6 Kebiasaan Konsumsi Makanan Ini Picu Penurunan IQ

Kamis, 19 Februari 2026 | 09:01:45 WIB
6 Kebiasaan Konsumsi Makanan Ini Picu Penurunan IQ

JAKARTA - Tidak banyak orang menyadari bahwa apa yang dikonsumsi setiap hari bisa berdampak langsung pada performa otak. Selama ini, makanan kerap hanya dikaitkan dengan berat badan atau kesehatan jantung. 

Padahal, pola makan tinggi gula, lemak jahat, dan garam dalam jangka panjang juga dapat memengaruhi fungsi kognitif, termasuk konsentrasi, daya ingat, hingga kemampuan belajar.

Beberapa jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari ternyata dapat memengaruhi fungsi otak dan berpotensi membuat IQ menurun jika dilahap secara berlebihan dalam jangka panjang. Lalu, apa saja makanan penyebab IQ turun?

Pola makan tinggi gula, lemak jahat, dan garam dapat memicu peradangan serta mengganggu aliran darah ke otak. Kondisi ini berpengaruh pada keseimbangan zat kimia otak yang berperan penting dalam konsentrasi dan memori. Padahal, otak membutuhkan asupan nutrisi stabil seperti protein berkualitas, lemak sehat, vitamin B, zat besi, dan antioksidan agar dapat bekerja optimal.

Sebaliknya, makanan tinggi lemak trans, gula tambahan, dan natrium berlebih bisa mengganggu kerja sel saraf. Jika kebiasaan ini berlangsung lama, fungsi kognitif dapat menurun dan berdampak pada kemampuan berpikir serta belajar.

Mengutip dari Psychology Today, konsumsi makanan tidak sehat memang tidak langsung mengganggu kemampuan berpikir. Namun, kebiasaan tersebut dapat memicu obesitas, yang menurut penelitian merupakan faktor risiko penurunan kognitif dan gangguan memori.

Berikut beberapa jenis makanan penyebab IQ turun yang perlu diwaspadai.

1. Minuman manis kemasan

Minuman manis dan soda mengandung gula tambahan yang tinggi. Konsumsi gula berlebihan dapat mengganggu regulasi glukosa dalam tubuh dan memengaruhi area otak yang berperan dalam pembelajaran dan memori.

Asupan gula yang terlalu sering juga dikaitkan dengan perubahan suasana hati, peningkatan risiko depresi, serta gangguan konsentrasi. Selain minuman manis, makanan dengan pemanis berlebih juga sebaiknya dibatasi agar fungsi otak tetap terjaga.

Kadar gula yang melonjak tajam lalu turun drastis dapat membuat tubuh cepat lelah dan sulit fokus. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa memengaruhi performa mental secara keseluruhan.

2. Gorengan

Gorengan, makanan cepat saji, dan camilan olahan sering mengandung lemak trans dan lemak jenuh dalam jumlah tinggi. Lemak jenis ini dapat meningkatkan kolesterol jahat, memicu peradangan, serta mengganggu aliran darah ke otak.

Mengutip dari Chicago Internal Cleansing, sebuah studi menemukan makanan cepat saji dapat mengubah enzim kimia di otak yang dapat menyebabkan gejala depresi dan kecemasan. Selain itu, makanan tinggi lemak jenuh seperti gorengan juga dapat memengaruhi dopamin, hormon yang meningkatkan perasaan bahagia.

Dopamin berperan dalam memelihara fungsi kognitif, kapasitas belajar, kewaspadaan, motivasi, hingga memori. Ketika keseimbangannya terganggu, kemampuan berpikir dan fokus pun dapat ikut terdampak.

3. Keripik asin

Asupan natrium berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan mengganggu aliran darah ke otak. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat memengaruhi fungsi kognitif dan mengganggu kemampuan berpikir.

Produk seperti keripik, makanan instan, saus kemasan, dan makanan kalengan sering kali mengandung garam dalam jumlah tinggi tanpa disadari. Konsumsi rutin dalam porsi besar berpotensi memberikan dampak jangka panjang pada kesehatan otak.

4. Sosis

Sosis, nugget, daging asap, dan produk olahan lainnya umumnya tinggi natrium, lemak jenuh, serta bahan pengawet seperti nitrat. Konsumsi rutin dalam jumlah besar dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kognitif.

Mengutip dari Good Housekeeping, beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi daging merah olahan secara berlebihan berhubungan dengan risiko demensia yang lebih tinggi dibandingkan konsumsi dalam jumlah terbatas.

Kandungan pengawet dan lemak jenuh yang tinggi dalam makanan olahan membuat jenis makanan ini perlu dibatasi demi menjaga kesehatan jangka panjang, termasuk fungsi otak.

5. Kopi berlebihan

Kafein dalam jumlah normal bisa membantu meningkatkan fokus dan kewaspadaan. Namun, konsumsi berlebihan dapat mengganggu pola tidur dan meningkatkan kecemasan.

Kurang tidur kronis terbukti berdampak negatif pada daya ingat dan kemampuan berpikir jangka panjang. Ketika kualitas tidur terganggu, proses konsolidasi memori di otak juga tidak berjalan optimal.

6. Alkohol

Konsumsi alkohol dalam jumlah besar dan jangka panjang dapat menyebabkan perubahan struktur otak, terutama pada area yang mengatur pengambilan keputusan dan kontrol diri. Mengonsumsi terlalu banyak juga dikaitkan dengan gangguan daya ingat dan peningkatan risiko demensia.

Efeknya mungkin tidak terasa secara instan, tetapi paparan terus-menerus dapat mempercepat penurunan fungsi kognitif. Karena itu, pembatasan konsumsi menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan otak.

Demikian beberapa makanan penyebab IQ turun. Sesekali mungkin tidak langsung berdampak serius, tetapi konsumsi berlebihan secara terus-menerus dapat mempercepat penurunan kemampuan berpikir.

Mengurangi asupan makanan tinggi gula, lemak jahat, dan garam serta memperbanyak konsumsi sayur, buah, biji-bijian utuh, ikan, dan lemak sehat dapat membantu menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang. Pola makan seimbang bukan hanya baik untuk tubuh, tetapi juga berperan penting dalam mempertahankan fungsi kognitif agar tetap optimal seiring bertambahnya usia.

Terkini