IHSG Rawan Koreksi Lanjutan, Analis Beri Rekomendasi Saham Pilihan

Ilustrasi potensi koreksi IHSG akan berlanjut (Gambar: NET)
Senin, 08 Juni 2026 | 12:49:07 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berada dalam tekanan pada perdagangan hari Senin (8/6/2026). Kondisi ini merupakan kelanjutan dari sentimen negatif yang terus membayangi pasar sepanjang minggu lalu.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat potensi koreksi IHSG akan berlanjut. Ia memprediksi area support indeks berada pada level 5.517, sementara resistensi berada di kisaran 5.734.

“Untuk Senin, kami perkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya dengan support 5517 dan resist 5734. Kami perkirakan, sentimen yg terjadi pada pekan ini masih akan berlanjut di pekan depan,” ujar Herditya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Herditya menyarankan sejumlah saham yang layak diperhatikan investor ritel di awal pekan ini. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diprediksi bergerak di rentang Rp 3.020 sampai Rp 3.200 per saham.

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) diperkirakan bergerak di kisaran Rp 610 sampai Rp 660 per saham. Sementara itu, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) diproyeksikan bergerak di rentang Rp 472 sampai Rp 520 per saham.

Di sisi lain, analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menilai IHSG masih cenderung volatil pekan ini. Menurutnya, indeks berisiko melemah terutama jika tekanan arus keluar dana asing (foreign outflow) dan pelemahan rupiah terhadap dollar AS berlanjut.

Elandry menyebut level 5.500 sebagai support psikologis penting. Jika tertembus, IHSG berpotensi melemah lebih jauh ke area 5.300 hingga 5.400. Meski begitu, peluang technical rebound mulai terbuka setelah IHSG mengalami koreksi cukup dalam.

Peluang rebound dapat terjadi apabila muncul katalis positif, seperti stabilisasi nilai tukar rupiah dan meredanya tekanan capital outflow. Elandry menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga umumnya menjadi sentimen negatif bagi pasar saham karena dapat meningkatkan biaya pendanaan (cost of fund), menekan valuasi saham, serta membuat instrumen pendapatan tetap (fixed income) tampak lebih menarik.

Namun, dampaknya bisa berbeda jika kenaikan suku bunga mampu menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan memulihkan kepercayaan investor asing. Kondisi tersebut, menurut Elandry, dapat membantu memperbaiki sentimen pasar dalam jangka menengah.

Elandry juga membagikan daftar saham yang menarik saat suku bunga tinggi:

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memiliki potensi kenaikan sekitar 10 persen jangka pendek, didukung kualitas aset terjaga dan struktur pendanaan murah (CASA) yang kuat.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menarik dengan potensi kenaikan sekitar 10 persen, didukung pertumbuhan kredit yang solid dan profitabilitas yang terjaga.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) diperkirakan memiliki potensi kenaikan hingga 15 persen karena berpeluang rebound dengan fundamental perseroan yang kuat.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) diproyeksikan memiliki potensi kenaikan sekitar 8 persen dan menjadi pilihan defensif berkat arus kas yang stabil di tengah fluktuasi pasar.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Reporter: Gemilang Ramadhan