Pemerintah dan Akademisi Bersama Industri Bahas Masa Depan Ekosistem Semikonduktor
- Jumat, 30 Januari 2026
JAKARTA - Pemerintah, industri, dan akademisi bekerja sama memetakan peluang dan tantangan pengembangan ekosistem semikonduktor nasional.
Semikonduktor menjadi tulang punggung industri strategis seperti elektronik, otomotif, energi, telekomunikasi, dan transformasi digital. Upaya ini penting mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.
Tantangan Ketergantungan Impor
Baca JugaPilihan Rumah Murah di Mojosari Menjadi Alternatif Tepat untuk Keluarga
Saat ini, Indonesia masih mengandalkan impor semikonduktor dan komponen elektronik lainnya dalam jumlah besar. Nilai impor meningkat dari US$ 2,33 miliar menjadi US$ 4,87 miliar dalam lima tahun terakhir. Negara pemasok utama meliputi Taiwan, China, Korea Selatan, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Jepang.
Meskipun impor tinggi, ekspor produk semikonduktor juga meningkat dari US$ 438 juta menjadi US$ 3,70 miliar. Kondisi ini menunjukkan potensi pasar global terbuka bagi produk dalam negeri. Hal ini mendorong pentingnya pemetaan strategi dan pengembangan industri melalui Indonesia Semiconductor Summit 2026.
Kebutuhan Industri dan Roadmap Nasional
Menteri Perindustrian menekankan peningkatan kebutuhan semikonduktor seiring pertumbuhan industri hilir.
Produksi ponsel mencapai puluhan juta unit per tahun, sementara laptop dan kendaraan bermotor memerlukan chip dengan kompleksitas tinggi. Industri otomotif, termasuk kendaraan hybrid dan listrik, membutuhkan semikonduktor tiga kali lipat dibanding kendaraan konvensional.
Kemenperin menyusun roadmap pengembangan ekosistem semikonduktor dengan target jangka pendek, menengah, dan panjang.
Roadmap ini mencakup empat pilar utama: material, desain, fabrikasi (front end), serta Assembly, Testing and Packaging (back end). Pendekatan bertahap ini didukung pengembangan SDM, riset, infrastruktur, dan kebijakan industri yang kondusif.
Peran SDM dan Akademisi
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan menyebut Indonesia memiliki talenta potensial untuk mengisi ekosistem semikonduktor.
Setiap tahun, sekitar 90.000 lulusan dari berbagai disiplin terkait chip siap berkontribusi. Tantangannya adalah memperkuat integrasi investasi, talenta, dan strategi agar industri dapat berkembang secara sinergis.
Wakil Menteri Luar Negeri menekankan semikonduktor sebagai faktor strategis dalam kemandirian industri dan geopolitik. Langkah awal berupa pengembangan desain chip dalam negeri untuk kebutuhan nasional. Tujuan jangka panjang adalah membentuk aliansi global yang mendukung ekspor dan industrialisasi domestik.
Kesiapan Industri dan Investasi
Ketua ICDEC menilai Indonesia memiliki tiga kekuatan dalam ekosistem semikonduktor: material, SDM, dan pasar domestik. Saat ini baru dua perusahaan masuk rantai nilai global dengan fasilitas perakitan, pengujian, dan desain IC. Idealnya, sekitar 200 perusahaan dibutuhkan untuk integrasi penuh dengan global value chain.
Polytron mendukung pengembangan ekosistem semikonduktor melalui SDM dan kolaborasi universitas.
Perseroan mengimpor chip untuk memenuhi kebutuhan produksi elektronik dan kendaraan listrik. Investasi semikonduktor membutuhkan modal besar sehingga peran pemerintah dalam memberikan insentif menjadi penting untuk menarik investor global.
Potensi Kawasan Industri dan Tantangan Regulasi
Himpunan Kawasan Industri menyoroti minat investor global membangun pabrik semikonduktor di Batam dan Jawa Tengah. Investor dari AS, Jerman, Taiwan, dan China siap melakukan joint venture dengan perusahaan lokal.
Tujuannya agar investasi tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga mempercepat transfer teknologi, memperkuat rantai pasok domestik, dan meningkatkan kapasitas SDM.
Namun, lambatnya proses perizinan menjadi perhatian karena dapat menghambat pembangunan pabrik dan momentum strategis industri teknologi tinggi.
Beberapa lokasi strategis telah diidentifikasi, antara lain Kawasan Industri Batamindo, Wiraraja, Kabil, dan Galang Batang. Pengembangan kawasan ini diharapkan mempercepat ekosistem semikonduktor nasional sekaligus mendorong kemandirian teknologi.
Alif Bais Khoiriyah
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Superbank Gandeng Grab untuk Perluas Jangkauan Pinjaman Digital Nasabah
- Jumat, 30 Januari 2026
Prabowo Tegaskan Pentingnya Demutualisasi BEI untuk Stabilitas Pasar Nasional
- Jumat, 30 Januari 2026
RI-UEA Bersinergi Perkuat Layanan Medis RS Kardiologi Surakarta Secara Signifikan
- Jumat, 30 Januari 2026
Kemensos Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan PPKS Lewat Bantuan Terarah
- Jumat, 30 Januari 2026
Kemenkes Pastikan RS Kardiologi Emirates-Indonesia Akan Terima Peserta BPJS Kesehatan
- Jumat, 30 Januari 2026
Berita Lainnya
12 Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2025 & Syaratnya agar Muncul di Akun
- Jumat, 30 Januari 2026










.jpg)

.jpg)