Breaking

Tren Wisata Kini Cari Cerita Baru, Bukan Sekadar Destinasi Populer

GE
Jumat, 30 Januari 2026
Tren Wisata Kini Cari Cerita Baru, Bukan Sekadar Destinasi Populer
Tren Wisata Kini Cari Cerita Baru, Bukan Sekadar Destinasi Populer

JAKARTA - Tren perjalanan wisata terus bergerak mengikuti cara pandang wisatawan yang semakin matang. Jika dulu banyak orang bepergian demi “mengunjungi tempat terkenal”, kini orientasinya berubah: wisatawan ingin pulang membawa pengalaman yang terasa personal, penuh makna, dan memberi sudut pandang baru tentang dunia maupun diri sendiri. Pola ini juga menjadi perhatian pelaku industri perjalanan, termasuk Golden Rama Tours & Travel, yang menilai bahwa kebutuhan wisatawan saat ini tidak lagi bisa dipenuhi dengan paket perjalanan seragam.

Agen perjalanan Golden Rama Tours & Travel menyebut bahwa wisatawan modern lebih tertarik pada perjalanan yang punya cerita dan memberikan perspektif baru. Hal ini disampaikan General Manager Communications and CRM Golden Rama Tours & Travel Ricky Hilton dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, perubahan preferensi tersebut juga sejalan dengan temuan lembaga riset global yang menyoroti kecenderungan wisatawan untuk beralih ke destinasi yang belum terlalu ramai, namun menawarkan pengalaman lebih kaya.

Wisatawan Mulai Tinggalkan Destinasi Jenuh, Pilih yang Non Mainstream

Golden Rama menilai tren ini selaras dengan temuan Mastercard Economics Institute dalam laporan Travel Trends 2025. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa wisatawan asal Asia Pasifik kini semakin berkeinginan menjelajah destinasi non mainstream. Bahkan, kawasan seperti Asia Tengah dan Asia Selatan mulai dilirik sebagai alternatif dari destinasi global yang dianggap sudah terlalu padat dan “seragam”.

Dalam konteks ini, wisatawan tidak sekadar mengejar foto di tempat ikonik, melainkan ingin merasakan sensasi baru yang tidak mudah ditemukan di tempat wisata populer. Ketika destinasi global yang biasa dikunjungi sudah terasa berulang, muncul kebutuhan untuk menemukan lokasi yang menghadirkan tantangan, pengalaman budaya yang berbeda, hingga perjalanan yang memberi ruang refleksi.

Golden Rama kemudian merespons tren tersebut melalui pengembangan rute-rute yang menonjolkan karakter unik, mulai dari bentang alam ekstrem hingga kekayaan budaya dan spiritual yang kuat.

Asia Tengah dan Asia Selatan Jadi Jawaban untuk Pengalaman Berbeda

Berdasarkan rute yang dikembangkan pihaknya, kawasan Asia Tengah dinilai memiliki karakter empat musim, bentang alam ekstrem, serta kekayaan budaya dan spiritualitas yang kuat. Kombinasi tersebut menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih kuat dibandingkan wisata biasa.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah Pakistan, yang disebut sebagai salah satu destinasi utama di Asia Selatan. Negara ini menawarkan perpaduan alam pegunungan yang megah, sejarah peradaban panjang, serta pengalaman perjalanan yang relatif belum banyak dijelajahi wisatawan Indonesia.

Dengan kata lain, Pakistan hadir sebagai “alternatif segar” bagi wisatawan yang ingin keluar dari pola perjalanan mainstream. Keunggulannya bukan hanya pada pemandangan, tetapi juga pada rasa petualangan dan kesan eksklusif karena belum terlalu ramai oleh arus turis Indonesia.

Baca juga: Golden Rama ungkap tren terbaru minat wisatawan asal Indonesia

Sarfaranga Cold Desert, Lanskap Kontras yang Jarang Ada Duanya

Dari Pakistan, salah satu destinasi unggulan yang ditawarkan adalah Sarfaranga Cold Desert. Lokasi ini merupakan gurun pasir bersuhu sejuk yang berada di kaki pegunungan bersalju kawasan Skardu. Keunikan Sarfaranga terletak pada lanskapnya yang kontras: hamparan pasir bertemu dengan pegunungan es dan langit terbuka.

