JAKARTA - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) memiliki ambisi besar untuk meningkatkan jumlah pengguna domain di Indonesia.
Pada tahun 2026, Pandi menargetkan akan ada sekitar 1,5 juta pengguna domain, suatu langkah yang menunjukkan ambisi untuk memperluas ekosistem digital tanah air. Target ini lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya yang berhasil menyentuh angka 1,35 juta pengguna.
Dengan beragam strategi yang telah disiapkan, Pandi berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan domain .id dan memperluas jangkauannya, tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga internasional.
Baca JugaKementerian ESDM Sebut Penyesuaian Wilayah Tambang Merupakan Usulan Dari Pemerintah Daerah
Pencapaian target ini diharapkan bisa memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan sektor digital di Indonesia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang semakin signifikan.
Strategi Pandi untuk Meningkatkan Pengguna Domain
Pandi telah merencanakan sejumlah strategi jitu untuk mencapai target 1,5 juta pengguna pada 2026.
Salah satu fokus utama adalah meningkatkan adopsi domain .id, terutama di sektor-sektor yang memiliki potensi besar, seperti UMKM, pendidikan, dan instansi pemerintah. Selain itu, Pandi juga berencana untuk memperluas jangkauannya melalui ekspansi ke pasar internasional.
John Sihar Simanjuntak, Ketua Pandi, mengungkapkan bahwa untuk mewujudkan target tersebut, pihaknya akan berkolaborasi lebih erat dengan registrar yang memainkan peran penting dalam memperluas saluran distribusi.
Registrar, yang bertindak sebagai perantara dalam pendaftaran domain, akan menjadi garda terdepan dalam memperkenalkan domain .id ke pasar luar negeri, terutama dengan memanfaatkan platform digital internasional.
"Registrar yang lebih aktif di luar negeri akan sangat membantu kami dalam membuka pasar baru," ujar John.
Selain itu, Pandi juga berfokus pada penguatan ekosistem dengan meningkatkan tata kelola, keamanan, dan keandalan layanan yang diberikan kepada pengguna domain .id. Penguatan aspek ini penting agar para pengguna merasa nyaman dan aman dalam menggunakan layanan yang disediakan oleh Pandi.
Peningkatan Pendapatan dan Target Keuangan Pandi
Tidak hanya berfokus pada pertumbuhan pengguna, Pandi juga menargetkan kenaikan pendapatan yang signifikan. Setelah mencatatkan pendapatan sebesar Rp70 miliar pada 2024, Pandi berhasil meningkatkan pendapatan menjadi Rp76,4 miliar pada 2025, dengan kenaikan sekitar Rp6,4 miliar. Untuk tahun 2026, Pandi menargetkan total pendapatan sebesar Rp82,5 miliar, sebuah target yang dianggap realistis oleh manajemen.
Kenaikan pendapatan ini diharapkan dapat mendukung berbagai inisiatif Pandi dalam memperluas basis pengguna domain .id. Dengan adanya pendapatan yang lebih tinggi, Pandi akan lebih fleksibel dalam mengimplementasikan strategi-strategi pemasaran yang lebih agresif, serta meningkatkan investasi pada infrastruktur dan teknologi yang akan mendukung pengelolaan nama domain.
"Target kami pada tahun ini adalah Rp82,5 miliar dari sisi penjualan, dan itu adalah angka yang realistis berdasarkan tren yang ada," kata John Simanjuntak.
Dominasi Domain .id di Pasar Domestik
Pandi terus berupaya memperkuat dominasi domain .id di pasar Indonesia. Data terbaru dari ATPLD pada Juli 2025 menunjukkan bahwa pangsa pasar domain .id telah meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir, dari 36% pada Juli 2021 menjadi 58% pada Juli 2025.
Kenaikan ini didorong oleh bertambahnya jumlah pengguna yang mendaftarkan domain .id, yang tercatat mencapai 1.265.239 pada Juli 2025, dibandingkan dengan 534.876 pada Juli 2021.
Dominasi domain .id semakin jelas terlihat seiring dengan menurunnya pangsa pasar domain .com dan generic top-level domains (gTLDs) lainnya.
Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak pengguna yang memilih domain .id sebagai identitas digital mereka. Selain itu, peningkatan adopsi domain .id juga menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya identitas digital yang dapat dipercaya dan terjamin keamanannya.
Inovasi Pandi dalam Pengembangan Identitas Digital
Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, Pandi juga telah merancang berbagai inovasi, salah satunya adalah pengembangan identitas digital berbasis blockchain.
Melalui platform EID dan IDGEN, Pandi bertujuan untuk mendukung implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) dan mengurangi penyalahgunaan data pribadi, termasuk data kependudukan.
Platform EID dan IDGEN yang dirancang oleh Pandi diharapkan dapat menjadi solusi masa depan untuk mengelola identitas digital di Indonesia.
Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, kedua platform ini akan memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi dalam pengelolaan data pribadi dan identitas digital.
Strategi Pandi di Tahun 2026 dan Rencana Ke Depan
Dengan berfokus pada UMKM, pendidikan, serta sektor pemerintahan, Pandi berharap dapat meningkatkan jumlah pengguna domain .id secara signifikan.
Di sisi lain, ekspansi ke pasar internasional juga menjadi langkah strategis untuk memperluas pangsa pasar domain Indonesia. Kolaborasi dengan registrar dan penguatan aspek keamanan layanan menjadi dua kunci penting dalam mewujudkan target tersebut.
Pendapatan yang terus berkembang menjadi landasan bagi Pandi untuk memperkenalkan domain .id lebih jauh lagi, baik di pasar domestik maupun internasional.
Dukungan terhadap inovasi digital dan platform berbasis blockchain juga menunjukkan komitmen Pandi untuk menciptakan ekosistem digital yang aman dan terpercaya di Indonesia.
Melalui berbagai strategi ini, Pandi berharap dapat mewujudkan ambisi besar untuk mencapai target 1,5 juta pengguna domain pada 2026, serta menjaga posisi .id sebagai pilihan utama masyarakat Indonesia dalam hal nama domain.
Celo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Pemulihan Pendidikan Pascabencana di Aceh Utara Dipercepat Pemerintah Bersama
- Jumat, 30 Januari 2026
Industri Fashion Banjarmasin Tingkatkan Kreativitas Desainer Muda Lokal
- Jumat, 30 Januari 2026











.jpg)
