JAKARTA – Pembangunan Jaringan Kereta Api Luar Jawa sepanjang 12.100 kilometer diperkirakan membutuhkan investasi fantastis mencapai angka Rp1.200 triliun hingga 2030.
Pemerintah terus mematangkan rencana besar untuk menghubungkan wilayah-wilayah di luar Pulau Jawa melalui moda transportasi berbasis rel.
"Target pembangunan tersebut sesuai dengan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional yang membutuhkan pendanaan sekitar Rp1.200 triliun hingga 2030 nanti," ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Mohamad Risal Wasal, sebagaimana dilansir dari neraca.co.id, Minggu (26/4/2026).
Angka investasi tersebut mencakup pengembangan infrastruktur di pulau-pulau besar seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
Mohamad Risal Wasal menjelaskan bahwa skema pendanaan tidak hanya mengandalkan anggaran negara tetapi juga melibatkan sektor swasta.
Hingga saat ini fokus utama pengerjaan masih diarahkan pada jalur-jalur strategis yang memiliki potensi ekonomi tinggi.
Pemerintah optimis bahwa kehadiran rel kereta di luar Jawa akan menekan biaya logistik secara signifikan.
Pembangunan ini diharapkan mampu menciptakan pemerataan ekonomi yang tidak lagi berpusat di satu wilayah saja.
Tantangan geografis di masing-masing pulau menjadi faktor yang sangat diperhitungkan dalam menentukan biaya per kilometer pembangunan.
Dukungan teknologi terkini diaplikasikan untuk memastikan ketahanan infrastruktur dalam jangka panjang.