INSIDERINDONESIA.COM — Angka tersebut merupakan akumulasi dari seluruh lini bisnis transmisi dan pengolahan gas milik Subholding Gas Pertamina itu. Dalam keterangan resminya, Rabu (2/9/2026), Direktur Keuangan dan Dukungan Bisnis Pertagas Arifin Ahmad menyebut pencapaian ini adalah hasil kerja kolektif para pekerja yang konsisten menanamkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

"Lingkungan kerja yang aman dan sehat akan berdampak langsung pada produktivitas pekerja, sekaligus menjadi bagian dari strategi manajemen risiko jangka panjang bagi keberlangsungan operasional perusahaan," ujar Arifin.

Keselamatan sebagai Strategi Manajemen Risiko Operasional

Bagi Pertagas, nihil kecelakaan bukan sekadar angka atau sertifikasi. Perusahaan yang mengelola infrastruktur gas sepanjang Sumatra-Jawa ini menempatkan aspek QHSE sebagai fondasi untuk menjaga keandalan pasokan energi nasional. Keterlibatan pekerja dan pemanfaatan teknologi digital dalam pengawasan menjadi dua pilar utama pendekatan tersebut.

Langkah ini krusial mengingat risiko operasional di sektor midstream dan downstream energi tergolong tinggi. Kegagalan kecil dalam prosedur keselamatan dapat berdampak pada gangguan penyaluran gas yang berujung pada kerugian ekonomi dan kepercayaan publik.

Empat Penghargaan QHSE yang Diraih Pertagas

Konsistensi penerapan standar itu mendapat pengakuan eksternal melalui ajang Indonesia QHSE for Business Sustainability Awards (IQSA) 2026. Pertagas membawa pulang empat kategori penghargaan sekaligus: The Best Safety Culture and Sustainability 2026, The Best QHSE Digital Innovation 2026, The Best CEO for Corporate QHSE Excellence 2026 yang diraih Direktur Utama Indra P. Sembiring, serta The Best QHSE Leadership 2026 untuk VP HSSE Rotua Elyzabeth.

Bagi Rotua, penghargaan ini bukan tujuan akhir. Ia menegaskan keselamatan harus melekat sebagai kebiasaan kerja lintas generasi, bukan sekadar capaian teknis yang bersifat sementara.

"Keselamatan dalam bekerja bukan sekadar imbauan atau capaian teknis yang bersifat sementara. Keselamatan harus menjadi budaya dan kebiasaan yang terus terjaga lintas generasi pekerja," kata Rotua.

Menjaga Keandalan Pasokan Gas Nasional

Pertagas beroperasi di sektor transportasi gas dan minyak, penjualan gas dan LPG, hingga pengelolaan fasilitas energi. Dengan catatan keselamatan ini, perseroan memperkuat posisinya dalam menjaga kesinambungan penyaluran energi di tengah meningkatnya kebutuhan domestik.

Ke depan, Pertagas berkomitmen memperluas penguatan budaya keselamatan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di setiap wilayah operasi. Langkah itu sejalan dengan target korporasi untuk menopang ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.

Reporter: Redaksi