Emiten Alkes CHEK Berencana Lakukan Pembelian Kembali Saham

ILUSTRASI, Produk PT Diastika Biotekindo Tbk (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 18 Juni 2026 | 11:09:59 WIB

JAKARTA – Emiten yang bergerak di bidang produksi alat kesehatan, PT Diastika Biotekindo Tbk. (CHEK) memiliki rencana untuk menggelar aksi pembelian kembali atau buyback saham dengan jumlah maksimal mencapai 80 juta lembar saham di kala situasi pasar sedang fluktuatif.

Merujuk pada laporan keterbukaan informasi yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), total saham yang bakal dibeli kembali tersebut setara dengan 1,94% dari seluruh saham perseroan yang saat ini beredar. 

Demi melancarkan langkah korporasi ini, perusahaan menyediakan anggaran dana paling banyak Rp15 miliar, di mana nominal tersebut sudah mencakup biaya transaksi.

Direktur Utama CHEK F.X Yoshua Raintjung menerangkan bahwa agenda pembelian kembali saham atau buyback tersebut tidak akan membawa efek negatif yang bersifat material bagi keadaan finansial emiten. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, beliau menyampaikan, “Dampak terhadap biaya operasional perseroan tidak akan material sehingga laba rugi diperkirakan masih sejalan dengan target perseroan,” dalam berkas keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Rabu (17/6/2026).

Di waktu yang sama, perseroan dinilai mempunyai tingkat likuiditas yang cukup kuat untuk tetap menjalankan operasional bisnis sekaligus mendanai transaksi tersebut. Seluruh sumber dana dipastikan keluar dari kas internal perusahaan tanpa mengganggu rencana ekspansi bisnis ke depan.

Apabila mengacu pada proforma laporan keuangan bertanggal 31 Desember 2025, realisasi dari buyback ini diestimasi bakal memangkas jumlah aset total serta ekuitas perseroan yang masing-masing nilainya sebesar Rp15 miliar. 

Kendati demikian, angka laba per saham atau earnings per share (EPS) dari CHEK diproyeksikan merangkak naik dari posisi Rp2,62 menjadi Rp2,66, yang kemudian diiringi oleh tren positif pada rasio profitabilitas semacam return on asset (ROA) serta return on equity (ROE).

Jika ditinjau dari aspek kepemilikan oleh publik, tindakan korporasi ini bakal menggeser persentase porsi saham beredar yang ada di masyarakat atau free float dari yang semula menyentuh 20,95% bergeser menjadi 19,01%. 

Angka tersebut dinilai masih aman karena berada di atas batas regulasi BEI dalam Peraturan Nomor I-A yang mematok batas minimal free float senilai 15% dari keseluruhan saham yang tercatat.

Guna mengeksekusi rencana buyback saham ini, perusahaan secara resmi telah menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas sebagai pihak perusahaan efek yang bakal mengeksekusi pembelian kembali lembar saham di pasar reguler.

Reporter: Gemilang Ramadhan