Strategi Investasi Asei Manfaatkan Kenaikan Imbal Hasil SRBI

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:53:03 WIB
Ilustrasi PT Asuransi Asei Indonesia (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melakukan langkah proaktif dalam memproteksi nilai tukar rupiah dari dampak ketidakpastian geopolitik melalui penyesuaian struktur suku bunga pasar dengan meningkatkan imbal hasil atau yield instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

PT Asuransi Asei Indonesia menilai bahwa perkembangan kenaikan yield tersebut menjadikan instrumen SRBI sebagai salah satu opsi penempatan investasi jangka pendek yang menarik.

Direktur Utama Asuransi Asei, Dody Dalimunthe, menjelaskan bahwa pada dasarnya SRBI memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan industri asuransi.

"Sebab menawarkan imbal hasil kompetitif dengan risiko relatif rendah serta likuiditas yang baik," katanya kepada Kontan, Jumat (8/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meskipun demikian, Dody menerangkan bahwa keputusan terkait alokasi investasi Asei tetap dilakukan secara prudent dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti profil liabilitas perusahaan, kebutuhan likuiditas untuk operasional dan klaim, regulasi yang berlaku, kondisi pasar keuangan, hingga strategi asset-liability management (ALM) internal perusahaan.

"Jadi, SRBI dapat menjadi bagian dari diversifikasi portofolio investasi, khususnya dalam menjaga fleksibilitas likuiditas di tengah volatilitas pasar," tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dody menguraikan sejumlah keunggulan penempatan investasi pada instrumen SRBI, salah satunya adalah imbal hasil yang terhitung kompetitif dibandingkan instrumen pasar uang lainnya, terutama ketika periode suku bunga tengah tinggi.

Selain itu, SRBI mempunyai keunggulan berupa risiko yang tergolong rendah lantaran diterbitkan oleh Bank Indonesia, memiliki likuiditas yang baik sehingga mendukung pengelolaan arus kas (cash flow) perusahaan, serta sangat tepat dijadikan instrumen defensif saat menghadapi ketidakpastian global dan fluktuasi nilai tukar.

"Membantu juga menjaga kualitas portofolio investasi perusahaan dari sisi keamanan aset dan stabilitas hasil investasi," ungkapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bagi perusahaan asuransi, Dody memaparkan bahwa aspek keamanan serta likuiditas adalah hal yang krusial. Sebab, investasi tidak hanya dilakukan demi mengejar keuntungan, namun juga untuk menjamin kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya kepada pemegang polis.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang ada di laman resmi, Asei mencatatkan total investasi senilai Rp 509,90 miliar per Maret 2026. Dalam hal ini, instrumen deposito berjangka masih mendominasi portofolio investasi perusahaan dengan angka mencapai Rp 224,13 miliar per Maret 2026.

Terkini