INSIDERINDONESIA.COM — Pengawasan ini sekaligus menguji efektivitas distribusi beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di tingkat pedagang. Dari temuan lapangan, beras SPHP yang menjadi andalan intervensi pemerintah dijual sesuai ketentuan, yakni Rp 12.500 per kilogram.
Harga Medium dan Premium Masih di Angka Patokan
Kepala Biro Keuangan, Pengadaan, dan Umum Bapanas Jhon Hendra menyebut kondisi ini menandakan harga tidak meleset dari target yang direncanakan pemerintah pusat. Untuk kelas premium, pedagang di dua pasar tersebut membanderol Rp 14.900 per kilogram, selisih Rp 1.400 dari harga medium.
"Di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi, secara umum harga beras itu masih sesuai dengan HET. Di mana harga beras medium itu di kisaran Rp 13.500 dan premium di Rp 14.900. Beras SPHP juga sesuai dengan ketentuan Rp 12.500," ucap dia kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).
Angka ini sejalan dengan Peraturan Badan Pangan Nasional mengenai HET beras yang berlaku nasional. Namun, pemantauan di tingkat pasar tradisional kerap menjadi indikator paling akurat karena fluktuasi harga paling sering terjadi di segmen ini.
Mengapa Bandung Jadi Titik Pengawasan
Pemilihan Kota Bandung bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu pusat konsumsi pangan di Jawa Barat, pergerakan harga di pasar tradisionalnya kerap mencerminkan tren permintaan dari wilayah penyangga Jakarta dan kawasan industri sekitarnya. Bapanas tidak bekerja sendiri; Satgas Pangan Polda Jabar dilibatkan untuk memastikan tidak ada permainan harga oleh spekulan.
Kehadiran aparat penegak hukum dalam operasi ini memberi efek jera bagi pedagang yang berpotensi menjual di atas HET. Sementara itu, Bulog hadir sebagai penyuplai beras SPHP, memastikan stok di tingkat pengecer tidak kosong.
Apa Dampaknya bagi Konsumen dan Stok ke Depan
Dari sisi pasokan, Jhon Hendra memastikan ketersediaan beras di dua pasar tersebut masih relatif aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat beberapa bulan mendatang. "Stok masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Bandung, khususnya di Pasar Kosambi dan Pasar Sederhana," ungkap dia.
Pernyataan ini memberi sinyal bahwa lonjakan harga akibat kelangkaan pasokan dalam waktu dekat tidak akan terjadi. Bagi konsumen, harga yang stabil berarti daya beli tidak tergerus lebih dalam di tengah tekanan inflasi pangan yang kerap muncul jelang akhir tahun.
Meski temuan hari ini menunjukkan kondisi terkendali, pengawasan tidak akan berhenti. Pengecekan serupa akan terus dilakukan secara berkala, terutama menjelang hari besar keagamaan dan periode panen yang biasanya memicu pergerakan harga. Bapanas menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti jika ditemukan penyimpangan di lapangan pada operasi-operasi berikutnya.