Tarik Investasi Rusia, HKI Siapkan Lahan hingga Perizinan

ILUSTRASI, HKI menawarkan lahan dan bantuan perizinan untuk menarik investasi Rusia ke kawasan industri Indonesia. (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 08 Juli 2026 | 10:45:53 WIB

JAKARTA - Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) membuka kesempatan kolaborasi bagi para penanam modal asal Rusia dengan menawarkan fasilitas lahan di kawasan industri serta asistensi dalam pengurusan izin investasi di tanah air. Upaya tersebut diimplementasikan guna memacu realisasi investasi anyar pada sektor manufaktur sekaligus industri strategis.

Komitmen ini dipaparkan oleh HKI dalam kegiatan INNOPROM 2026 yang digelar di Yekaterinburg, Rusia, pada 6–9 Juli 2026. 

Di dalam eksibisi industri berskala internasional itu, Indonesia didaulat sebagai Official Partner Country, yang menjadikannya sebuah momentum krusial demi mempertegas promosi investasi serta sinergi industri di antara kedua negara.

Ketua Umum HKI Akhmad Maruf Maulana menuturkan, Indonesia dibekali bermacam keunggulan kompetitif yang mampu memikat atensi investor, mulai dari aspek stabilitas ekonomi, kapasitas pasar domestik yang masif, hingga letak geografis yang strategis sebagai gerbang utama menuju kawasan ASEAN. 

Menurut pandangannya, nilai tawar ini kian diperkuat oleh ekspansi jaringan kawasan industri yang disokong oleh prasarana dan utilitas yang memadai.

Di samping itu, langkah simplifikasi regulasi serta akselerasi pengurusan izin yang dijalankan oleh pemerintah ikut mengatrol kepastian dalam berusaha bagi para pemodal. "Melalui HKI, kami mengundang para pengusaha Rusia untuk berinvestasi di Indonesia. HKI siap menjadi mitra lokal yang tepercaya dengan memfasilitasi penyediaan lahan kawasan industri, mendampingi seluruh proses perizinan, serta mempertemukan investor dengan kawasan industri yang paling sesuai dengan kebutuhan usahanya. Kami ingin membangun kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan bagi Indonesia maupun Rusia," ujar Maruf dalam keterangan resmi sebagaimana dilansir dari berita sumber, Selasa (7/7/2026).

Sebagai langkah konkret, HKI mengesahkan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) bersama Association of Clusters, Technology Parks and Special Economic Zones of Russia. 

Sinergi ini meliputi promosi investasi, sirkulasi informasi terkait peluang bisnis, pengerjaan proyek industri kolektif, peningkatan kapabilitas tata kelola kawasan industri, serta fasilitasi investasi bagi korporasi Rusia di Indonesia maupun sebaliknya.

Prosesi penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan secara langsung oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Industri dan Perdagangan Federasi Rusia Anton Alikhanov. 

Maruf menegaskan bahwa HKI berkomitmen penuh mendampingi para pemodal sejak fase awal investasi, mulai dari penentuan lokasi, pengadaan lahan, koordinasi bersama pengelola kawasan industri, hingga pengurusan pelbagai dokumen perizinan. 

Skema pendampingan ini diproyeksikan mampu mempercepat eksekusi investasi agar operasional bisnis dapat segera bergulir.

Melihat ke depan, HKI merasa optimistis bahwa kemitraan dengan Rusia ini bakal membuka keran investasi baru pada aneka sektor, seperti manufaktur, hilirisasi, teknologi, logistik, energi, hingga pembangunan kawasan industri itu sendiri. 

Berdasarkan pemaparan HKI, kolaborasi tersebut diharap dapat memicu lahirnya proyek investasi yang bernilai tambah tinggi, menyerap tenaga kerja, serta mendongkrak daya saing industri nasional.

Reporter: Gemilang Ramadhan