JAKARTA – Nilai emas perhiasan di pasar dalam negeri terpantau tetap berada di level tinggi pada transaksi Rabu (13/5/2026) beriringan dengan dinamika kurs Rupiah yang masih tidak stabil atas Dolar AS.
Kondisi pasar dunia yang penuh ketidakpastian ikut menjaga harga jual kembali emas perhiasan pada posisi yang menguntungkan bagi pemilik aset logam mulia sejak pagi ini.
Menilik situasi di berbagai titik perdagangan emas, volatilitas harga emas hari ini terdampak secara signifikan oleh menguatnya nilai tukar Dolar AS.
Walaupun harga emas dunia cenderung stagnan, melemahnya nilai Rupiah membuat harga konversi emas di skala lokal tetap tinggi bagi pembeli di Indonesia.
Berdasarkan data Butik Emas Jakarta, acuan harga emas batangan sebagai standar dasar berada pada angka Rp 2.866.148 per gram. Nilai tersebut menjadi landasan kalkulasi bagi pengrajin serta toko perhiasan dalam mematok harga jual akhir ke pembeli yang umumnya ditambah biaya pembuatan dan margin laba toko.
Pembeli harus memahami bahwa harga emas perhiasan amat bergantung pada level kemurnian yang diukur dalam karat. Kian tinggi kadar emasnya, kian mahal harga per gramnya lantaran kandungan emas murni yang lebih banyak dibandingkan logam paduan seperti perak atau tembaga.
Data tersebut merupakan taksiran harga rata-rata di level pengecer. Harga dapat bervariasi antar toko mengikuti kerumitan desain perhiasan itu sendiri.
"kenapa harga emas naik turun?" sebagaimana dilansir dari berita sumber, sering muncul akibat ketidakpastian geopolitik global yang meningkatkan permintaan aset aman atau safe haven.
Faktor Teknis dan Strategi Investasi
Bagi warga yang berminat mencoba investasi emas untuk pemula, memahami perbedaan instrumen sangatlah vital.
Ada poin mendasar mengenai beda emas batangan dan perhiasan untuk investasi, terutama dari sisi nilai jual kembali atau buyback yang umumnya lebih tinggi pada emas batangan lantaran tidak terpotong biaya pembuatan.
Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga hari ini meliputi:
Kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan devisa emas nasional.
Permintaan industri perhiasan dunia yang meningkat menjelang musim pernikahan.
Fluktuasi nilai tukar mata uang asing, terutama Dolar AS terhadap Rupiah.
Ketidakpastian ekonomi makro yang memicu investor mengalihkan aset ke logam mulia.
Dalam operasionalnya, cara menghitung harga emas perhiasan mencakup rumus harga emas murni dikalikan kadar kemurnian, lalu ditambah ongkos kirim atau ongkos tukang. Biaya pembuatan ini umumnya berkisar antara Rp 50.000 sampai Rp 150.000 per gram bergantung pada level kesulitan desain perhiasan yang dipilih.
Panduan Transaksi di Pasar Lokal
Bagi pemilik perhiasan lama, harga jual kembali emas perhiasan tanpa surat umumnya akan dikenakan potongan harga yang lebih besar oleh toko. Hal ini dilakukan karena toko wajib melakukan tes kadar ulang guna memastikan keaslian serta kemurnian logam mulia tersebut sebelum dibeli kembali dari warga.
Menyadur laporan Sahabat Pegadaian, emas dengan kadar 99,99 persen tetap menjadi acuan utama pasar emas batangan di Indonesia.
Penguatan nilai tukar Dolar AS terhadap Rupiah secara historis memang dapat menahan atau bahkan mengoreksi harga emas di tingkat domestik meskipun harga di pasar internasional sedang mengalami tren penguatan yang masif.
Kabar harga komoditas ini bisa berubah sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau kabar harga resmi dari otoritas terkait atau penyedia jasa keuangan terpercaya sebelum melakukan transaksi besar.
Sampai siang hari ini, aktivitas dagang di pusat emas terpantau stabil dengan volume transaksi yang didominasi oleh pembelian emas perhiasan kadar rendah untuk kebutuhan pemakaian harian.
Para pelaku pasar diimbau untuk terus memantau pergerakan kurs rupiah yang menjadi variabel paling sensitif terhadap harga emas harian di Indonesia saat ini.
Daftar Estimasi Harga Emas Perhiasan (13 Mei 2026)
Berikut adalah rincian estimasi harga emas per gram berdasarkan kadar kemurniannya:
Emas 24K (Kemurnian 99,9%): Rp 2.866.000
Emas 22K (Kemurnian 91,6%): Rp 2.625.000
Emas 18K (Kemurnian 75,0%): Rp 2.150.000
Emas 14K (Kemurnian 58,3%): Rp 1.670.000
Emas 10K (Kemurnian 41,7%): Rp 1.200.000
Catatan: Harga di atas adalah estimasi rata-rata pengecer dan belum termasuk ongkos pembuatan yang berkisar Rp 50.000 - Rp 150.000 per gram.