Strategi Efisiensi Bawa Laba Bersih Phapros PEHA Melejit 112,86 Persen

Minggu, 26 April 2026 | 12:50:06 WIB
ILUSTRASI, Strategi Efisiensi Bawa Laba Bersih Phapros PEHA

JAKARTA – PT Phapros Tbk mencatatkan kenaikan laba bersih 112,86 persen pada kuartal I 2026 berkat pertumbuhan penjualan produk OGB dan efisiensi biaya operasional yang ketat.

Kenaikan kinerja keuangan ini terlihat jelas pada laporan periode tiga bulan pertama yang berakhir pada 31 Maret 2026.

Plt Direktur Utama PT Phapros Tbk Ida Rahmi Kurniasih menjelaskan bahwa berbagai langkah strategis yang diambil manajemen telah berhasil menjaga profitabilitas perusahaan secara berkelanjutan.

“Berbagai langkah strategis tersebut berhasil menjaga profitabilitas berkelanjutan,” ujar Plt Direktur Utama PT Phapros Tbk Ida Rahmi Kurniasih, melalui keterangan pers, Jumat (24/4/2026), sebagaimana dilansir dari bisnis.com.

Pertumbuhan laba tersebut secara langsung didukung oleh total penjualan yang merangkak naik 10,17 persen menjadi Rp 221,09 miliar.

Perusahaan berhasil menekan beban pokok penjualan dengan kenaikan hanya sebesar 5,04 persen saja.

Hal tersebut secara otomatis membuat laba kotor terkerek 16,59 persen menjadi Rp 103,96 miliar.

Ida juga memaparkan fokus perusahaan dalam menjaga target operasional agar tetap sejalan dengan rencana kerja yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Tujuannya agar target penjualan, biaya dan laba bersih hingga akhir tahun sesuai RKAP bisa diamankan,” kata Ida, seperti dikutip dari bisnis.com.

Manajemen menekankan pentingnya mitigasi risiko terhadap gejolak geopolitik dunia yang berdampak pada kenaikan harga bahan baku obat.

Kontribusi paling dominan dalam struktur pendapatan kali ini berasal dari produk obat anti tuberkulosis serta tablet tambah darah.

Produk kesehatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional dalam menangani masalah stunting dan anemia.

Saldo kas pada akhir periode Maret 2026 pun menunjukkan penguatan likuiditas yang signifikan dengan kenaikan mencapai 165 persen.

Kondisi arus kas operasional yang positif sebesar Rp 37,2 miliar menjadi indikator kuat kesehatan finansial emiten farmasi ini.

Terkini