Kencana Energi Pacu PLTM Salu Noling Untuk Genjot Kapasitas Listrik
JAKARTA – Kencana Energi targetkan PLTM Salu Noling segera COD Juni ini untuk meningkatkan total kapasitas terpasang perseroan hingga mencapai angka 79,5 MW tahun ini.
PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) kini terus melangkah maju dalam memperkuat basis energi terbarukan di tanah air. Langkah strategis ini dilakukan melalui penambahan kapasitas terpasang pada portofolio pembangkit listrik yang dikelola oleh perseroan.
Perusahaan telah merancang berbagai proyek berkelanjutan baik di sektor hidro maupun sektor non-hidro untuk masa depan. Rencana ekspansi ini mencakup proyek yang sedang tahap penyelesaian hingga persiapan konstruksi yang matang.
Enriko Maknawi selaku Asisten Direktur Keuangan dan Hubungan Investor Kencana Energi Lestari memberikan penjelasan mengenai hal tersebut. Ia memaparkan bahwa KEEN saat ini mengelola portofolio proyek yang berada dalam berbagai tahapan pengembangan.
Pihak manajemen merasa sangat optimistis untuk menambah kapasitas terpasang pada periode tahun berjalan melalui operasional baru. Fokus utama saat ini tertuju pada penyelesaian Pembangkit Listrik Tenaga Mini-hidro (PLTM) Salu Noling.
Target pengoperasian secara komersial atau Commercial Operation Date (COD) proyek ini dijadwalkan jatuh pada bulan Juni 2026. Hingga memasuki bulan April 2026, progres fisik pembangunan di Sulawesi Selatan tersebut sudah melampaui angka 98 persen.
"Jadi Perusahaan sangat yakin bahwa akan COD tepat waktu tahun ini," sebagaimana dilansir dari berita sumber. Pernyataan optimis dari Enriko tersebut disampaikan dalam acara paparan publik yang digelar pada hari Selasa kemarin.
Investasi yang dikucurkan untuk proyek pembangkit berkapasitas 10 Megawatt (MW) ini mencapai nilai sebesar US$ 24,5 juta. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan membawa dampak signifikan bagi pasokan energi ramah lingkungan di wilayah sekitarnya.
Setelah resmi beroperasi, PLTM Salu Noling diproyeksikan mampu menyumbangkan sekitar 31,8 gigawatt hour (GWh) sepanjang sisa tahun ini. Untuk operasional satu tahun penuh, pembangkit ini diperkirakan dapat memproduksi energi sebesar 63,6 GWh.
Keberhasilan proyek PLTM Salu Noling akan membawa total kapasitas terpasang milik KEEN menembus angka 79,5 MW. Angka ini menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan dengan total kapasitas terpasang tahun lalu yang berada di level 69,5 MW.
Portofolio kapasitas eksisting tersebut mencakup berbagai jenis pembangkit mulai dari tenaga air, biomassa, hingga tenaga surya. Diversifikasi sumber energi menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk menjaga stabilitas produksi listrik nasional.
Selain sektor hidro, KEEN juga tengah bersiap untuk memulai pembangunan proyek PLTS Tobelo dengan kapasitas 10 MW. Pembangkit surya ini akan semakin canggih karena dilengkapi dengan Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 8,4 MWh.
Langkah ini menyusul penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) yang dilakukan anak usaha perseroan bersama pihak PLN. Kesepakatan penting tersebut telah difinalisasi secara resmi pada tanggal 19 Januari 2026 yang lalu.
Konstruksi PLTS Tobelo rencananya akan segera dimulai pada periode kuartal kedua tahun 2026 sesuai jadwal perusahaan. Estimasi waktu yang diberikan untuk menyelesaikan seluruh proses pembangunan fasilitas energi surya ini adalah dua tahun.
"Kami akan memulai konstruksi PLTS ini pada kuartal II-2026 dan kami diberi waktu dua tahun untuk membangun PLTS tersebut. Setelah selesai, PLTS Tobelo akan menghasilkan listrik yang besarnya kira-kira 20.400 MWh per tahun," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pihak manajemen merasa sangat percaya diri terhadap prospek industri energi baru terbarukan (EBT) di wilayah Indonesia. Hal ini dikarenakan strategi jangka panjang perusahaan sejalan dengan rencana pengembangan kapasitas listrik dari pemerintah.
RUPTL 2025-2034 menjadi acuan utama bagi PLN dan pelaku industri untuk menambah kapasitas EBT secara lebih agresif. Sinergi antara kebijakan negara dan kesiapan swasta diharapkan mampu mempercepat transisi energi bersih di tanah air.
"Kami sebagai perusahaan EBT sangat bullish untuk industri ini ke depannya. Kami telah menyiapkan pipeline yang bisa dibilang cukup ambisius," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Saat ini, KEEN sudah mengantongi daftar proyek ekspansi masa depan dengan total kapasitas mencapai sekitar 500 MW. Rincian tersebut terdiri dari pembangkit tenaga hidro dengan kapasitas tambahan yang mencapai lebih dari 250 MW.
Sektor tenaga surya juga akan ditambah lebih dari 60 MW guna memperkuat dominasi energi ramah lingkungan. Selain itu, terdapat potensi dari tenaga bayu sebesar 162 MW dan biomassa yang mencapai lebih dari 20 MW.