Kombinasi elemen alam yang “bertolak belakang” ini menghadirkan pengalaman wisata yang unik dan jarang ditemui di destinasi lain. Bagi wisatawan yang ingin perspektif baru, Sarfaranga bukan hanya tempat untuk dikunjungi, melainkan ruang untuk merasakan sensasi yang berbeda dari bayangan umum tentang gurun yang identik dengan panas ekstrem.

Kontras tersebut juga memberi pengalaman visual yang kuat—sekaligus mempertegas alasan mengapa destinasi non mainstream kini semakin diminati: karena menawarkan kejutan yang tidak ditemukan di rute wisata yang sudah biasa.

Nepal dan Bhutan, Perjalanan yang Mengajak Kontemplasi dan Refleksi

Selain Pakistan, Golden Rama juga menghadirkan rangkaian destinasi ikonik Asia Selatan yang dirancang untuk wisatawan yang mencari kedalaman pengalaman, bukan sekadar kunjungan singkat.

Di Nepal, perjalanan membawa wisatawan menuju Swayambhunath Stupa, situs warisan dunia UNESCO yang berada di atas bukit dan menghadap langsung ke Lembah Kathmandu. Tempat ini bukan hanya simbol spiritual, tetapi juga titik temu antara tradisi, kehidupan urban, dan lanskap alam.

Dari puncaknya, wisatawan dapat menyaksikan denyut kota dari kejauhan sambil merasakan atmosfer kontemplatif. Hal inilah yang membuat Nepal dipandang sebagai tujuan ideal bagi mereka yang mencari keseimbangan antara eksplorasi budaya dan perjalanan batin.

Sementara itu, Bhutan menawarkan pengalaman yang lebih hening dan reflektif melalui Taktsang Monastery (Tiger’s Nest), biara legendaris yang menempel di tebing setinggi sekitar 900 meter di atas Lembah Paro. Perjalanan menuju biara tersebut tidak hanya menguji fisik, tetapi juga menjadi proses refleksi yang sejalan dengan filosofi Bhutan tentang kebahagiaan, kesederhanaan, dan harmoni dengan alam.

Pengalaman seperti ini menjadi jawaban atas kebutuhan wisatawan masa kini yang tidak lagi puas hanya “datang dan melihat”, tetapi ingin merasa terhubung dengan tempat yang dikunjungi.

Leh Ladakh dan Pangong Lake, Eksplorasi Alam Ekstrem yang Memukau

Di India bagian utara, Leh Ladakh menjadi destinasi lain yang disorot Golden Rama. Kawasan ini dikenal dengan lanskapnya yang dramatis dan berada di ketinggian ekstrem. Salah satu ikon utamanya adalah Pangong Lake, danau air asin tertinggi di dunia.

Pangong Lake memiliki daya tarik tersendiri karena perubahan warna airnya yang dramatis mengikuti pergerakan cahaya matahari. Fenomena ini menjadikan pengalaman berada di tepi danau terasa berbeda pada tiap waktu, seolah wisatawan menyaksikan alam yang terus berubah dalam satu tempat yang sama.

Keunikan tersebut memperkuat alasan mengapa wisatawan saat ini mengejar perspektif baru: karena pengalaman perjalanan tidak lagi dinilai dari seberapa banyak tempat yang didatangi, melainkan seberapa kuat kesan yang ditinggalkan oleh destinasi tersebut.

Dengan berbagai rute dan pilihan destinasi yang dikembangkan, Golden Rama melihat bahwa tren wisata kini bergerak menuju perjalanan yang lebih bermakna. Wisatawan ingin pengalaman yang relevan secara personal, menghadirkan cerita, dan memberi sudut pandang baru—baik lewat alam ekstrem, warisan budaya, maupun perjalanan spiritual yang memperkaya batin.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua