JAKARTA - Pemerintah kini mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat reformasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Langkah ini menyasar peningkatan stabilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terkoreksi akibat perubahan penilaian lembaga pemeringkat internasional. Upaya ini menegaskan komitmen pemerintah menjaga kredibilitas pasar modal sekaligus fundamental ekonomi nasional.
Perbaikan IHSG dan Koordinasi Ekonomi
IHSG menunjukkan pemulihan dengan beberapa saham kembali berada di jalur positif. Kondisi ini terjadi meski pengumuman MSCI memicu lembaga pemeringkat lain menyesuaikan penilaian terhadap pasar saham Indonesia. Koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter dinilai berjalan efektif untuk menstabilkan pasar.
Pemantauan intensif terhadap pergerakan saham dilakukan agar fluktuasi tetap terkendali. Pemerintah menekankan perlunya langkah strategis demi menjaga kepercayaan investor domestik dan asing. Perbaikan ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai pasar dengan fundamental ekonomi yang solid.
Percepatan Demutualisasi BEI
Arahan utama pemerintah adalah mempercepat proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia.
Tujuan demutualisasi adalah mengurangi benturan kepentingan antara pengurus dan anggota bursa serta mencegah praktik perdagangan tidak sehat. Proses ini juga membuka peluang investasi dari Danantara dan lembaga terkait lain serta mempersiapkan BEI menuju go public.
Demutualisasi diharapkan meningkatkan tata kelola, transparansi, dan profesionalisme operasional bursa. Hal ini menjadi langkah penting agar Bursa Efek Indonesia mampu bersaing dengan standar internasional. Penerapan model ini akan membawa efisiensi dalam pengawasan pasar dan perlindungan investor.
Peningkatan Free Float Saham
Pemerintah juga menargetkan peningkatan free float dari 7,5% menjadi 15%. Langkah ini bertujuan memperluas kepemilikan publik dan meningkatkan keterbukaan informasi di pasar modal. Kenaikan free float ditujukan agar tata kelola BEI setara dengan bursa regional di Malaysia, Hong Kong, dan Jepang.
Free float yang lebih tinggi juga memberi peluang bagi investor ritel untuk berpartisipasi lebih luas. Langkah ini diharapkan meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan stabilitas pasar jangka panjang. Penyesuaian free float ini menjadi bagian integral dari reformasi bursa secara menyeluruh.
Peningkatan Limit Investasi Dana Pensiun dan Asuransi
Selain itu, pemerintah meningkatkan batas porsi investasi dana pensiun dan asuransi dari 8% menjadi 20%. Kebijakan ini sejalan dengan praktik di negara-negara OECD dan bertujuan memperkuat pendalaman pasar modal domestik. Dengan limit lebih tinggi, institusi keuangan dapat berkontribusi lebih signifikan dalam stabilitas IHSG.
Langkah ini diharapkan mendorong partisipasi investor institusi jangka panjang. Investasi yang lebih besar dari dana pensiun dan asuransi memberikan dampak positif terhadap likuiditas dan harga saham. Kebijakan ini juga menjadi sinyal positif bagi investor global terkait kematangan pasar modal Indonesia.
Komitmen Pemerintah terhadap Reformasi Pasar
Secara keseluruhan, arahan Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar modal.
Reformasi yang mencakup demutualisasi BEI, peningkatan free float, dan limit investasi bertujuan memperkuat struktur pasar. Langkah-langkah ini diharapkan mendukung pertumbuhan IHSG yang sehat dan berkelanjutan.
Kebijakan ini juga menegaskan kesiapan Indonesia menghadapi tantangan global sekaligus menjaga kepercayaan investor. Dengan langkah strategis yang jelas, pasar modal nasional dapat tumbuh lebih transparan dan efisien. Upaya reformasi ini menjadi fondasi bagi pengembangan pasar modal yang modern dan kompetitif.