Kamis, 22 Januari 2026

BNI Pastikan Kinerja 2025 Sesuai Target Dan Tumbuh Positif

BNI Pastikan Kinerja 2025 Sesuai Target Dan Tumbuh Positif
BNI Pastikan Kinerja 2025 Sesuai Target Dan Tumbuh Positif

JAKARTA - Kinerja PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI sepanjang 2025 dinilai tetap solid di tengah dinamika ekonomi nasional dan global. 

Bank pelat merah ini memastikan seluruh indikator utama kinerja masih berada dalam jalur yang telah ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB), dengan pertumbuhan yang merata di berbagai lini usaha.

Direktur BNI Ronny Venir menyampaikan bahwa sepanjang 2025, perseroan mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mempertahankan kualitas aset. Menurutnya, capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi BNI untuk melanjutkan ekspansi bisnis pada 2026.

Baca Juga

Pertarungan Seru Megawati Lawan Bandung Warnai Big Match Proliga Hari Ini

“Alhamdulillah sesuai target. Target yang ditetapkan di RBB 2025 kita sesuai. Mudah-mudahan 2026 juga bisa growth lagi,” ujar Ronny.

Kinerja Bisnis Tetap Bertumbuh Sepanjang Tahun

Ronny menegaskan bahwa kinerja BNI sepanjang 2025 tidak mengalami stagnasi. Pertumbuhan tercatat di hampir seluruh indikator utama, mulai dari penghimpunan dana pihak ketiga, pendapatan berbasis komisi, hingga penyaluran kredit.

“Kalau seluruhnya masih bertumbuh ya. DPK grow, fee based income BNI grow, loan juga kita grow. Dari sisi kualitas kredit juga membaik,” ujarnya.

Pertumbuhan dana pihak ketiga menjadi salah satu penopang likuiditas bank, seiring dengan meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap kinerja dan layanan BNI. Di sisi lain, fee based income juga mencatatkan kinerja positif sejalan dengan peningkatan aktivitas transaksi dan layanan perbankan.

Penyaluran kredit BNI juga terus tumbuh dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Perseroan memastikan ekspansi kredit dilakukan secara selektif agar tetap selaras dengan kondisi ekonomi dan profil risiko debitur.

Kualitas Aset Terjaga Dan Risiko Terkelola

Selain pertumbuhan bisnis, BNI juga menekankan pentingnya menjaga kualitas aset. Ronny menyampaikan bahwa rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross masih berada di bawah level 2 persen, mencerminkan pengelolaan risiko kredit yang solid.

“NPL BNI masih terjaga di bawah 2%. CKPN kita juga masih di atas 200%. Jadi semuanya masih sesuai target,” katanya.

Tingginya pencadangan kerugian penurunan nilai atau CKPN menunjukkan kesiapan BNI dalam mengantisipasi potensi risiko kredit ke depan. Hal ini sekaligus menjadi bantalan yang kuat bagi bank dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Secara konsolidasi, BNI membukukan laba bersih sebesar Rp15,12 triliun hingga kuartal III/2025. Meski angka tersebut menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp16,42 triliun, kinerja operasional bank tetap dinilai sehat.

Pendapatan bunga BNI tercatat mencapai Rp51,16 triliun hingga September 2025, tumbuh 4,77 persen secara tahunan dari Rp48,83 triliun. Dengan beban bunga sebesar Rp21,91 triliun, pendapatan bunga bersih perseroan mencapai Rp29,25 triliun.

Strategi Pertumbuhan Dan Fokus Produk Unggulan

Memasuki 2026, BNI menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan. Ronny menyebut penguatan produk dan fokus pada segmen-segmen potensial menjadi kunci utama.

Sejumlah program pembiayaan pemerintah, seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Daerah Maju dan Produktif (KDMP), akan menjadi salah satu motor pertumbuhan ke depan.

“Produk-produk perbankan lainnya juga akan banyak sekali sekarang, seperti FLPP, KDMP, dan lainnya. Seiring ekonomi bergulir, fee based income juga pasti bertambah,” ujar Ronny.

BNI melihat peluang peningkatan kontribusi dari pembiayaan perumahan dan sektor-sektor produktif yang didorong oleh kebijakan pemerintah. Selain itu, aktivitas ekonomi yang semakin bergairah diyakini akan berdampak positif terhadap pendapatan non-bunga perseroan.

Prospek Kredit Dan Fondasi Keuangan Yang Kuat

Dari sisi penyaluran kredit, BNI optimistis tren pertumbuhan akan berlanjut pada 2026. Sepanjang 2025, kredit BNI memang lebih dominan di segmen korporasi. Namun, perseroan melihat potensi yang semakin besar di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Penyaluran kredit pasti akan bertumbuh. Walaupun kemarin lebih banyak di korporasi, kredit UMKM saya pikir juga akan lebih banyak untuk pertumbuhan ke depan,” tambah Ronny.

Hingga akhir September 2025, total penyaluran kredit BNI tumbuh 10,5 persen secara tahunan menjadi Rp812,2 triliun dengan pertumbuhan yang merata di seluruh segmen bisnis.

Dari sisi permodalan dan likuiditas, fondasi keuangan BNI dinilai sangat solid. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio berada di level 21,1 persen, didukung oleh Tier-1 Capital yang kuat. Likuiditas juga terjaga dengan loan to deposit ratio sebesar 86,9 persen, liquidity coverage ratio 167,4 persen, serta net stable funding ratio 142,1 persen.

Kualitas aset turut menunjukkan perbaikan dengan rasio NPL gross di kisaran 2 persen dan loan at risk membaik ke level 10,4 persen. Dengan kombinasi pertumbuhan bisnis, pengelolaan risiko yang prudent, serta permodalan yang kuat, BNI optimistis dapat melanjutkan kinerja positif pada 2026.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bank Indonesia Terapkan Langkah Strategis untuk Menjaga Rupiah Tetap Stabil

Bank Indonesia Terapkan Langkah Strategis untuk Menjaga Rupiah Tetap Stabil

Skema KUR BRI 2026 Dorong Kemudahan Pembiayaan UMKM Nasional

Skema KUR BRI 2026 Dorong Kemudahan Pembiayaan UMKM Nasional

Polytron Siap Luncurkan Mobil Listrik Terbaru Ramah Lingkungan di Indonesia

Polytron Siap Luncurkan Mobil Listrik Terbaru Ramah Lingkungan di Indonesia

DAMRI Luncurkan Bus Jogja-YIA, Dorong Mobilitas Penumpang Lebih Cepat dan Praktis

DAMRI Luncurkan Bus Jogja-YIA, Dorong Mobilitas Penumpang Lebih Cepat dan Praktis

KAI Perkuat Sistem Tiket untuk Pastikan Mudik Lebaran 2026 Lancar dan Aman

KAI Perkuat Sistem Tiket untuk Pastikan Mudik Lebaran 2026 Lancar dan Aman