Resep Getuk Singkong Pulen Rumahan dengan Tekstur Lembut dan Legit
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA - Getuk singkong dikenal sebagai kudapan tradisional yang tetap diminati lintas generasi karena cita rasanya yang khas.
Kelezatan getuk tidak hanya terletak pada rasa manisnya, tetapi juga pada tekstur lembut yang terasa nyaman saat dikunyah. Proses pengolahan yang tepat menjadi kunci utama agar singkong dapat berubah menjadi sajian yang pulen dan tidak keras.
Keberhasilan membuat getuk singkong rumahan sangat dipengaruhi oleh pemahaman terhadap karakter bahan dasarnya. Singkong bukan hanya sekadar dikukus lalu ditumbuk, melainkan perlu diproses pada kondisi yang tepat. Ketelitian sejak tahap awal akan menentukan kualitas getuk yang dihasilkan.
Baca JugaPeran Vitamin C dan Zinc Penting untuk Menjaga Kesehatan saat Puasa Ramadan
Bagi banyak orang, getuk menjadi simbol kehangatan dapur tradisional yang sarat nilai budaya. Camilan ini tetap relevan karena mudah dibuat dan bahannya mudah ditemukan. Dengan teknik yang benar, getuk buatan rumah mampu menyaingi tekstur dan rasa getuk dari toko ternama.
Pemilihan Singkong Berkualitas
Langkah awal yang tidak boleh diabaikan dalam pembuatan getuk adalah memilih singkong yang tepat. Tidak semua singkong cocok dijadikan getuk karena perbedaan kadar pati dan serat. Singkong mentega atau singkong madu kerap dipilih karena menghasilkan tekstur lebih lembut.
Singkong berkualitas dapat dikenali dari kulit ari yang kemerahan dan daging yang cerah. Ciri tersebut menandakan kandungan pati yang cukup tinggi dan tekstur yang tidak berserat kasar. Singkong seperti ini akan lebih mudah diolah dan tidak menimbulkan rasa pahit.
Selain jenisnya, tingkat kematangan singkong juga perlu diperhatikan. Singkong yang terlalu tua cenderung memiliki serat kayu yang mengganggu hasil akhir. Sementara itu, singkong yang terlalu muda biasanya kurang padat dan kurang pulen.
Persiapan Bahan Pendukung
Bahan tambahan berperan penting dalam membentuk rasa dan tekstur getuk. Gula merah atau gula aren memberikan rasa manis alami yang khas. Takaran gula dapat disesuaikan tanpa menghilangkan karakter dasar singkong.
Margarin atau mentega menjadi bahan rahasia untuk menciptakan tekstur kalis dan mengilap. Penambahan lemak ini membantu adonan menjadi lebih lembut dan mudah dibentuk. Sedikit garam juga diperlukan untuk menyeimbangkan rasa manis.
Aroma getuk dapat ditingkatkan dengan penggunaan vanili atau daun pandan. Wangi yang dihasilkan membuat getuk terasa lebih menggugah selera. Kombinasi bahan pendukung ini akan memperkaya sensasi saat getuk disantap.
Teknik Pengukusan yang Tepat
Pengukusan menjadi tahap krusial yang menentukan kelembutan singkong. Singkong sebaiknya tidak direbus karena air berlebih dapat merusak struktur patinya. Kukusan yang panas dan stabil membantu singkong matang merata.
Potongan singkong sebaiknya berukuran sedang agar tidak kehilangan pati. Ukuran yang terlalu kecil membuat singkong mudah hancur dan berair. Sebaliknya, potongan terlalu besar berisiko tidak matang sempurna.
Waktu pengukusan biasanya berkisar antara tiga puluh hingga empat puluh lima menit. Tingkat kematangan dapat diuji dengan menusuk bagian tengah singkong. Singkong yang empuk hingga ke dalam menandakan proses pengukusan berhasil.
Proses Penumbukan Singkong
Menumbuk singkong saat masih panas merupakan kunci utama getuk yang pulen. Pada kondisi panas, pati singkong masih lentur dan mudah menyatu. Jika dibiarkan dingin, tekstur singkong akan mengeras dan sulit dihaluskan.
Alat penumbuk sebaiknya dilapisi agar adonan tidak lengket. Proses ini membutuhkan tenaga dan kesabaran agar tidak tersisa gumpalan. Penumbukan yang merata menghasilkan adonan yang halus dan tidak berpasir.
Bahan tambahan seperti gula dan margarin dimasukkan saat proses ini berlangsung. Panas singkong membantu bahan larut dengan sempurna. Hasil akhirnya adalah adonan getuk yang lembut dan mudah dibentuk.
Penyajian dan Variasi Getuk
Getuk paling nikmat disajikan bersama kelapa parut yang telah dikukus. Kelapa yang dikukus dengan sedikit garam memberikan rasa gurih alami. Kombinasi ini menciptakan keseimbangan rasa manis dan gurih.
Penyimpanan getuk perlu diperhatikan agar teksturnya tetap terjaga. Udara dingin dapat membuat pati mengeras sehingga getuk menjadi kaku. Jika perlu disimpan, getuk sebaiknya dibungkus rapat dan dikukus ulang sebelum disajikan.
Selain versi klasik, getuk dapat dikreasikan menjadi berbagai variasi modern. Getuk lindri, getuk goreng, hingga getuk isi cokelat tetap menggunakan dasar adonan yang sama. Kreativitas penyajian membuat getuk tetap relevan di tengah tren kuliner masa kini.
Alif Bais Khoiriyah
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Terpopuler
1.
Kredit Perbankan Tumbuh Akhir 2025, Bank Tetap Waspada Risiko
- 22 Januari 2026
2.
BI Suntik Likuiditas Jumbo Awal 2026 Dorong Kredit Perbankan
- 22 Januari 2026
3.
Rupiah Menguat Pagi Ini Kurs Dolar Bank Terbaru Nasional
- 22 Januari 2026
4.
Tabel Angsuran KUR BRI Januari 2026 Lengkap Terbaru
- 22 Januari 2026
5.
Harga Emas Naik Dipicu Ketegangan Geopolitik Global Meningkat
- 22 Januari 2026






.jpg)

