee atau Tokopedia. 

Ini adalah pilihan yang tepat bagi kamu yang ingin memulai bisnis hijab tanpa keterampilan menjahit, karena kamu bisa langsung menjualnya. 

Untuk menemukan hijab tanpa merek, cukup cari kata kunci seperti "pashmina," "hijab segi empat," atau "jilbab tanpa merk" di kolom pencarian. 

Hijab pashmina dijual mulai harga Rp11.000 hingga Rp20.000, sementara hijab segi empat atau lasercut mulai dari Rp7.000 hingga Rp10.000.

2. Persiapkan Label Merek

Langkah berikutnya adalah membuat label untuk merek hijab kamu. Kamu bisa memesan label di marketplace seperti Shopee atau Tokopedia dengan pilihan desain yang sering kali sudah termasuk dalam harga. 

Beberapa jenis label yang bisa dipilih antara lain pita satin, akrilik, kulit sintetis, dan plat stainless/kuningan, dengan harga mulai dari Rp50.000 hingga Rp2.000 per pcs, tergantung kualitasnya. 

Pilih label sesuai dengan target pasar kamu, apakah kelas menengah ke atas atau mahasiswa dengan harga terjangkau.

3. Siapkan Benang Jahit

Setelah label, kamu perlu menyiapkan benang jahit untuk mengaitkan label pada hijab. Pastikan warna benang jahit sesuai dengan warna hijab agar tampak serasi dan profesional. 

Benang jahit biasanya dijual dengan harga Rp1.000 hingga Rp3.000 per pcs, atau Rp29.000 untuk satu pack berisi 12 benang. 

Jika kamu memilih label pita, kamu bisa menjahitnya sendiri atau menggunakan jasa tukang jahit dengan biaya sekitar Rp500 hingga Rp1.000 per pita.

4. Buat Hang Tag Produk

Langkah selanjutnya adalah membuat hang tag untuk produk hijab kamu. Hang tag ini bisa dipesan di marketplace atau percetakan, dengan harga mulai dari Rp50 hingga Rp200 per pcs, tergantung kualitas kertasnya. 

Kamu bisa mendesain sendiri menggunakan Canva atau Photoshop jika desain yang tersedia tidak sesuai dengan keinginan. Minimal order biasanya mulai dari 100 pcs, namun ada juga yang menggunakan batasan berdasarkan total harga.

5. Siapkan Plastik Bag Sablon

Kamu juga perlu memesan plastik bag sablon sebagai kemasan untuk produk hijab yang akan dikirimkan. Plastik sablon dapat meningkatkan nilai jual hijab kamu. 

Harga plastik sablon berkisar antara Rp500 hingga Rp1.000 per pcs, dan biasanya dipesan dalam jumlah minimal 100 hingga 500 pcs. Pada plastik ini, kamu bisa mencantumkan nama merek, sosial media, nomor kontak, dan alamat jika diperlukan.

6. Gunakan Plastik Paket

Selain plastik bag sablon, kamu juga perlu menyiapkan plastik paket untuk membungkus hijab saat pengiriman. Plastik paket ini bisa disablon atau tidak, tergantung pada kebutuhan branding. 

Harga plastik paket berkisar antara Rp300 hingga Rp500 per pcs, dengan minimal order yang bervariasi antara 20 hingga 100 pcs.

7. Plastik Pembungkus Hijab

Plastik pembungkus hijab adalah plastik yang digunakan untuk membungkus hijab sebelum dilabeli. Plastik ini biasanya dijual dengan harga Rp100 hingga Rp200 per pcs, atau sekitar Rp20.000 untuk satu pack berisi 100 pcs. 

Setelah label, hang tag, dan plastik pembungkus dipasang, hijab kamu siap dipasarkan.

8. Pasarkan secara Online

Untuk memasarkan produk hijab kamu, kamu bisa memanfaatkan berbagai marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Facebook, TikTok Shop, dan lainnya. 

Selain itu, kamu bisa memperkuat pemasaran dengan membuat display di media sosial seperti Instagram dan Facebook. 

Untuk meningkatkan penjualan, kamu juga bisa beriklan menggunakan Facebook Ads dan membuat caption yang menarik dengan contoh teks copywriting.

9. Menjaga Kualitas Produk dan Layanan Pelanggan

Kunci keberhasilan dalam bisnis hijab online adalah menjaga kualitas produk dan layanan pelanggan. Pastikan kamu bekerja sama dengan penyedia produk yang sudah terpercaya dan memiliki reputasi baik. 

Selain itu, respons cepat terhadap pertanyaan pelanggan dan memberikan informasi yang jelas akan membantu menciptakan word of mouth marketing yang efektif.

