Beras Indonesia Siap Diekspor ke Arab Saudi, Dukungan Pemerintah Secara Maksimal
- Rabu, 04 Februari 2026
JAKARTA - Perum Bulog dan Kementerian Haji dan Umrah mematangkan persiapan ekspor beras ke Arab Saudi.
Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jamaah haji dan umrah Indonesia. Program tersebut menjadi tindak lanjut dari penugasan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Pemerintah menekankan bahwa ekspor beras harus berjalan tepat waktu dan sesuai standar internasional. Kesiapan teknis dan operasional menjadi fokus utama koordinasi. Langkah ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai negara swasembada pangan.
Baca JugaPurbaya Yudhi Sadewa Menilai Pengunduran Diri Bos OJK Dan BEI Harus Disertai Tanggung Jawab Penuh
Kerja sama antara Bulog dan Kemenhaj menandai strategi nasional dalam menghadapi musim haji. Ekspor beras tidak hanya soal volume, tetapi juga kualitas. Program ini diharapkan menjadi momentum penting bagi sektor pangan nasional.
Koordinasi Matang Untuk Standar Kualitas Beras
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan semua pihak. Rapat koordinasi bersama Kemenhaj digelar untuk menyelaraskan kebijakan dan langkah operasional.
“Hal ini untuk memastikan pelaksanaan ekspor berjalan tepat waktu, berkualitas dan sesuai standar pasar internasional, seiring semakin dekatnya musim haji,” kata Rizal.
Dalam rapat tersebut, persiapan ekspor dibahas secara komprehensif. Pemilihan kualitas beras, kemasan, harga, hingga timeline pengiriman menjadi fokus utama. Skema distribusi yang efisien juga dibahas agar proses ekspor berjalan lancar.
Rizal optimistis peluang ekspor tahun ini akan berjalan mulus. Dukungan dari kementerian dan lembaga terkait menjadi kunci keberhasilan. Terutama kolaborasi erat antara Kemenhaj dan Kementerian Perdagangan sangat menentukan.
Uji Tanak Menentukan Beras Berkualitas Ekspor
Bulog melakukan uji tanak pada beberapa sampel beras untuk ekspor. Kegiatan ini bertujuan menilai tekstur, aroma, rasa, dan kualitas nasi setelah dimasak. Tujuannya memastikan beras yang dikirim sesuai preferensi konsumen dan standar premium.
“Hasil uji tanak ini menjadi salah satu dasar dalam penentuan jenis beras dan merek yang akan digunakan dalam program ekspor,” beber Rizal. Kualitas beras yang tinggi menjadi jaminan kepuasan jamaah. Proses uji ini juga mendukung citra beras Indonesia di pasar global.
Melalui persiapan matang ini, Bulog ingin memanfaatkan momentum surplus beras nasional 2025. Hal ini sekaligus menjadi bukti keberhasilan swasembada pangan. Peluang strategis untuk memperluas peran Indonesia sebagai eksportir pun terbuka lebar.
Manfaat Bagi Jamaah Haji dan Umrah Indonesia
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj Jainul Efendi menekankan pentingnya ekspor beras lokal. Tujuannya demi kenyamanan dan kesehatan jamaah Indonesia selama menunaikan ibadah.
“Ini menjadi semangat kita bersama Bulog, Kementerian Perdagangan, dan seluruh pihak yang terlibat kita bisa mengekspor beras ke Arab Saudi, karena alasan utamanya adalah jamaah dari Tanah Air tidak terbiasa mengonsumsi nasi atau beras selain beras lokal, yang tentunya dapat mempengaruhi kesehatan selama menjalankan ibadah,” kata Jainul.
Kebiasaan konsumsi beras lokal menjadi pertimbangan utama dalam ekspor ini. Ketersediaan beras berkualitas membantu jamaah menyesuaikan pola makan di luar negeri. Hal ini diharapkan menjaga kesehatan jamaah selama menjalani haji dan umrah.
Program ekspor ini juga meningkatkan citra Indonesia sebagai penyedia pangan berkualitas. Pemilihan beras lokal menjadi nilai tambah tersendiri. Dampak positif ini diharapkan membuka peluang ekspor di negara lain.
Momentum Strategis Perluas Peran Indonesia
Ekspor beras tahun ini menjadi bagian strategi nasional untuk memperluas peran Indonesia di pasar global. Bulog dan Kemenhaj menyiapkan semua mekanisme dengan matang. Fokus pada kualitas, efisiensi, dan kepuasan konsumen menjadi prioritas.
Langkah ini sejalan dengan surplus beras nasional 2025. Momentum tersebut menjadi bukti ketahanan pangan Indonesia. Selain memenuhi kebutuhan jamaah haji, ekspor beras juga menegaskan posisi Indonesia sebagai eksportir andal.
Kedepannya, pemerintah menargetkan pengembangan ekspor beras ke negara lain. Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga tetap menjadi kunci. Dengan strategi yang tepat, industri beras nasional siap bersaing di pasar global.
Alif Bais Khoiriyah
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Allianz Life Tingkatkan Perlindungan Nasabah Agar Tetap Aman dan Tenang
- Rabu, 04 Februari 2026
Menkeu Purbaya Optimis Rupiah Bisa Menguat Tahun Ini di Tengah Tantangan Ekonomi
- Rabu, 04 Februari 2026
Program KUR Bank Mandiri 2026 Dorong UMKM Lebih Kompetitif dan Produktif
- Rabu, 04 Februari 2026
KUR BRI 2026 Jadi Dorongan Strategis Pertumbuhan UMKM Nasional Tahun Ini
- Rabu, 04 Februari 2026
Harga Perak Antam Menguat, Investor Didorong Manfaatkan Peluang Investasi Tahun Ini
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Menkeu Purbaya Optimis Rupiah Bisa Menguat Tahun Ini di Tengah Tantangan Ekonomi
- Rabu, 04 Februari 2026
Program KUR Bank Mandiri 2026 Dorong UMKM Lebih Kompetitif dan Produktif
- Rabu, 04 Februari 2026
KUR BRI 2026 Jadi Dorongan Strategis Pertumbuhan UMKM Nasional Tahun Ini
- Rabu, 04 Februari 2026
Harga Perak Antam Menguat, Investor Didorong Manfaatkan Peluang Investasi Tahun Ini
- Rabu, 04 Februari 2026
IHSG Menguat Hari Ini, Investor Tunjukkan Kepercayaan pada Pasar Saham
- Rabu, 04 Februari 2026








