INSIDERINDONESIA.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan uang tunggu Rp7 juta bagi masing-masing 12 korban selamat kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 yang kini berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut bantuan itu mencakup tiket pulang, bekal harian, hingga pengganti penghasilan keluarga yang hilang akibat insiden tersebut.

Besaran uang tunggu ditetapkan Rp7 juta per orang. Dedi merinci alokasi dana tersebut berdasarkan kebutuhan mendesak para korban selama berada di Banjarmasin.

"Rinciannya Rp2 juta untuk tiket pesawat pulang, Rp1 juta untuk bekal selama di sana, Rp4 juta untuk keluarga di rumah karena mereka kehilangan uang di kapal hasil kerja selama satu bulan," kata Dedi, sapaan akrabnya, Selasa (15/9/2026).

Rincian Bantuan dan Sasaran Penerima

Komposisi uang tunggu disusun mengikuti kondisi korban yang kehilangan penghasilan akibat tenggelamnya kapal. Nilai Rp4 juta dialokasikan sebagai pengganti pendapatan satu bulan yang tidak sempat diselamatkan dari dalam kapal.

  • Rp2 juta untuk biaya tiket pesawat menuju kampung halaman
  • Rp1 juta untuk kebutuhan hidup selama menunggu proses pemulangan
  • Rp4 juta untuk keluarga yang kehilangan sumber penghasilan bulanan

Penerima bantuan tersebar di dua wilayah. Sebanyak 11 korban selamat merupakan warga Garut, sementara satu korban lainnya berasal dari Cianjur.

Uang Duka Rp25 Juta bagi Ahli Waris Korban Meninggal

Pemprov Jawa Barat juga menyiapkan santunan bagi keluarga korban yang meninggal dunia. Dedi menyatakan uang duka sebesar Rp25 juta akan diserahkan kepada ahli waris setiap korban.

Kebijakan ini menempatkan dua skema bantuan berbeda: uang tunggu untuk korban selamat yang masih dalam perjalanan pulang, dan uang duka untuk keluarga yang ditinggalkan. Keduanya bersumber dari anggaran pemerintah provinsi.

Harapan agar Insiden Serupa Tidak Terulang

Dedi berharap kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 menjadi peristiwa terakhir di jalur pelayaran yang dilalui. Ia menekankan pentingnya keselamatan transportasi laut bagi pekerja migran dan pelaku perjalanan antarwilayah.

Insiden ini menambah daftar kecelakaan kapal yang melibatkan penumpang asal Jawa Barat. Sebagian besar korban diketahui tengah dalam perjalanan pulang setelah bekerja di luar daerah.

Reporter: Redaksi