Gapasdap Dorong ASDP Segera Bangun 3 Dermaga Baru Ketapang

Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:07:55 WIB
Gapasdap Dorong ASDP Segera Bangun 3 Dermaga Baru Ketapang

JAKARTA - Seiring meningkatnya arus kendaraan dan wisatawan di lintasan Ketapang-Gilimanuk, kebutuhan fasilitas penyeberangan yang memadai semakin mendesak. 

Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) menekankan pentingnya penambahan dermaga baru untuk mengurangi antrean panjang dan memastikan kelancaran operasional kapal feri di Selat Bali.

Ketua Umum Gapasdap, Khoiri Soetomo, menyebutkan bahwa pembangunan dermaga baru menjadi langkah strategis agar kapasitas pelabuhan bisa mengikuti jumlah kapal yang ada, sekaligus menekan potensi kemacetan yang sering muncul saat puncak arus mudik dan balik. 

Menurut Khoiri, meskipun kapal feri di lintasan Ketapang-Gilimanuk berjumlah 56 unit, fasilitas dermaga yang ada saat ini hanya mampu menampung 28 unit. Kondisi ini menimbulkan antrean panjang, bahkan sampai 40 kilometer, terutama saat musim libur dan perayaan besar.

“Kami telah menyampaikan langsung kepada Wakil Menteri Perhubungan, Komjen Pol (Purn) Suntana, mengenai pentingnya pembangunan dermaga baru. Respons yang diterima sangat positif, dan kami optimistis akan ada tindak lanjut,” ujarnya.

Kondisi Pelabuhan Saat Ini dan Kelebihan Kapal

Khoiri menekankan bahwa masalah utama bukan kekurangan kapal, melainkan keterbatasan dermaga. “Sejatinya, di lintasan Ketapang-Gilimanuk ini tidak pernah terjadi kekurangan kapal. Yang ada justru kelebihan kapal, namun fasilitas dermaga hanya untuk setengah kapasitas,” jelasnya.

Dengan jumlah kapal yang berlebih dibandingkan kapasitas dermaga, manajemen antrean menjadi tantangan. Sedikit keterlambatan atau kekeliruan operasional langsung berdampak pada panjangnya antrean kendaraan. 

Fenomena ini terbukti selama arus mudik sebelum Hari Raya Nyepi dan Lebaran, ketika antrean di Pelabuhan Gilimanuk sempat mencapai puluhan kilometer.

Menurut Khoiri, penyeberangan Ketapang-Gilimanuk bukan sekadar moda transportasi, tetapi juga fungsi infrastruktur vital yang mendukung mobilitas massal. Kehadiran dermaga yang memadai akan mempercepat proses naik-turun penumpang dan kendaraan, sehingga arus lalu lintas dapat berjalan lebih lancar dan aman.

Rencana Peningkatan Fasilitas oleh ASDP

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, mengungkapkan rencana peningkatan fasilitas pelabuhan pada tahun ini. 

Peningkatan tersebut meliputi pembangunan dermaga baru di sisi Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk, serta penataan kembali area pelabuhan agar proses bongkar-muat lebih efisien.

“Kami akan menata pelabuhan sehingga operasional kapal dan kendaraan lebih lancar. Selain itu, kami mengajak operator kapal swasta untuk mengganti armadanya dengan kapasitas lebih besar agar mampu menampung jumlah penumpang yang terus bertambah,” kata Yossianis.

Langkah ini dinilai penting, mengingat peningkatan jumlah wisatawan dan kendaraan pribadi di lintasan Ketapang-Gilimanuk terus meningkat. Penambahan dermaga tidak hanya akan mengurangi antrean, tetapi juga menambah fleksibilitas operasional dan mengurangi risiko keterlambatan kapal feri.

Kolaborasi untuk Transportasi Massal yang Efisien

Khoiri menekankan bahwa pembangunan dermaga baru harus didukung kerja sama antara Gapasdap, ASDP, operator kapal swasta, dan pihak berwenang. Koordinasi yang baik menjadi kunci agar fasilitas baru dapat dimanfaatkan secara optimal, sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang.

“Moda transportasi penyeberangan memiliki fungsi strategis bagi masyarakat dan ekonomi lokal. Jika sedikit terjadi kekeliruan dalam manajemen, dampaknya bisa signifikan, termasuk antrean panjang dan keterlambatan distribusi barang,” tegas Khoiri.

Penambahan dermaga, menurutnya, akan menciptakan kapasitas cadangan untuk menghadapi lonjakan penumpang dan kendaraan. Dengan demikian, arus mudik, balik, dan aktivitas transportasi harian dapat berlangsung lebih lancar. 

Sinergi antaroperator kapal, manajemen pelabuhan, dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting untuk mengoptimalkan layanan penyeberangan.

Selain itu, peningkatan fasilitas pelabuhan juga menjadi strategi penting untuk meningkatkan pelayanan publik, mengurangi tekanan logistik, dan mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan lintasan Bali-Jawa. 

Dengan dermaga tambahan, ASDP dan Gapasdap berharap pengalaman penumpang lebih nyaman, efisien, dan aman, sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan perdagangan di kedua wilayah.

Terkini