Data Tenaga Kerja AS Kuat, Harga Bitcoin Merosot 3,5 Persen

Ilustrasi bitcoin (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Sabtu, 05 September 2026 | 20:05:35 WIB

JAKARTA – Bitcoin mengalami penurunan hingga 3,5% setelah data lapangan kerja AS yang lebih tinggi dari estimasi memicu kembali spekulasi kenaikan suku bunga The Fed pada September, membatalkan kenaikan singkat aset kripto tersebut yang sempat melewati US$80.000.

Mata uang kripto ini merosot hingga menyentuh US$78.649, sejalan dengan penurunan pasar saham serta obligasi usai nonfarm payrolls bertambah 162.000 pada Agustus dan melampaui semua proyeksi survei Bloomberg.

Di sisi lain, tingkat pengangguran berada stabil di angka 4,1%. Imbal hasil Treasury AS tenor dua tahun mengalami kenaikan diikuti dengan penguatan nilai dolar AS.

Penurunan ini kembali menguji ketahanan Bitcoin terhadap kondisi makroekonomi setelah berulang kali gagal bertahan di level US$80.000. Aset kripto tersebut sempat menembus level itu pada Kamis berkat penurunan imbal hasil obligasi serta melemahnya dolar AS yang memicu sentimen positif pada aset berisiko, menyusul sinyal Gubernur The Fed Christopher Waller yang menyarankan penahanan suku bunga apabila inflasi terus melandai.

“Rebound yang jelas belum menyelesaikan perdebatan, tetapi justru memperkuat posisi kelompok hawkish,” kata Fabian Dori, Chief Investment Officer Sygnum Bank sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Data yang kuat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga pada September. Namun, saldo kas Treasury, kapasitas neraca perbankan, penciptaan kredit swasta, dan pasokan stablecoin juga menjadi faktor penting secara independen dari keputusan The Fed dalam jangka pendek," kata Fabian Dori sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Saham pada perusahaan yang terhubung dengan industri kripto turut merosot. Saham platform bursa kripto Coinbase Global Inc. melemah sekitar 4%, sedangkan perusahaan pengumpul Bitcoin Strategy Inc. serta penerbit stablecoin Circle Internet Group Inc. masing-masing melorot sekitar 1%.

Reporter: Akbar