10. Mengembangkan Bisnis Hijab Online

Setelah bisnis hijab online berjalan, kamu bisa mulai fokus untuk mengembangkannya. Salah satu cara adalah dengan menjadi official store di Tokopedia untuk meningkatkan kredibilitas toko kamu. 

Kamu juga bisa memanfaatkan momen-momen tertentu, seperti membuat paket hijab untuk Lebaran yang berisi hijab dan perlengkapan muslimah lainnya.

Rincian Modal Usaha Hijab Online

Berikut adalah contoh perhitungan rincian modal usaha jilbab secara online dengan perkiraan untuk membuat 10 produk hijab:

Untuk 10 ProdukHarga SatuanTotal
Hijab PolosanRp12.000Rp120.000
Label (Akrilik)Rp400Rp4.000
Benang Jahit (1)Rp2.000Rp2.000
Hang Tag ProdukRp100Rp1.000
Plastik Bag SablonRp700Rp7.000
Plastik PaketRp300Rp3.000
Bungkus HijabRp100Rp1.000
Total Modal 10 Produk Hijab

Rp138.000

Jadi, jika dirata-rata, per produk hijab membutuhkan modal sekitar Rp13.800. Dengan modal tersebut, kamu bisa menentukan harga jual yang lebih tinggi.

Sebagai contoh, jika kamu menjual hijab dengan harga Rp25.000 per produk, maka perhitungan laba per produknya adalah:

Harga jual – Modal = Laba

Rp25.000 – Rp13.800 = Rp11.200

Dengan demikian, laba bersih yang kamu dapatkan per produk adalah Rp11.200. Jika kamu berhasil menjual 100 produk, maka total laba yang bisa kamu raih adalah Rp1.120.000.

Tips Sukses Usaha Jilbab Rumahan

1. Lokasi usaha

Lokasi yang strategis sangat memengaruhi kesuksesan bisnis jilbab. Hal ini akan mempermudah konsumen untuk mengenal dan mengakses bisnis jilbab yang kamu jalankan.

Meskipun usaha konveksi jilbab dijalankan di rumah, pastikan lokasi penjualan tetap berada di tempat yang mudah dijangkau, seperti dekat pusat perbelanjaan, keramaian, atau pasar.

2. Menjual aneka hijab yang lengkap

Konsumen cenderung memilih toko jilbab yang menyediakan berbagai pilihan. Pastikan toko kamu memiliki stok hijab yang lengkap, baik dari segi desain, jenis, ukuran, maupun corak. 

Menjual berbagai macam hijab yang sedang tren akan mempercepat perputaran produk dan meningkatkan penjualan.

3. Menguasai berbagai jenis hijab

Mengetahui berbagai jenis jilbab, busana muslim, dan kerudung sangat penting. Ini akan membantu kamu meyakinkan konsumen bahwa kamu benar-benar ahli dalam bidang ini.

Memahami kelebihan dan kekurangan setiap jenis hijab akan membuat produk yang kamu jual lebih menarik bagi pelanggan.

4. Menjual hijab terkini yang tren

Untuk menjalankan bisnis jilbab yang menguntungkan, pastikan kamu mengikuti tren hijab terkini. Menjual jilbab yang sedang populer di kalangan wanita muslimah akan menarik lebih banyak pembeli. 

Cari informasi tentang tren jilbab melalui media seperti majalah, berita, dan internet.

5. Mencari pemasok hijab

Mencari pemasok hijab yang terpercaya dan responsif sangat penting untuk kelancaran usaha. Pembelian jilbab secara grosir akan lebih menguntungkan daripada membeli eceran.

Setelah usaha berkembang, kamu bisa mempertimbangkan untuk memproduksi jilbab sendiri.

6. Harga murah

Menetapkan harga yang terjangkau adalah kunci dalam menarik banyak pembeli. Pastikan harga jilbab yang kamu jual bersaing dan lebih murah dari pesaing. 

Hal ini dapat meningkatkan volume penjualan dan membangun citra positif untuk bisnis jilbab kamu.

7. Berikan potongan harga

Diskon besar-besaran atau program hadiah dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan omset penjualan. Dengan memberikan potongan harga, kamu bisa menarik lebih banyak konsumen untuk membeli jilbab di toko kamu.

8. Ramah

Pelayanan yang ramah dan cepat sangat penting dalam menjalankan bisnis jilbab. Konsumen yang merasa dihargai dan nyaman berbelanja akan cenderung menjadi pelanggan tetap. 

Pastikan kamu selalu memberi solusi atas masalah yang mereka hadapi dan memberikan pelayanan yang terbaik.

Sebagai penutup, dengan mengikuti langkah-langkah cara memulai bisnis hijab online, kamu bisa mengembangkan usaha ini dengan baik dan sukses di pasar yang terus berkembang.

Terkini