Menteri Agama, Nasaruddin Sebut Kesejahteraan Guru Dorong Pembelajaran Berkualitas

Senin, 23 Februari 2026 | 14:10:53 WIB
Menteri Agama, Nasaruddin Sebut Kesejahteraan Guru Dorong Pembelajaran Berkualitas

JAKARTA - Pengembangan kompetensi guru dan peningkatan kesejahteraan harus berjalan seiring. 

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa keduanya saling mendukung untuk menghasilkan pembelajaran berkualitas. “Guru yang profesional dan sejahtera diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, inklusif, serta berorientasi pada penguatan karakter peserta didik,” ujarnya.

Menjadi guru bukan hanya soal mengajar, tetapi juga memastikan kualitas pembelajaran di kelas optimal. Guru yang memiliki kompetensi baik namun kesejahteraannya kurang, bisa berdampak pada motivasi dan hasil belajar peserta didik. Begitu pula, guru sejahtera tapi kurang kompeten tidak akan maksimal dalam mengembangkan potensi murid.

Oleh karena itu, keseimbangan antara kompetensi dan kesejahteraan menjadi kunci keberhasilan pendidikan. Hal ini juga diharapkan dapat memperkuat profesionalisme guru di seluruh jenjang pendidikan. Dengan demikian, pendidikan di Indonesia bisa lebih inklusif dan merata.

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai Pilar Utama

Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi instrumen penting dalam pengembangan kompetensi guru. Program ini memastikan guru memiliki kapasitas akademik serta mampu menerapkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. 

“Peningkatan kompetensi melalui PPG ini diharapkan dapat berdampak pada kualitas pembelajaran di kelas yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh,” kata Menag.

PPG bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan. Guru yang mengikuti PPG mendapatkan pembekalan pedagogik, profesional, dan praktik lapangan. Dengan begitu, guru siap mengajar sesuai bidang keahlian dan standar yang telah ditetapkan.

Selain itu, PPG memberikan dasar bagi guru untuk menerima sertifikasi profesi. Sertifikasi ini menjadi acuan penempatan tugas sesuai kualifikasi akademik guru. Langkah ini mengurangi risiko guru mengajar di bidang yang tidak sesuai dengan keahlian mereka.

Sertifikasi dan Tata Kelola Distribusi Tugas Guru

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamarudin Amin, menekankan bahwa sertifikasi guru meningkatkan manajemen distribusi tugas. 

“Saya berharap penguatan manajemen guru melalui sertifikasi profesi ini, dapat memberikan dampak nyata terhadap tata kelola distribusi tugas guru agar sesuai dengan kualifikasi akademik yang dimilikinya,” ujarnya. Dengan sistem ini, guru akan ditempatkan sesuai bidang keahlian.

Distribusi tugas yang tepat mendorong efektivitas belajar mengajar. Guru tidak lagi menghadapi tekanan mengajar di bidang yang tidak dikuasai. Hal ini juga membantu peserta didik menerima pembelajaran yang lebih profesional dan berkualitas.

Selain distribusi, sertifikasi memberikan kepastian bagi guru terkait jenjang karier dan penghargaan profesional. Guru yang kompeten dan sejahtera lebih termotivasi untuk berinovasi dalam proses pembelajaran. Dampaknya, mutu pendidikan meningkat secara signifikan di seluruh Indonesia.

PPG sebagai Instrumen Peningkatan Kesejahteraan Guru

Pelaksanaan PPG juga memiliki fungsi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Kamarudin menjelaskan, program ini bukan hanya meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga menjadi instrumen kebijakan kesejahteraan. 

“Kami akan terus memastikan PPG berjalan dengan lancar sebagai instrumen yang mengantarkan guru-guru di bawah Kementerian Agama menjadi profesional dan tentu memiliki kesejahteraan yang baik,” pungkasnya.

Dengan adanya insentif dan sertifikasi melalui PPG, guru mendapatkan pengakuan formal atas profesionalismenya. Hal ini mendorong kepuasan kerja dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Seiring waktu, hal ini juga akan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih kondusif bagi peserta didik.

Selain itu, kesejahteraan guru menjadi tolok ukur keberhasilan program pendidikan. Guru yang sejahtera dapat fokus mengajar dan mengembangkan metode pembelajaran inovatif. Dengan demikian, PPG tidak hanya menguatkan kapasitas guru, tetapi juga mendukung stabilitas ekonomi dan profesionalisme mereka.

Dampak Kompetensi dan Kesejahteraan terhadap Mutu Pendidikan

Hubungan antara kompetensi dan kesejahteraan guru berimplikasi langsung pada mutu pendidikan. Guru yang profesional dan sejahtera lebih mampu menghadirkan pembelajaran yang efektif, kreatif, dan inovatif. Peserta didik pun menerima pengajaran yang berkualitas dan sesuai kebutuhan perkembangan karakter mereka.

Selain itu, penguatan kompetensi melalui program PPG dan kesejahteraan yang memadai dapat menekan disparitas kualitas pendidikan. Guru di berbagai daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang secara profesional. Dengan begitu, kesenjangan pendidikan antara kota dan daerah dapat diminimalkan.

Kombinasi kompetensi dan kesejahteraan guru menjadi fondasi penting untuk sistem pendidikan yang berkelanjutan. Kualitas pembelajaran meningkat, motivasi guru terjaga, dan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang optimal. “Guru yang sejahtera dan kompeten adalah kunci terciptanya pendidikan berkualitas bagi seluruh generasi muda Indonesia,” tutup Menag.

Terkini