JAKARTA - Pergerakan harga perak memasuki fase yang jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Logam mulia ini mencatat lonjakan tajam dan menarik perhatian pelaku pasar global. Momentum tersebut ikut terasa hingga ke pasar domestik dan mendorong optimisme investor.
Kenaikan harga perak hari ini memperlihatkan perubahan dinamika pasar komoditas. Selama ini perak kerap tertinggal dibandingkan emas. Kini perak justru menunjukkan performa agresif dalam waktu singkat.
Fenomena Harga Perak Melesat 10%, Spot Dunia Tembus Rekor Baru! menjadi penanda penting. Lonjakan tersebut memperkuat posisi perak sebagai alternatif investasi. Pasar pun mulai menilai ulang potensi jangka menengah logam ini.
Penyesuaian Harga Perak Antam di Pasar Domestik
Di pasar dalam negeri, harga perak batangan mengalami penyesuaian signifikan. PT Aneka Tambang Tbk menaikkan harga menyusul reli panjang di pasar global. Kenaikan ini memberikan keuntungan bagi investor yang telah melakukan pembelian lebih awal.
Harga per gram perak batangan berada di kisaran Rp56.500 hingga Rp57.550. Angka ini mencerminkan kenaikan sekitar Rp2.000 dibandingkan posisi sebelumnya. Lonjakan tersebut menjadi salah satu kenaikan harian tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Untuk ukuran lebih besar, estimasi harga 100 gram berada di rentang Rp7.700.000 hingga Rp11.487.500. Sementara ukuran 500 gram telah menembus level Rp38.000.000 lebih. Kenaikan ini mencerminkan ketatnya pasokan dan tingginya biaya impor.
Rebound Tajam Harga Spot Perak Dunia
Pasar global menjadi faktor utama penggerak kenaikan harga perak. Harga spot dunia kini berada di level 77,98 dolar AS per troy ounce. Lonjakan harian mencapai 10,09 persen dan tergolong sangat jarang terjadi.
Kenaikan ini terjadi setelah perak sempat mengalami tekanan akibat aksi ambil untung. Namun permintaan kembali meningkat secara agresif. Investor global kembali memburu perak dalam volume besar.
Permintaan industri menjadi pendorong utama rebound tersebut. Kebutuhan perak untuk panel surya dan kendaraan listrik meningkat tajam di awal 2026. Sentimen ini memperkuat posisi perak sebagai komoditas strategis.
Harga Perak Retail dan Produk Internasional
Di pasar ritel, harga perak menunjukkan variasi yang cukup lebar. Produk bermerek internasional umumnya dibanderol lebih mahal. Faktor kelangkaan dan biaya impor menjadi penyebab utama perbedaan harga.
Untuk ukuran kecil, perak 1 gram di pasar ritel berada di kisaran Rp153.100. Sementara ukuran 10 gram dari cetakan lokal dijual sekitar Rp711.833. Harga ini mencerminkan tambahan biaya distribusi dan margin penjual.
Pada ukuran besar, perak 1 kilogram bermerek internasional berada di rentang Rp92.000.000 hingga Rp98.900.000. Produk ini banyak diminati kolektor dan investor besar. Permintaan tetap tinggi meski harga terus meningkat.
Strategi Investasi Saat Harga Perak Melonjak
Lonjakan harga perak yang tajam menuntut kehati-hatian investor. Volatilitas tinggi dapat membuka peluang sekaligus risiko. Oleh karena itu, strategi investasi perlu disesuaikan dengan kondisi pasar.
Investor perlu memperhatikan spread harga beli dan jual perak. Spread perak umumnya lebih lebar dibandingkan emas. Hal ini perlu diperhitungkan agar tidak menggerus keuntungan.
Orientasi investasi disarankan untuk jangka menengah hingga panjang. Pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS juga perlu dipantau. Pelemahan rupiah berpotensi mendorong harga perak domestik semakin mahal.