Wall Street Menguat, CoreWeave dan Nebius Group Melonjak

Ilustrasi Saham CoreWeave melonjak 19% setelah melaporkan kinerja kuartal II di atas ekspektasi pasar. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:39:52 WIB

JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada Rabu (12/8/2026). Penguatan tersebut didorong optimisme terhadap prospek bisnis kecerdasan buatan (AI) setelah kinerja sejumlah perusahaan infrastruktur AI melampaui ekspektasi.

Sentimen positif semakin kuat setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga yang relatif terkendali.

Indeks S&P 500 naik 0,26% menjadi 7.748,50, sedangkan Nasdaq menguat 0,54% ke 26.588,49. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,04% menjadi 53.770,27.

Penguatan terutama datang dari saham-saham terkait AI. CoreWeave melonjak 19% setelah perusahaan komputasi awan AI tersebut menaikkan proyeksi belanja modal tahunan dan membukukan kinerja kuartal II di atas ekspektasi pasar.

Saham perusahaan pusat data juga melesat. IREN naik hampir 10%, Applied Digital menguat 4,9%, sedangkan Nebius Group terbang 34% setelah mencatatkan kinerja kuartal II yang melampaui perkiraan.

Optimisme terhadap sektor AI turut mengangkat saham pembuat server dan chip. Super Micro Computer melonjak 19% setelah memberikan proyeksi pendapatan tahun fiskal 2027 di atas ekspektasi Wall Street.

Nvidia naik 3%, sementara Micron Technology menguat 4,9%. Indeks saham semikonduktor PHLX juga bertambah sekitar 2,5%.

"Data inflasi sesuai ekspektasi dan tidak mendorong The Fed menaikkan suku bunga," kata Robert Pavlik, senior portfolio manager Dakota Wealth, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Inflasi AS
Dari sisi makroekonomi, inflasi konsumen AS hanya meningkat tipis pada Juli. Penurunan harga bensin selama dua bulan berturut-turut membantu menjaga tekanan inflasi tetap rendah, sementara inflasi inti juga relatif terkendali.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang The Fed mempertahankan suku bunga sebesar 62%.

Sebelum data inflasi Juli dirilis, pelaku pasar masih terbagi antara ekspektasi kenaikan suku bunga dan keputusan untuk mempertahankan suku bunga.

Optimisme pasar juga tercermin dari indeks volatilitas Cboe (VIX), yang turun 0,8 poin menjadi 14,45. Level tersebut merupakan yang terendah sejak Januari.

Sebanyak delapan dari 11 sektor S&P 500 berakhir di zona hijau. Sektor real estat memimpin penguatan dengan kenaikan 1,08%, disusul teknologi informasi yang naik 1,06%.

Secara keseluruhan, saham yang menguat di bursa AS mengungguli saham yang turun dengan rasio 1,7 banding 1. S&P 500 mencatat 19 saham yang mencapai level tertinggi baru dan dua saham yang mencetak level terendah baru.

Di Nasdaq, sebanyak 123 saham mencetak level tertinggi baru, sedangkan 95 saham berada di level terendah baru.

Meski demikian, aktivitas perdagangan relatif sepi. Volume transaksi di bursa AS mencapai 15,5 miliar saham, di bawah rata-rata 20 sesi sebelumnya yang berada di 17,5 miliar saham.

Hingga saat ini, S&P 500 telah menguat sekitar 13% sepanjang 2026. Penguatan saham berbasis AI menjadi salah satu penopang utama reli pasar saham AS di tengah perhatian investor terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.

 

Reporter: Ibtihal