Harga Perak Stabil Didukung Pelemahan Dolar dan Imbal Hasil Obligasi
JAKARTA - Perak (XAG/USD) mengonsolidasikan kenaikan di area US$61,70 setelah ditolak menjelang US$63,00. Reli dua hari terakhir yang mencapai hampir 7 persen membuat harga mengalami pullback, namun pelemahan tetap terbatas karena harga minyak rendah dan dolar AS tertekan.
Data makroekonomi AS yang lemah, termasuk ketenagakerjaan ADP yang hanya naik 44 ribu dan imbal hasil Treasury yang turun, mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan agresif menaikkan suku bunga. Kondisi ini mendukung logam mulia sebagai aset lindung nilai.
Analisis Teknis:
- Harga XAG/USD diperdagangkan di US$61,72, dengan RSI 14 masih di wilayah bullish meski pullback dari jenuh beli.
- Indikator MACD tetap di atas nol, menandakan pembeli masih memegang kendali.
- Bias jangka pendek tetap bullish selama harga bertahan di atas area support US$60,70–US$60,95.
- Support tambahan: US$59,40 dan US$56,50.
- Resistance terdekat: puncak Juli di US$63,30.
- Target berikutnya: level tertinggi 22 Juni di atas US$67,00.
Implikasi bagi trader:
- Jangka pendek: konsolidasi di sekitar US$61,70–US$62,00.
- Jangka menengah: peluang uji resistance US$63,30.
- Jangka panjang: potensi menuju US$67,00 jika momentum bullish berlanjut.
Dengan dukungan dari pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi, perak tetap mempertahankan bias bullish, meski investor menunggu rilis NFP AS sebagai katalis berikutnya.