JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp14,7 triliun pada kuartal I/2026, tumbuh signifikan berkat penyaluran kredit yang berkualitas.
Laporan keuangan terbaru menunjukkan performa positif emiten perbankan swasta terbesar di Indonesia tersebut sejak awal tahun.
Jahja Setiaatmadja menjelaskan bahwa peningkatan laba ini tidak lepas dari pertumbuhan kredit yang solid di hampir semua segmen.
Presiden Direktur BCA tersebut menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui fungsi intermediasi yang optimal.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan nasabah serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, sehingga BCA mampu mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang solid," ujar Jahja Setiaatmadja, sebagaimana dilansir dari bisnis.com, Kamis (23/4/2026).
Pertumbuhan penyaluran kredit perusahaan tercatat naik signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Segmen kredit korporasi tetap menjadi tulang punggung utama, diikuti oleh kredit konsumer yang juga menunjukkan tren penguatan.
Jahja juga menekankan pentingnya pengelolaan manajemen risiko yang disiplin untuk menjaga rasio kredit bermasalah tetap rendah.
"Pertumbuhan kredit terjadi di seluruh segmen, baik itu kredit korporasi, komersial, UKM, maupun kredit konsumer seperti KPR dan KKB," kata Jahja Setiaatmadja, sebagaimana dilansir dari bisnis.com, Kamis (23/4/2026).
Pendapatan bunga bersih juga mengalami kenaikan sejalan dengan ekspansi aset produktif yang terus dilakukan secara selektif.
Transformasi digital yang masif membantu efisiensi beban operasional serta meningkatkan volume transaksi perbankan secara harian.
Kualitas aset tetap berada dalam level yang sehat dengan pencadangan yang memadai untuk menghadapi ketidakpastian global.
Efisiensi yang dihasilkan dari digitalisasi layanan turut memberikan kontribusi positif terhadap margin profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.
BCA berencana untuk terus memperkuat ekosistem pembayaran guna menjangkau lebih banyak nasabah di seluruh penjuru tanah air.
Stabilitas likuiditas perbankan dipastikan tetap terjaga meskipun dinamika pasar uang cenderung fluktuatif di tingkat internasional.