Analisis Teknikal BBCA: Berpotensi Naik dan Banyak Dikoleksi Asing
JAKARTA – Saham emiten perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dinilai memiliki peluang untuk bergerak menguat mengarah ke level resistance (batas atas). Berikut adalah tinjauan teknikalnya agar para investor dapat memaksimalkan profit pada saham BBCA.
Melalui catatan tertulisnya untuk sesi perdagangan Senin (29/6/2026), CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa target terdekat untuk harga saham BBCA berada pada rentang Rp 6.300-Rp 6.425.
Jika dianalisis secara teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia menjelaskan bahwa pergerakan saham BBCA mempunyai area support di level Rp 6.050.
“BBCA spec buy dengan support 6.050, cutloss jika break di bawah 5.925. Jika tidak break di bawah 6.050, potensi naik ke 6.300-6.425 short term,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia pada perdagangan, Senin (29/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Namun demikian, apabila harga sahamnya tiba-tiba anjlok hingga menembus ke bawah level Rp 5.925, para pemodal disarankan untuk melakukan aksi cutloss pada saham Bank Central Asia (BBCA).
Pada penutupan sesi transaksi terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/6/2026), saham BBCA terlihat bergerak menguat 2,49% ke posisi Rp 6.175.
Dalam rentang waktu sepekan ke belakang, saham BBCA mengalami penurunan sebesar 1,98% dan untuk kurun waktu sebulan terakhir berhasil menguat 1,23%. Sementara itu, sepanjang periode year to date (ytd), laju pergerakan saham BBCA tercatat mengalami koreksi hingga 23,5%.
Mengacu pada data dari Stockbit, saham BBCA dilaporkan ramai diburu oleh investor asing dengan mencatatkan nilai net buy asing mencapai Rp 429,7 billion pada sesi transaksi hari Jumat (26/6/2026).