Langkah Divestasi Unitras Pertama di SRTG Capai Rp 1,63 Triliun

Divestasi Unitras Pertama
Senin, 27 April 2026 | 19:08:12 WIB

JAKARTA – Unitras Pertama melakukan divestasi saham SRTG sebanyak 920 juta lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,63 triliun pada April 2026.

Perubahan struktur kepemilikan ini terungkap melalui laporan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia pada penghujung April 2026.

Unitras Pertama memaparkan jika pihaknya telah menjual saham SRTG sebanyak 920 juta saham di harga Rp 1.770 per saham. Ini artinya transaksi yang dilaksanakan pada 24 April 2026 bernilai Rp 1,63 triliun.

Pelepasan aset dalam skala besar tersebut setara dengan 6,78 persen dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.

Manajemen Unitras dalam keterbukaan informasi menjelaskan jika transaksi ini bertujuan untuk divestasi saham, sebagaimana dilansir dari investasi.kontan.co.id, Minggu (26/4/2026).

Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa langkah strategis ini murni merupakan bagian dari rencana divestasi perusahaan tanpa merinci entitas yang menjadi pembeli saham tersebut.

Akibat dari transaksi tersebut kepemilikan Unitras di saham SRTG menurun menjadi 24,84 persen setara dengan 3,37 miliar saham. Dari semula, kepemilikan saham SRTG semula sebanyak 4,29 miliar saham setara dengan 31,62 persen.

Penyusutan porsi kepemilikan ini membuat komposisi pemegang saham utama lainnya kini menjadi sorotan para pelaku pasar modal di tanah air.

Selain Unitras, tercatat nama Sandiaga Salahuddin Uno dengan kepemilikan 21,51 persen dan Edwin Soeryadjaya yang menguasai 35,88 persen saham.

Masyarakat umum saat ini menggenggam porsi sekitar 10,73 persen dari total saham beredar pada perusahaan investasi tersebut.

Unitras Pertama sendiri merupakan entitas bisnis yang berada di bawah kendali Edwin Soeryadjaya bersama Joyce Soeryadjaya Kerr.

Pada perdagangan di hari transaksi tersebut, pergerakan harga saham emiten bersandi SRTG ini sempat mengalami koreksi tipis sebesar 0,85 persen.

Harga saham ditutup pada level Rp 1.755 per lembar dengan akumulasi penurunan mencapai 3,31 persen dalam kurun waktu 5 hari terakhir.

Reporter: Gemilang Ramadhan