Kinerja PT Bukit Asam Semester I 2026 Tumbuh Signifikan, Analis Tunggu Review

IlustrasiProduksi batubara PTBA kuartal II melonjak 94 persen mencapai 12,8 juta ton. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 03 September 2026 | 22:55:35 WIB

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat lonjakan laba bersih sebesar 218 persen pada semester I-2026 menjadi Rp 2,7 triliun, didukung kenaikan harga jual rata-rata dan penurunan stripping ratio. Kinerja ini telah mencapai 73 persen dari estimasi Indo Premier Sekuritas dan 66 persen dari konsensus.

Analis Indo Premier, Ryan Winipta, menyatakan, "PTBA melaporkan laba bersih semester I-2026 sebesar Rp2,7 triliun atau naik 218 persen secara tahunan, yang berada di atas estimasi kami dan konsensus," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Harga jual batubara PTBA naik 14 persen kuartalan dan 20 persen tahunan pada kuartal II-2026, dengan pendapatan kuartal II mencapai Rp12,1 triliun, naik 22 persen kuartalan dan 15 persen tahunan. Selama semester I, pendapatan tercatat Rp22 triliun, naik 8 persen tahunan.

Margin laba kotor meningkat menjadi 22 persen pada kuartal II-2026 dari 16 persen kuartal I, sementara margin EBITDA naik menjadi 19 persen dari 13 persen. Pendapatan dari joint venture naik signifikan, terutama laba HBAP yang lebih dari dua kali lipat tahun lalu.

Produksi batubara kuartal II mencapai 12,8 juta ton, melonjak 94 persen kuartalan, dengan total produksi semester I 19,5 juta ton dan volume penjualan 21,1 juta ton.

Biaya tunai per ton naik 6 persen kuartalan dan 8 persen tahunan, terutama akibat kenaikan biaya bahan bakar dan jasa pertambangan, namun diimbangi oleh ASP yang lebih kuat dan perbaikan stripping ratio menjadi 5,2 kali.

Penjualan domestik menyumbang 51 persen dari total penjualan semester I-2026, naik dari 50 persen tahun sebelumnya, dengan 72 persen penjualan domestik diserap PT PLN.

Meski kinerja positif, Indo Premier masih meninjau rekomendasi dan target harga saham PTBA sambil menunggu hasil paparan kinerja semester I. Sebelumnya target harga dipatok Rp 2.000, sedangkan harga saham pada 3 September 2026 mencapai Rp 2.910 per saham.

Pendapatan dan laba bersih PTBA diproyeksikan mencapai Rp 48,95 triliun dan Rp 3,62 triliun pada 2026, serta Rp 51,62 triliun dan Rp 3,55 triliun pada 2027.

Reporter: Ibtihal