Emas Global Menguat, Sentimen DXY dan Geopolitik Jadi Faktor
JAKARTA – Harga emas dunia pada Senin (3/8/2026) kembali menguat setelah dolar AS melemah dan harga minyak dunia anjlok. Mengutip Trading Economics, harga emas global bertengger di kisaran 4.059 US dolar per ons troi, naik 0,8 persen dalam tujuh hari terakhir meski masih turun 2,5 persen dalam sebulan terakhir.
Penguatan emas terjadi seiring pelemahan indeks dolar (DXY) yang membuat aset berbasis emas lebih menarik. Selain itu, harga minyak dunia yang jatuh lebih dari 7 persen setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan serangan ke Iran turut menekan dolar AS dan memberi ruang bagi penguatan logam mulia.
Analis menilai, tren emas masih menghadapi tekanan jangka pendek karena harga belum mampu menembus area resistance 4.075 US dolar per ons troi. Namun, pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak menjadi faktor pendukung yang membatasi koreksi lebih dalam.
Dari sisi fundamental, arah harga emas masih dipengaruhi oleh dinamika dolar AS, pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield), serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve. Ketiga faktor ini menjadi penggerak utama pasar logam mulia dalam beberapa waktu terakhir.