Kenali Penyebab Kaki Kesemutan untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Secara Optimal
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA - Kesemutan sering terjadi pada kaki ketika posisi duduk atau tidur terlalu lama.
Sensasi ini biasanya terasa seperti ditusuk-tusuk atau geli seolah dijalari ribuan semut. Selain rasa geli, kesemutan juga dapat menimbulkan kesulitan dalam menggerakkan kaki.
Fenomena ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda kondisi kesehatan tertentu. Dalam banyak kasus, kesemutan bersifat sementara dan tidak berbahaya. Namun, jika berlangsung lama atau disertai gejala lain, sebaiknya segera diperiksa.
Baca JugaPeran Vitamin C dan Zinc Penting untuk Menjaga Kesehatan saat Puasa Ramadan
Kesemutan yang berkepanjangan perlu diwaspadai. Gejala tambahan seperti lemas, nyeri, atau perubahan penglihatan bisa menunjukkan masalah serius. Pemeriksaan medis dapat membantu mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya.
Efek Obat dan Kesemutan
Beberapa jenis obat dapat menimbulkan efek samping berupa kesemutan. Contohnya pasien yang menjalani kemoterapi atau pengobatan HIV/AIDS sering mengalami gejala ini. Konsultasi dengan dokter penting untuk menyesuaikan pengobatan atau mencari alternatif.
Dokter dapat membantu menilai apakah manfaat obat lebih besar dibanding efek sampingnya. Jika memungkinkan, dokter bisa meresepkan obat dengan efek samping lebih ringan. Hal ini bertujuan agar pengobatan tetap efektif tanpa merusak kualitas hidup pasien.
Kesemutan akibat obat biasanya bersifat reversibel. Dengan penyesuaian dosis atau obat, gejala dapat berkurang. Pasien dianjurkan tetap memantau perubahan tubuh selama pengobatan berlangsung.
Penyakit dan Kekurangan Nutrisi
Diabetes menjadi salah satu penyebab kesemutan pada kaki. Kadar gula darah tinggi dapat merusak saraf dan menimbulkan sensasi kesemutan. Gejala tambahan seperti sering haus, lapar, dan jarang berolahraga patut diwaspadai.
Selain diabetes, kekurangan vitamin B juga berperan. Vitamin B1 atau B12 yang rendah bisa menyebabkan kesemutan dan gangguan saraf. Konsultasi dengan dokter dianjurkan sebelum mengonsumsi suplemen untuk menyeimbangkan kebutuhan tubuh.
Kesemutan juga bisa muncul akibat tekanan saraf atau gangguan autoimun. Kondisi seperti lupus, sindrom Sjögren, atau multiple sclerosis sering menyerang saraf. Artritis yang menekan saraf juga bisa menimbulkan sensasi kesemutan di kaki.
Perubahan Tubuh pada Kehamilan
Ibu hamil sering mengalami kesemutan pada kaki akibat pertumbuhan janin. Rahim yang membesar menekan saraf di kaki dan menyebabkan sensasi mati rasa. Perubahan kadar cairan tubuh juga dapat memicu kesemutan di tangan dan kaki.
Kondisi ini umumnya normal dan hilang setelah melahirkan. Namun, jika kesemutan disertai nyeri atau memburuk, sebaiknya segera konsultasi. Pemeriksaan dokter dapat memastikan kondisi saraf dan sirkulasi tetap aman selama kehamilan.
Kehamilan menuntut perhatian khusus terhadap kesehatan saraf. Perubahan fisik dan hormon dapat mempengaruhi aliran darah. Langkah pencegahan sederhana, seperti mengubah posisi duduk atau tidur, bisa mengurangi risiko kesemutan.
Teknik Pencegahan Kesemutan
Kesemutan dapat muncul akibat posisi duduk atau berdiri terlalu lama. Posisi seperti duduk bersila, jongkok, atau berlutut memberi tekanan berlebih pada saraf. Mengubah posisi tubuh menjadi cara sederhana untuk mencegah dan meredakan kesemutan.
Saraf terjepit akibat cedera atau gerakan berulang juga bisa memicu sensasi kesemutan. Terapi fisik dan olahraga ringan dapat membantu memperbaiki aliran darah. Hal ini mencegah keluhan berulang dan menjaga kesehatan kaki.
Pola hidup sehat menjadi langkah utama pencegahan. Mengontrol gula darah, menjaga asupan vitamin, dan mengatur posisi tubuh penting untuk mengurangi risiko kesemutan. Dengan langkah-langkah ini, kaki tetap nyaman dan saraf terjaga kesehatannya.
Alif Bais Khoiriyah
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Terpopuler
1.
Kredit Perbankan Tumbuh Akhir 2025, Bank Tetap Waspada Risiko
- 22 Januari 2026
2.
BI Suntik Likuiditas Jumbo Awal 2026 Dorong Kredit Perbankan
- 22 Januari 2026
3.
Rupiah Menguat Pagi Ini Kurs Dolar Bank Terbaru Nasional
- 22 Januari 2026
4.
Tabel Angsuran KUR BRI Januari 2026 Lengkap Terbaru
- 22 Januari 2026
5.
Harga Emas Naik Dipicu Ketegangan Geopolitik Global Meningkat
- 22 Januari 2026






.jpg)