Rencana besar tersebut belum mencakup potensi kolaborasi strategis dengan sister company mereka yakni Kencana Agri. Kencana Agri merupakan perusahaan yang memiliki basis kuat di sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
Integrasi antara lahan perkebunan dan pembangkit tenaga surya menjadi peluang menarik yang sedang dikaji lebih mendalam. Pemanfaatan cadangan lahan atau land bank milik grup perusahaan dianggap sangat efisien untuk pengembangan PLTS.
"Karena sebenarnya banyak sekali land bank yang kami bisa pakai, 1 hektare itu bisa disamakan dengan 1 MW. Jadi potensi untuk sinergi dengan sister company kami sangat luas," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Di sisi lain, perseroan juga aktif berpartisipasi dalam proses tender yang diselenggarakan oleh pihak PT PLN. Tender tersebut mencakup proyek PLTA berkapasitas 180 MW serta proyek PLTS dengan kapasitas sebesar 16 MW.
Giat Widjaja selaku Direktur Kencana Energi Lestari menyebutkan bahwa perusahaan telah memenangkan dua dari tiga tender PLTA. Pencapaian ini membuktikan kompetensi perusahaan dalam memenangkan persaingan di industri pembangkit listrik energi terbarukan.
Saat ini fokus manajemen adalah menyelesaikan proses negosiasi Power Purchase Agreement (PPA) bersama pihak penyedia listrik negara. Kesepakatan harga dan kontrak jangka panjang menjadi poin krusial yang sedang dalam tahap penyelesaian akhir.
"Kami berharap secepatnya bisa selesai PPA. Jadi prinsipnya, dua sudah dimenangkan, satu masih menunggu progresnya," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Terkait infrastruktur lama, Wilson Maknawi selaku Direktur Utama memberikan penjelasan mengenai kondisi terkini dari PLTA Pakkat. Pembangkit yang berlokasi di Sumatera Utara tersebut sempat mengalami gangguan operasional akibat faktor alam pada akhir 2025.
Bencana banjir dan tanah longsor menyebabkan kerusakan pada fasilitas pembangkit listrik berkapasitas 18 MW tersebut. Tim teknis perusahaan saat ini sedang bekerja keras melakukan proses rehabilitasi agar fasilitas tersebut kembali normal.
Target operasional penuh untuk PLTA Pakkat dipatok dapat terealisasi kembali pada periode tahun 2027 mendatang. Perusahaan mengonfirmasi bahwa kondisi force majeure ini telah dikomunikasikan dengan baik kepada pihak PLN selaku mitra.
Manajemen memastikan tidak akan ada potensi kehilangan pendapatan karena adanya penyesuaian masa kontrak dari PLN. Masa pemulihan pembangkit akan ditambahkan secara otomatis ke dalam total jangka waktu kontrak yang telah disepakati.
Seluruh biaya perbaikan dan pemulihan fasilitas yang terdampak bencana akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan asuransi. Proses klaim dan penilaian kerugian saat ini sedang berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku di industri.
"Jangka waktu rehabilitasi akan ditambahkan kepada total jangka waktu kontrak, jadi tidak ada loss of income. Untuk asuransi, saat ini kami masih (komunikasi) intensif dengan pihak estimator dan pihak asuransi. Pada semangatnya, proses ini berjalan dengan lancar, dan semua kerugian juga bisa dapat diganti rugi," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Perseroan tetap berkomitmen untuk menjaga keandalan seluruh aset pembangkit listrik di tengah tantangan kondisi alam. Komunikasi yang intensif dengan pihak asuransi dilakukan guna memastikan pemulihan berjalan sesuai dengan lini masa.
Ekspansi agresif ini diharapkan mampu memperkokoh posisi Kencana Energi sebagai pemain utama di sektor energi hijau. Dengan dukungan pipeline proyek yang solid, perusahaan yakin dapat terus tumbuh secara berkelanjutan di masa depan.
Upaya meningkatkan kapasitas terpasang menjadi 79,5 MW pada tahun ini hanyalah awal dari target jangka panjang. Perusahaan terus memantau setiap peluang baru di pasar energi terbarukan untuk mendukung kemandirian energi nasional.
Melalui keberadaan PLTM Salu Noling, masyarakat diharapkan dapat menikmati pasokan listrik yang lebih stabil dan bersih. Dedikasi perusahaan dalam membangun infrastruktur EBT menjadi sumbangsih nyata bagi kelestarian lingkungan hidup di Indonesia.
Penyelesaian proyek tepat waktu menjadi prioritas utama bagi seluruh jajaran manajemen Kencana Energi pada tahun ini. Sinergi antar departemen dipastikan berjalan optimal untuk mendukung pencapaian target COD di bulan Juni nanti.
Investor dan pemangku kepentingan menyambut baik keterbukaan informasi yang disampaikan oleh pihak manajemen perseroan tersebut. Pertumbuhan kapasitas produksi listrik diprediksi akan berdampak positif pada kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan tahun ini.
Setiap langkah ekspansi dilakukan dengan perhitungan risiko yang matang serta memperhatikan aspek kelestarian alam sekitar. Kencana Energi optimis dapat terus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham melalui operasional yang efisien.
Dengan berakhirnya paparan publik tersebut, pasar kini menantikan realisasi operasional penuh dari PLTM Salu Noling. Keberhasilan proyek di Sulawesi Selatan ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi perjalanan bisnis Kencana Energi.