RSUD Cabangbungin Turun Langsung Layani Warga Terdampak Banjir Jayalaksana

RSUD Cabangbungin Turun Langsung Layani Warga Terdampak Banjir Jayalaksana
Jumat, 30 Januari 2026 | 13:20:06 WIB

JAKARTA - Genangan banjir setinggi kurang lebih 30 sentimeter yang merendam Kampung Cangkring, Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga membatasi akses mereka terhadap layanan kesehatan dan kebutuhan dasar. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran tenaga medis menjadi sangat krusial, terlebih bagi kelompok rentan yang kesulitan bergerak menuju posko pelayanan.

Melihat situasi tersebut, RSUD Cabangbungin mengambil langkah cepat dengan menggelar kegiatan bakti sosial yang menggabungkan dua fokus utama: pemeriksaan kesehatan serta pembagian sembako untuk masyarakat terdampak. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (29/01/2026) di Kampung Cangkring dan menjadi bentuk kepedulian langsung RSUD Cabangbungin terhadap kondisi warga yang masih berhadapan dengan dampak banjir.

Direktur RSUD Cabangbungin, dr. Erni Herdiani, menegaskan bahwa aksi sosial ini bukan hanya simbol bantuan, melainkan upaya nyata agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak di tengah keterbatasan akses.

Bakti Sosial Digelar Sejak Pagi, Layani Ratusan Warga

Pelaksanaan kegiatan bakti sosial dilakukan sejak pagi hingga siang hari. RSUD Cabangbungin mengerahkan tim tenaga kesehatan dan berkolaborasi dengan Puskesmas Cabangbungin agar pelayanan dapat berjalan maksimal.

Jumlah pasien yang dilayani menunjukkan bahwa kebutuhan pemeriksaan kesehatan di wilayah terdampak banjir cukup besar. Dalam situasi banjir, risiko penyakit seperti infeksi kulit, diare, demam, hingga gangguan pernapasan cenderung meningkat. Karena itu, layanan pemeriksaan langsung di lokasi menjadi bentuk respons yang relevan dengan kondisi lapangan.

Selain itu, keterlibatan RSUD Cabangbungin dan Puskesmas Cabangbungin mencerminkan upaya memperkuat layanan kesehatan berbasis kolaborasi, agar tidak ada warga yang terlewat dari jangkauan bantuan.

Tim Kesehatan Jemput Bola, Datangi Warga Menggunakan Perahu Karet

Salah satu tantangan utama dalam penanganan banjir adalah akses yang terbatas. Banyak warga yang tidak bisa datang ke posko kesehatan karena kondisi wilayah masih tergenang air. RSUD Cabangbungin pun tidak menunggu warga datang, melainkan memilih strategi proaktif dengan menjemput bola.

Langkah ini menjadi poin penting, karena dalam kondisi banjir, warga yang sakit seringkali memilih bertahan di rumah karena akses sulit dan risiko terpeleset atau terjatuh. Kehadiran tim medis yang datang langsung membuat pelayanan kesehatan lebih inklusif, terutama bagi warga lanjut usia, anak-anak, dan pasien dengan kondisi tertentu yang membutuhkan pemeriksaan segera.

Dengan menggunakan perahu karet, tim kesehatan dapat menjangkau area yang tidak bisa dilalui kendaraan, sekaligus memastikan pelayanan tidak hanya terpusat di satu titik.

Ada Pasien Butuh Penanganan Lanjutan, Satu Orang Dirujuk

Tidak semua kasus kesehatan bisa ditangani secara sederhana di lapangan. RSUD Cabangbungin juga mencatat adanya pasien yang membutuhkan tindakan lebih lanjut. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, tim melakukan penanganan langsung pada beberapa pasien, serta merujuk satu pasien untuk perawatan lanjutan di rumah sakit.

Keterangan ini menegaskan bahwa bakti sosial tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan semata, melainkan juga memastikan kesinambungan layanan bagi pasien yang memerlukan tindak lanjut. Sistem rujukan ini menjadi bentuk tanggung jawab layanan kesehatan yang tidak terputus, terutama dalam kondisi darurat akibat bencana banjir.

Dengan demikian, warga tetap memiliki jalur penanganan yang jelas, mulai dari pemeriksaan lapangan hingga perawatan lanjutan bila diperlukan.

Sembako Disalurkan untuk Bantu Kebutuhan Dasar Warga

Selain layanan kesehatan, RSUD Cabangbungin juga memahami bahwa banjir membawa dampak ekonomi dan logistik bagi warga. Aktivitas harian terganggu, bahan makanan sulit diperoleh, dan kebutuhan dasar meningkat. Karena itu, RSUD Cabangbungin menyalurkan bantuan sembako untuk membantu meringankan beban warga terdampak.

Bantuan sembako ini menjadi pelengkap dari layanan kesehatan. Dalam situasi bencana, pemenuhan kebutuhan dasar sangat berkaitan dengan kondisi kesehatan masyarakat. Ketersediaan makanan dan air minum yang cukup dapat mencegah risiko gangguan kesehatan lanjutan, terutama pada anak-anak dan lansia.

Dengan pembagian sembako tersebut, warga dapat terbantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa banjir belum surut sepenuhnya.

Kolaborasi Banyak Pihak, Tenaga Medis Dikerahkan Secara Optimal

Kesuksesan kegiatan bakti sosial ini juga tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Di lapangan, aparat desa dan unsur masyarakat turut membantu agar pelayanan berjalan lancar, termasuk saat proses penjangkauan wilayah tergenang.

Dari sisi sumber daya, RSUD Cabangbungin menurunkan tenaga kesehatan dan unsur pendukung lainnya agar pelayanan dapat berjalan menyeluruh.

Kegiatan ini juga diperkuat oleh tim dari Puskesmas Cabangbungin.

Melalui bakti sosial tersebut, RSUD Cabangbungin berharap dampak banjir dapat ditekan, baik dari sisi kesehatan maupun kebutuhan warga.

Reporter: Gemilang Ramadhan