Strategi SMGR Perkuat Industri Lokal Melalui Belanja Suku Cadang

Kamis, 30 April 2026 | 13:51:57 WIB
ILUSTRASI, Strategi SMGR Perkuat Industri Lokal

JAKARTA - Semen Indonesia (SMGR) mencatatkan belanja suku cadang lokal sebesar Rp 809 miliar pada 2025 untuk memperkuat efisiensi dan ketahanan bisnis perusahaan.

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau dikenal sebagai SIG terus menunjukkan komitmen tinggi dalam mengoptimalkan penggunaan produk buatan dalam negeri. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menjaga ketahanan bisnis di masa depan.

Berdasarkan data performa tahun 2025, angka belanja suku cadang lokal emiten semen ini menyentuh angka Rp 809 miliar. Perolehan tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 2,79% jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2024 yang hanya sebesar Rp 787 miliar.

Apabila ditarik lebih jauh ke belakang, terdapat lonjakan yang sangat signifikan hingga mencapai 164,3% dari posisi baseline tahun 2020. Pada periode empat tahun lalu tersebut, nilai belanja suku cadang perusahaan tercatat baru berada di angka Rp 306 miliar.

Peningkatan porsi belanja lokal ini menjadi salah satu instrumen penting bagi SMGR dalam menghadapi persaingan industri yang semakin ketat. Selain mampu menekan pengeluaran operasional, strategi ini secara langsung memperkokoh ekosistem rantai pasok di tingkat nasional.

Corporate Secretary Semen Indonesia, Vita Mahreyni, mengungkapkan bahwa kebijakan ini bukan sekadar upaya formalitas untuk menaati regulasi pemerintah. Menurutnya, penggunaan produk dalam negeri telah diintegrasikan menjadi strategi jangka panjang yang fundamental bagi perseroan.

"Peningkatan penggunaan produk dalam negeri kami dorong melalui pengembangan suku cadang lewat riset dan pengembangan bersama mitra industri dan UKM," sebagaimana dilansir dari berita sumber. Penjelasan tersebut disampaikan secara resmi oleh pihak manajemen dalam siaran pers pada hari Rabu (29/4/2026).

SIG saat ini juga tengah mengarahkan praktik pengadaan menuju sistem yang lebih berkelanjutan atau dikenal dengan istilah sustainable procurement. Fokus utamanya adalah memberdayakan pemasok domestik agar memiliki daya saing yang lebih kompetitif di pasar luas.

Penerapan pendekatan ini merupakan bagian integral dari transformasi perusahaan yang berbasis pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui skema tersebut, perseroan berharap dapat menciptakan nilai ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Status sebagai produsen bahan bangunan terbesar di tanah air membuat Semen Indonesia wajib mengintegrasikan komponen lokal di setiap lini. Hal ini mencakup seluruh aspek mulai dari ketersediaan bahan baku utama, pengadaan suku cadang mesin, hingga penyediaan jasa penunjang lainnya.

Optimalisasi sumber daya domestik diyakini mampu memperkuat fondasi fundamental bisnis perusahaan secara menyeluruh. Dengan mengandalkan potensi dalam negeri, SMGR dapat memitigasi risiko gangguan pasokan yang sering terjadi di pasar global.

Secara akumulatif, total realisasi belanja produk dalam negeri yang dilakukan oleh SIG pada tahun 2025 mencapai angka Rp 21,79 triliun. Jumlah jumbo tersebut setara dengan 93,47% dari keseluruhan total belanja barang dan jasa perusahaan yang mencapai Rp 23,32 triliun.

Capaian ini menjadi bukti nyata kontribusi aktif perusahaan dalam mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah berbagai tantangan global yang tidak menentu, penguatan pasar domestik menjadi pelindung ekonomi yang sangat krusial.

Perseroan juga terus memacu daya saing melalui berbagai inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Salah satunya adalah pengembangan semen rendah karbon yang memanfaatkan bahan baku lokal untuk mendukung efisiensi energi.

Langkah inovatif ini sejalan dengan target penurunan emisi karbon yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia. Vita Mahreyni kembali menegaskan bahwa efisiensi dan keberlanjutan telah menjadi pilar utama dalam setiap kegiatan operasional harian perusahaan.

Melalui strategi yang terukur, SIG tidak hanya berhasil meningkatkan angka penggunaan produk buatan dalam negeri. Perusahaan juga sukses memperkuat struktur ketahanan industri nasional agar lebih mandiri dan tidak bergantung pada impor.

Rencana ke depan, kolaborasi dengan berbagai pelaku industri di dalam negeri akan terus ditingkatkan dan diperluas skalanya. Tujuannya adalah untuk membangun rantai pasok yang jauh lebih tangguh serta memiliki keunggulan kompetitif di kancah internasional.

Terkini