JAKARTA – Memahami risiko dan biaya gadai sangat penting sebelum memutuskan untuk menjaminkan barang berharga demi mendapatkan dana cepat secara aman.
Layanan gadai memang menjadi solusi instan bagi masyarakat yang membutuhkan likuiditas mendadak tanpa proses birokrasi yang rumit. Namun, kemudahan tersebut membawa konsekuensi finansial yang harus diperhitungkan secara matang sejak awal transaksi dilakukan.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian, Elvi Rofiqotul Afidah, menjelaskan bahwa nasabah harus benar-benar jeli melihat kemampuan bayar sebelum menyerahkan aset sebagai jaminan.
"Jangan sampai niat mencari solusi justru berujung pada hilangnya barang kesayangan karena kurangnya perencanaan finansial," ujar Elvi sebagaimana dilansir dari bisnis.com, Senin (27/4/2026).
Elvi menekankan bahwa setiap nasabah wajib menanyakan secara rinci mengenai suku bunga atau biaya sewa modal yang dibebankan setiap 15 hari atau bulanan.
Transparansi mengenai biaya administrasi juga menjadi poin krusial agar masyarakat tidak merasa terbebani oleh tagihan yang muncul di luar ekspektasi awal.
Menurut Elvi, risiko utama dalam aktivitas gadai adalah pelelangan aset apabila peminjam tidak mampu melunasi kewajiban atau memperpanjang masa pinjaman hingga batas waktu yang ditentukan.
"Kami selalu menghimbau nasabah untuk memanfaatkan fitur perpanjangan jika memang belum memiliki dana cukup untuk menebus barang secara penuh," kata Elvi dikutip dari bisnis.com, Senin (27/4/2026).
Potensi kerugian finansial dapat diminimalisir dengan memilih lembaga gadai yang sudah terdaftar dan diawasi secara resmi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Kepastian hukum dan keamanan penyimpanan barang jaminan menjadi nilai tambah yang tidak didapatkan pada penyedia jasa gadai ilegal atau tidak resmi.
Elvi menambahkan bahwa fluktuasi harga pasar, terutama untuk komoditas seperti emas, juga perlu diperhatikan karena akan mempengaruhi nilai taksiran barang saat digadaikan kembali di masa mendatang.
"Nasabah disarankan untuk melakukan simulasi pinjaman terlebih dahulu melalui aplikasi digital atau berkonsultasi langsung dengan petugas di outlet," pungkas Elvi seperti dilaporkan bisnis.com, Senin (27/4/2026).
Kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai debitur menjadi kunci utama agar layanan keuangan ini tetap memberikan manfaat optimal bagi produktivitas masyarakat luas.
Pengelolaan dana hasil gadai secara bijak akan membantu menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga tetap terjaga di tengah situasi yang mendesak.