Strategi Buy on Weakness Jelang Rebalancing MSCI

Ilustrasi IHSG diperkirakan bergerak sideways dengan volatilitas tinggi menjelang rebalancing MSCI. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Senin, 31 Agustus 2026 | 01:21:23 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways sepanjang pekan ini. Pada penutupan Jumat (28 Agustus 2026), IHSG terkoreksi 0,05 persen ke level 6.518,12.

Dalam sepekan, IHSG turun 0,12 persen dibanding posisi 21 Agustus 2026 di level 6.525,69. Meski begitu, sektor basic materials dan consumer non-cyclicals diproyeksi berpeluang outperform.

Managing Director of Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, mengatakan IHSG cenderung sideways dan volatile. 

“Proyeksi Senin (31 Agustus 2026), kami melihat IHSG berpotensi mixed cenderung melemah dengan volatilitas tinggi. Support berada di sekitar 6.500 kemudian 6.450, sedangkan resistance di 6.540–6.600,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Harry menilai sektor basic materials dan consumer non-cyclicals relatif berpeluang unggul. Sebaliknya, sektor properti dan teknologi perlu diwaspadai karena sensitif terhadap kenaikan yield dan kondisi risk-off global. Strategi yang disarankan adalah buy on weakness secara selektif.

Saham yang menarik dicermati pekan ini:

  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
  • PT Timah Tbk (TINS)

Junior Research Analyst Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Axmal Fauza, menambahkan sejumlah data ekonomi global dan domestik akan memengaruhi IHSG. 

Data yang perlu dicermati antara lain ISM Manufacturing PMI AS, Non-Farm Payrolls AS, Retail Sales Jepang, NBS Manufacturing PMI China, serta data neraca perdagangan, inflasi, dan kunjungan wisatawan dari dalam negeri.

Axmal memproyeksikan support IHSG di level 6.295 dan 6.175, dengan resistance di level 6.870 dan 7.070. “Adapun terkait rekomendasi saham, kami melihat saham BRMS, BULL, TINS, dan TOWR menarik dicermati dalam pekan depan,” jelasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Ibtihal