Devano Dalami Peran DJ di Film CAPER, Riset Sampai Klub Malam

Devano Dalami Peran DJ di Film CAPER, Riset Sampai Klub Malam
Jumat, 30 Januari 2026 | 13:20:09 WIB

JAKARTA - Tidak semua peran bisa dimainkan hanya dengan mengandalkan naskah dan kemampuan akting di depan kamera. Ada karakter-karakter tertentu yang menuntut aktornya ikut “masuk” ke dunia yang sedang ia perankan, memahami budaya di baliknya, bahkan merasakan langsung suasana yang menjadi bagian dari keseharian tokoh tersebut. Itulah yang dilakukan penyanyi sekaligus aktor muda Devano Danendra saat dipercaya memerankan karakter Mail, seorang disk jockey (DJ) dalam film terbaru berjudul “Check Out Sekarang PAYLATER (CAPER)”.

Dalam film ini, Devano bukan sekadar tampil sebagai DJ di permukaan, melainkan benar-benar mencoba membangun karakter Mail dari akar: mulai dari gaya hidup, cara kerja seorang DJ, sampai nuansa musik yang identik dengan dunianya. Peran tersebut membuat Devano harus keluar dari zona nyaman dan menyelami genre musik yang punya karakter kuat, yakni funkot atau funky kota—musik yang ritmenya cepat, enerjik, dan lekat dengan atmosfer klub malam.

Peran Mail dan Tantangan Keluar dari Zona Nyaman

Bagi Devano, film CAPER menjadi ruang eksplorasi baru dalam perjalanan kariernya sebagai aktor. Ia harus menampilkan sosok Mail bukan hanya sebagai “orang yang memutar musik”, tetapi sebagai individu yang paham ritme panggung, tahu bagaimana membangun energi penonton, dan punya gaya khas seorang DJ.

Karakter ini juga cukup berbeda dari citra Devano yang selama ini dikenal publik sebagai penyanyi muda dengan persona yang relatif aman dan rapi. Karena itu, ia menyebut peran ini menuntut kesiapan mental untuk tampil berbeda dan berani mencoba hal baru.

Menjadi DJ dalam film bukan berarti cukup berdiri di depan turntable dan pura-pura memencet tombol. Detail kecil seperti gestur tangan, ekspresi saat “drop” musik, hingga cara membaca keramaian, semuanya bisa terlihat janggal jika tidak dipelajari. Maka, Devano pun memilih jalur serius: riset dan observasi langsung.

Riset Jadi DJ: Belajar Musik Funkot dan Datang ke Klub

Devano mengungkapkan bahwa sejak awal ia sudah tahu peran DJ yang ia mainkan tidak bisa dilepaskan dari jenis musik yang menjadi identitas Mail, yaitu funkot. Karena itu, ia melakukan riset menyeluruh untuk memahami bagaimana DJ bekerja dan bagaimana musik funkot dimainkan.

Dari pernyataan tersebut terlihat bahwa proses pendalaman peran dilakukan dari berbagai sisi: ia tidak hanya belajar teori atau menonton referensi, tetapi juga mendatangi klub malam untuk merasakan atmosfernya secara langsung. Dengan cara itu, Devano bisa menangkap bagaimana interaksi DJ dengan pengunjung, bagaimana suasana dibangun, serta bagaimana musik menjadi pusat dari pengalaman malam itu.

Riset seperti ini menjadi penting karena dunia klub dan musik funkot memiliki budaya yang spesifik. Ada energi yang tidak bisa “dibuat-buat” jika aktornya tidak pernah melihat langsung seperti apa dinamika ruang tersebut. Pengalaman itu kemudian diterjemahkan Devano ke dalam cara ia membawakan karakter Mail.

Tak Sekadar Akting, Devano Isi OST dengan Nuansa Funkot

Menariknya, keterlibatan Devano dalam film CAPER tidak berhenti pada akting. Ia juga ikut mengisi original soundtrack (OST) film dengan nuansa musik funkot. Ini membuat kontribusinya terasa lebih utuh karena karakter Mail tidak hanya hidup di adegan, tetapi juga di musik yang menjadi bagian penting dari film.

Namun proses rekaman OST itu ternyata tidak mudah. Devano mengaku tantangannya justru datang dari cara bernyanyi. Ia harus mengubah gaya vokalnya agar sesuai dengan karakter Mail—bukan menggunakan gaya bernyanyi Devano yang biasa didengar publik.

Tak banyak penyanyi yang bersedia “melepas” identitas vokalnya demi kebutuhan karakter. Tapi dalam CAPER, Devano memilih untuk total. Ia ingin penonton benar-benar merasakan bahwa lagu tersebut memang datang dari sosok Mail, bukan dari Devano sebagai dirinya sendiri.

Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana Devano memandang musik sebagai bagian dari akting, bukan elemen terpisah. Baginya, jika karakter bisa dibangun dengan ragam ekspresi dan gaya, maka musik pun bisa mengikuti “wajah” karakter tersebut.

Pesan Moral: Simbol Perlawanan terhadap Pinjol Ilegal

Di balik kemasan film yang tampak ringan dan kekinian, CAPER membawa isu yang cukup relevan dengan kehidupan sehari-hari: fenomena pinjaman online (pinjol) ilegal. Devano menyebut bahwa lagu yang ia bawakan bukan sekadar pelengkap adegan, tetapi punya muatan pesan moral yang kuat.

Musik funkot yang energik diolah menjadi simbol perlawanan—sebuah cara kreatif untuk menyuarakan kritik dan ajakan agar masyarakat lebih waspada terhadap jeratan pinjol ilegal. Dengan demikian, film ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga menyelipkan edukasi sosial yang dekat dengan realitas generasi muda.

Hal ini juga sejalan dengan karakter Mail yang digambarkan sebagai anak muda yang berani, ekspresif, dan punya sikap. Musik yang ia mainkan bukan sekadar untuk meramaikan suasana, tetapi menjadi bentuk suara perlawanan.

Jadwal Tayang: CAPER Siap Guncang Bioskop Februari 2026

Keinginan untuk terus tampil berbeda di usia muda menjadi motivasi utama Devano dalam mengambil peran ini. Ia tidak ingin terjebak pada karakter yang itu-itu saja, melainkan berusaha memperluas spektrum kemampuan akting dan musikalitasnya.

Film "Check Out Sekarang PAYLATER (CAPER)" juga dibintangi oleh Amanda Manopo dan Fajar Sadboy, dan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 5 Februari 2026. Dengan kombinasi tema kekinian, karakter yang unik, serta musik funkot yang kuat, CAPER diprediksi menjadi film yang cukup menyita perhatian penonton muda.

Lewat peran Mail, Devano menunjukkan bahwa totalitas dalam seni bukan sekadar jargon. Ia membuktikan bahwa membangun karakter bisa dilakukan dari berbagai arah—dari riset lapangan, pendalaman budaya, hingga menyatu dalam musik yang menjadi nyawa cerita.

Reporter: Gemilang Ramadhan