Gempa M4,3 Guncang Manggarai NTT, Pusat di Laut 47 Km Utara Ruteng

Penulis: Redaksi
Jumat, 04 September 2026 | 06:59:00 WIB

INSIDERINDONESIA.COM — BMKG memastikan episentrum gempa berada pada koordinat kedalaman tertentu di dasar laut. Informasi ini dirilis resmi sebagai bagian dari sistem peringatan dini yang beroperasi selama 24 jam di seluruh wilayah Indonesia.

Parameter Gempa dan Jarak Episentrum ke Daratan

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa terjadi hari ini dengan lokasi episentrum yang berjarak relatif dekat dari pesisir utara Pulau Flores. Titik pusat gempa terdeteksi pada jarak 47 kilometer arah utara dari Kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai.

Kedalaman dan kekuatan gempa yang tercatat pada magnitudo 4,3 merupakan parameter penting yang menentukan tingkat guncangan di permukaan bumi. Data ini terus diperbarui dan dapat berubah seiring dengan adanya pembaruan informasi dari stasiun pemantau.

Getaran Dirasakan di Kabupaten Manggarai

Guncangan akibat aktivitas seismik ini dilaporkan dirasakan oleh sebagian masyarakat. Berdasarkan laporan masyarakat yang terekam sistem BMKG, getaran mencapai skala intensitas II MMI di wilayah Kabupaten Manggarai.

Dalam skala intensitas II MMI tersebut, getaran biasanya dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah, terutama yang berada di lantai atas. Benda-benda ringan yang digantung dapat terlihat bergoyang, meskipun tidak menyebabkan kerusakan bangunan yang signifikan. Status potensi tsunami dari peristiwa ini tidak menjadi perhatian utama karena parameter yang tercatat tidak memicu gelombang besar.

Imbauan Resmi dari BMKG untuk Warga

Menyikapi kejadian ini, BMKG mengeluarkan imbauan resmi yang menekankan agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi BMKG.

Lembaga kebumian tersebut juga mengingatkan warga untuk menghindari bangunan yang telah retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa. Langkah antisipasi ini penting untuk mencegah risiko cedera akibat reruntuhan susulan.

Sebelum kembali ke dalam rumah, masyarakat diminta untuk memeriksa kembali kondisi tempat tinggal masing-masing. Pastikan bangunan cukup tahan gempa atau tidak mengalami kerusakan struktural yang membahayakan kestabilan bangunan akibat getaran yang telah terjadi.

Reporter: Redaksi