JAKARTA – Emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), mengumumkan rencana pembagian dividen tunai tahun buku 2025 kepada para investor dengan nilai total US$40 juta atau setara dengan Rp5,56 per saham.
Corporate Secretary CDIA, Merly, menyampaikan bahwa pembagian dividen ini dilakukan berdasarkan keputusan RUPS Tahunan yang telah dilaksanakan pada 8 Mei 2026. Dalam forum tersebut, perseroan menetapkan penggunaan laba bersih tahun 2025 untuk dividen tunai sebesar US$40 juta.
"Perseroan akan membagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sebesar US$40.000.000 atau setara Rp5,56 per saham," sebagaimana dilansir dari berita sumber melalui pernyataan Merly dalam keterbukaan informasi, Rabu (13/5/2026).
Jadwal pelaksanaan pembagian dividen CDIA telah ditetapkan, di mana cum dividen pada pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 20 Mei 2026, diikuti ex dividen di pasar yang sama pada 21 Mei 2026.
Untuk pasar tunai, cum dividen dijadwalkan pada 22 Mei 2026 dengan ex dividen pada 25 Mei 2026. Adapun batas akhir pendaftaran pemegang saham yang berhak (recording date) adalah 22 Mei 2026.
"Tanggal pembayaran dividen tunai CDIA dijadwalkan pada 9 Juni 2026," sebagaimana dilansir dari berita sumber melalui penjelasan tambahan Merly.
Pihak manajemen menjelaskan bahwa seluruh rangkaian jadwal dan mekanisme pembayaran dividen ini telah dikoordinasikan dengan pihak BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta Biro Administrasi Efek perseroan.
Perseroan juga memberikan kepastian bahwa pendistribusian laba ini tidak akan mengganggu stabilitas operasional maupun kelangsungan usaha ke depan.
Kinerja CDIA
Sebagai informasi tambahan, CDIA berhasil membukukan laba bersih senilai US$121,05 juta sepanjang tahun 2025, atau setara Rp2,02 triliun (berdasarkan kurs Jisdor 31 Desember 2025 sebesar Rp16.720 per dolar AS).
Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 285,24% dibandingkan capaian tahun 2024 yang tercatat US$31,42 juta.
Seirama dengan peningkatan laba, pendapatan CDIA juga terkerek naik menjadi US$148,03 juta atau setara Rp2,47 triliun. Capaian tersebut tumbuh 44,77% jika dibandingkan dengan perolehan tahun 2024 yang sebesar US$102,2 juta.
Sebelumnya, CDIA juga sempat mengumumkan pembagian dividen interim senilai Rp1,34 per saham pada 29 Januari 2026.
Merujuk pada keterbukaan informasi di BEI, manajemen menjelaskan bahwa dividen interim tersebut diambil dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk periode yang berakhir 30 Juni 2025.
Pada rentang Januari hingga 30 Juni 2025, CDIA melaporkan perolehan laba bersih sebesar US$67,64 juta, atau melesat 328% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Perseroan juga mencatatkan pendapatan sebesar US$66,87 juta, tumbuh 42% pada semester I/2025 dibandingkan raihan US$47,11 juta pada periode yang sama tahun 2024.