JAKARTA – Nilai tukar Bitcoin (BTC) terpantau merosot cukup dalam pada Kamis (28/5/2026) pagi yang disebabkan oleh arus modal keluar dari ETF spot Bitcoin serta maraknya tekanan jual dari para investor institusional. Anjloknya harga aset digital nomor satu ini pada gilirannya ikut menarik turun total kapitalisasi pasar kripto di tingkat global.
Mengacu pada data CoinMarketCap yang dilansir dari Investor Daily, nilai kapitalisasi pasar kripto global mengalami penyusutan hingga 1,72 persen hingga menyisakan US$ 2,49 triliun pada pukul 06.15 WIB.
Di saat yang bersamaan, nilai Bitcoin terpuruk sebesar 1,91 persen menuju angka US$ 74.361 per koin atau setara dengan Rp 1,33 miliar apabila dihitung menggunakan asumsi kurs Rp 17.945.
Langkah koreksi ini turut memberikan dampak negatif bagi Indeks CoinDesk 20 yang memantau performa 20 aset kripto teratas, dengan mencatatkan penurunan mencapai 1,81 persen.
Tren merah ini juga menjangkau beberapa aset papan atas lainnya, seperti Ethereum yang terpangkas sebesar 2,19 persen ke level US$ 2.025 dan Binance yang terdepresiasi 1,22 persen ke posisi US$ 647.
Lebih lanjut, tren pelemahan ini pun menghantam Solana sebesar 1,44 persen menuju level US$ 82, Dogecoin yang melemah tipis 0,57 persen ke angka US$ 0,1, serta XRP yang terpeleset 1,6 persen ke area US$ 1,3.
Merujuk pada laporan dari CoinDesk, pergerakan Bitcoin untuk saat ini terpantau masih menghadapi beban berat agar dapat kembali merangkak naik dan melampaui level psikologis US$ 75.000.
Situasi di pasar terasa semakin terhimpit tatkala Coinbase Bitcoin Premium Index merosot tajam ke level -160, yang menjadi rekor terendah sejak awal Februari yang lalu ketika harga Bitcoin masih berada di kisaran area US$ 60.000.
Metrik ini sendiri digunakan sebagai alat ukur perbedaan harga yang ada di Coinbase dengan rata-rata pasar global guna memetakan arah sentimen investor di kawasan Amerika Serikat.
Gelombang tekanan jual kian menjadi-jadi akibat didorong oleh aksi penarikan dana dari ETF spot Bitcoin yang terus bergulir sepanjang tujuh hari bursa secara beruntun.
Kondisi di lantai bursa kripto pun semakin mengalami guncangan hebat setelah beredarnya laporan mengenai adanya aktivitas transaksi pelepasan aset senilai US$ 1,29 miliar pada ETF Bitcoin kepunyaan BlackRock lewat jalur mekanisme transaksi dark pool.