Jumat, 09 Januari 2026

Likuiditas Valas BCA Tetap Terjaga Didukung Penguatan DPK dan Kredit

Likuiditas Valas BCA Tetap Terjaga Didukung Penguatan DPK dan Kredit
Likuiditas Valas BCA Tetap Terjaga Didukung Penguatan DPK dan Kredit

JAKARTA - Kinerja likuiditas valuta asing PT Bank Central Asia Tbk menunjukkan ketahanan hingga kuartal III-2025. 

Di tengah dinamika pasar keuangan global, bank ini tetap mampu menjaga pertumbuhan dana pihak ketiga dan penyaluran kredit valas secara seimbang. Kondisi tersebut mencerminkan pengelolaan likuiditas yang konsisten dan terukur.

Stabilitas likuiditas menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan nasabah di tengah fluktuasi nilai tukar. BCA memanfaatkan momentum peningkatan aktivitas transaksi valas untuk memperkuat fondasi bisnisnya. Pendekatan ini dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Baca Juga

GoPay Luncurkan Jaminan Saldo Kembali Lindungi Nasabah Digital

Sepanjang periode tersebut, pertumbuhan bisnis valas tidak hanya ditopang oleh sisi pendanaan. Penyaluran kredit juga terus diarahkan agar selaras dengan kondisi pasar dan profil risiko. Strategi ini memungkinkan kinerja keuangan tetap solid dan berkelanjutan.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Valas

Dana pihak ketiga valas BCA tercatat mengalami peningkatan yang konsisten hingga akhir kuartal III-2025. Nilai DPK valas mencapai Rp 80,4 triliun dengan pertumbuhan 7,7 persen secara tahunan. Capaian ini menunjukkan kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan valas BCA tetap terjaga.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan transaksi lintas mata uang. Aktivitas ekonomi yang melibatkan perdagangan internasional dan perjalanan luar negeri turut mendorong permintaan layanan valas. BCA merespons kebutuhan tersebut dengan menyediakan berbagai pilihan mata uang.

Komitmen untuk memenuhi kebutuhan transaksi valas nasabah terus dijalankan secara berkelanjutan. Layanan disiapkan agar dapat mengakomodasi beragam kepentingan nasabah ritel maupun korporasi. Pendekatan ini mendukung stabilitas penghimpunan dana dalam jangka panjang.

Aktivitas Transaksi Valas yang Meningkat

Selain pertumbuhan DPK, transaksi valas BCA juga menunjukkan tren positif. Volume transaksi meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar dan meningkatnya kebutuhan valas dari nasabah.

Fluktuasi kurs mendorong nasabah untuk lebih aktif melakukan transaksi lindung nilai dan pembayaran internasional. Aktivitas tersebut memperkuat peran layanan valas sebagai salah satu penopang bisnis. BCA memanfaatkan peluang ini dengan tetap menjaga kualitas layanan.

Peningkatan transaksi juga mencerminkan adaptasi nasabah terhadap dinamika ekonomi global. Permintaan terhadap layanan perbankan yang cepat dan andal menjadi semakin penting. BCA terus menyesuaikan kapasitas operasional untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Kinerja Kredit Valas Tetap Terkendali

Di sisi penyaluran, kredit valas BCA tumbuh 10,2 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini menunjukkan ekspansi kredit yang tetap berjalan di tengah tantangan pasar. Namun demikian, porsi terbesar portofolio kredit masih didominasi oleh kredit berdenominasi rupiah.

Dominasi kredit rupiah mencerminkan strategi pengelolaan risiko yang konservatif. BCA tetap berhati-hati dalam menyalurkan kredit valas agar tidak menimbulkan ketidakseimbangan likuiditas. Pendekatan ini membantu menjaga stabilitas kinerja perbankan.

Penyaluran kredit valas diarahkan pada segmen yang memiliki kebutuhan dan kemampuan pembayaran yang jelas. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas aset tetap sehat. Dengan demikian, pertumbuhan kredit tetap sejalan dengan prinsip kehati-hatian.

Pengelolaan Likuiditas dan Risiko

Dalam menjaga kinerja berkelanjutan, BCA menyeimbangkan kecukupan likuiditas dengan ekspansi kredit. Setiap langkah bisnis dilakukan dengan mencermati kondisi pasar dan risiko yang melekat. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan.

Posisi permodalan dan likuiditas dipertahankan pada tingkat yang solid. Kondisi tersebut menjadi landasan bagi pertumbuhan kredit yang berkualitas dan berkesinambungan. Dengan fondasi yang kuat, BCA mampu menghadapi perubahan pasar.

Manajemen risiko diterapkan secara konsisten di seluruh lini bisnis. Langkah ini memastikan setiap potensi risiko dapat diantisipasi sejak dini. Stabilitas keuangan pun tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

Komitmen Menjaga Stabilitas Ke Depan

Ke depan, BCA menegaskan komitmennya untuk terus mengelola likuiditas secara prudent. Prinsip kehati-hatian tetap menjadi acuan utama dalam setiap pengambilan keputusan. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas kinerja jangka panjang.

Penguatan layanan valas akan terus dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan nasabah. BCA berupaya menghadirkan solusi yang relevan dan kompetitif di pasar. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi perseroan di industri perbankan.

Dengan pengelolaan likuiditas yang disiplin, BCA optimistis mampu menjaga pertumbuhan yang sehat. Stabilitas pendanaan dan kualitas kredit menjadi fokus utama. Pendekatan ini menjadi fondasi untuk menghadapi dinamika pasar keuangan yang terus berkembang.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Zulhas Dorong Peran Kota Subulussalam Perkuat Rantai Pasok Aceh Sumut Nasional Pangan

Zulhas Dorong Peran Kota Subulussalam Perkuat Rantai Pasok Aceh Sumut Nasional Pangan

Kementerian PU Perkuat Infrastruktur Pendukung PSEL untuk Optimalkan Pengolahan Sampah Nasional

Kementerian PU Perkuat Infrastruktur Pendukung PSEL untuk Optimalkan Pengolahan Sampah Nasional

Harga Pangan Nasional Terpantau Stabil Cabai Rawit Merah Telur Ayam Terkini

Harga Pangan Nasional Terpantau Stabil Cabai Rawit Merah Telur Ayam Terkini

Surplus Jagung Nasional Dorong Bulog Bersiap Ekspor Perkuat Ekonomi Petani Indonesia

Surplus Jagung Nasional Dorong Bulog Bersiap Ekspor Perkuat Ekonomi Petani Indonesia

Menaker Dorong Lulusan BLK Masuk Program Kerja Dan Wirausaha Nasional

Menaker Dorong Lulusan BLK Masuk Program Kerja Dan Wirausaha Nasional