Analis Sebut Saham BNGA Masih Menarik di Tengah Fundamental yang Solid

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:17:14 WIB
Gedung CIMB Niaga (Sumber Gambar : infoekonomi.id)

JAKARTA – Saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dinilai masih menarik untuk dikoleksi investor, seiring dengan fundamental yang tetap solid meski harga sahamnya berada dalam tekanan dalam beberapa waktu terakhir. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, pada penutupan perdagangan pekan ini, saham BNGA berada di level Rp 1.675 per saham, naik tipis 0,30% dalam sepekan. Namun jika dilihat dalam periode satu bulan, saham ini masih terkoreksi cukup dalam, yakni turun 7,97%.

Senior Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, prospek BNGA tetap positif didukung kinerja bisnis yang stabil serta potensi dividen yang menarik. “Prospek BNGA sebenarnya masih baik karena adanya keseimbangan antara growth maupun income,” ujar Nafan kepada berita sumber. 

Dari sisi valuasi, Nafan menilai saham BNGA masih berada di zona undervalued atau diperdagangkan di bawah nilai wajarnya. Kondisi ini membuat saham bank tersebut dinilai masih memiliki ruang penguatan ke depan.

Berdasarkan kinerja kuartal I-2026, BNGA mencatat laba bersih sebesar Rp 1,76 triliun, turun 2,22% secara tahunan (YoY). Meski demikian, penyaluran kredit masih tumbuh 2,2% YoY menjadi Rp 235,1 triliun. 

Pertumbuhan tersebut turut mendorong kenaikan aset konsolidasi menjadi Rp 368,2 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 260,1 triliun atau naik 2,3% yoy.

Komposisi dana murah (CASA) juga meningkat signifikan sebesar 12,2% yoy menjadi Rp 192,3 triliun, yang dinilai menjadi penopang utama stabilitas pendanaan bank. “CASA BNGA ini tinggi jadi bisa memberikan perlindungan cukup bagi para pemegang saham,” kata Nafan.

Dari sisi strategi bisnis, Nafan juga menyoroti langkah BNGA yang telah melakukan spin off unit usaha syariah dengan membentuk PT Bank CIMB Niaga Syariah. 

Langkah ini dinilai dapat membuka peluang pertumbuhan baru bagi perseroan. Selain itu, BNGA juga dinilai menarik dari sisi imbal hasil dividen. Untuk tahun buku 2025, perseroan membagikan dividen dengan payout ratio sekitar 60% atau senilai Rp 4,07 triliun. “Ini bisa menjadikan BNGA pilihan menarik bagi investor yang mencari passive income,” ujar Nafan.

Terkini