JAKARTA – Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini terkoreksi tajam hingga meninggalkan level 7.000, investor asing justru melakukan aksi beli bersih (net buy) dalam skala besar melalui saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI).
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (8/5/2026), IHSG ditutup melemah sebesar 2,86 persen atau merosot 204,92 poin ke level 6.969,39. Selama sesi perdagangan berlangsung, indeks bergerak pada rentang 6.969 hingga 7.186.
Walaupun IHSG mengalami penurunan, pemodal asing justru membukukan net buy mencapai Rp11,42 triliun hari ini. Aksi tersebut membuat akumulasi jual bersih (net sell) secara year to date (ytd) menyusut menjadi Rp37,60 triliun.
Menurut publikasi IPOT, lima saham yang paling banyak dikoleksi asing adalah MAPI dengan nilai beli bersih Rp11,8 triliun, lalu BBRI senilai Rp176,8 miliar, NSSS sebesar Rp170,5 miliar, MDKA sejumlah Rp134,4 miliar, serta TLKM sebanyak Rp104,7 miliar.
Di sisi lain, lima saham yang paling banyak dilepas asing yaitu BMRI dengan net sell Rp436,4 miliar, BUMI Rp82,9 miliar, TINS Rp76,5 miliar, BREN Rp73,1 miliar, dan ADRO sebesar Rp68,4 miliar.
Sebagaimana diketahui, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) saat ini resmi berada di bawah kendali baru setelah perusahaan asal Singapura, Pacific Universal Investments Pte. Ltd., menuntaskan akuisisi 51 persen saham perusahaan dengan nilai Rp11,81 triliun.
Corporate Secretary MAPI, Eva Andrianie, menyebutkan bahwa transaksi pengambilalihan tersebut telah selesai pada Jumat, 8 Mei 2026. Jumlah saham yang diakuisisi mencakup 51 persen dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
“Pacific Universal Investments Pte. Ltd. telah menyelesaikan pengambilalihan sebanyak 8.466.000.000 saham perseroan, mewakili 51 persen dari total modal ditempatkan dan disetor dalam perseroan,” sebagaimana dilansir dari berita sumber melalui keterangan manajemen dalam keterbukaan informasi pada Jumat (8/5/2026).
Saham tersebut dibeli dari PT Satya Mulia Gema Gemilang pada harga Rp1.395 per lembar, sehingga total transaksi mencapai Rp11,81 triliun. Pasca-transaksi ini, Pacific resmi menjadi pengendali baru pada emiten ritel gaya hidup tersebut.
Sehubungan dengan langkah korporasi ini, Pacific bersama afiliasinya, CVC Capital Partners, bakal menunjuk Samudra (Investment) Pte. Ltd. dan Ocean Continuum Pte. Ltd. untuk melaksanakan penawaran tender wajib (mandatory tender offer/MTO).
Manajemen menjelaskan bahwa harga penawaran tender wajib tersebut ditetapkan sebesar Rp1.550 per saham MAPI, dengan tetap mematuhi aturan perundang-undangan.
Eva Andrianie menegaskan bahwa perubahan pengendalian ini tidak memberikan pengaruh negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan bisnis perseroan.
Sebagai informasi, PT Mitra Adiperkasa Tbk. ialah salah satu raksasa ritel di Indonesia yang mengelola portofolio lebih dari 150 merek global, meliputi departemen store, olahraga, pakaian, perlengkapan anak, makanan dan minuman, hingga gaya hidup.
Hingga periode Maret 2026, MAP telah mengoperasikan lebih dari 4.000 gerai ritel di lebih dari 80 kota di Indonesia. Perseroan mengelola sejumlah konsep ritel utama seperti Sogo, Seibu, Galeries Lafayette, dan The FoodHall.
Pada sektor busana dan kecantikan, MAP menaungi merek ternama seperti Zara, Marks & Spencer, Mango, Massimo Dutti, Swarovski, Zara Home, Boots, dan Sephora.
Sementara pada divisi aktif atau olahraga, cakupannya meliputi Sports Station, PlanetSports.Asia, Foot Locker, Sports Direct, Skechers, New Balance, Converse, Crocs, Reebok, HOKA, Golf House, Staccato, dan ALDO.
Untuk kategori anak, MAP memegang KidzStation, Smiggle, dan Lego. Di bidang teknologi, perseroan memiliki Digimap, Digiplus, serta Shark Ninja.
Sedangkan di sektor makanan dan minuman, MAP merupakan operator bagi Starbucks, Pizza Marzano, Krispy Kreme, Cold Stone Creamery Ice Cream, Godiva, Genki Sushi, Subway, hingga Toast Box, serta mengelola konsep lokal Alun Alun Indonesia.